TJSL - PT Taman Wisata Candi https://injourneydestination.id Together We Can Mon, 31 Aug 2026 07:11:07 +0000 id hourly 1 https://injourneydestination.id/wp-content/uploads/2025/12/cropped-favicon-injourney-32x32.png TJSL - PT Taman Wisata Candi https://injourneydestination.id 32 32 InJourney Destination Management Salurkan Bantuan Peralatan Pembelajaran untuk TK ABA Sleman https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-salurkan-bantuan-peralatan-pembelajaran-untuk-tk-aba-sleman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-destination-management-salurkan-bantuan-peralatan-pembelajaran-untuk-tk-aba-sleman https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-salurkan-bantuan-peralatan-pembelajaran-untuk-tk-aba-sleman/#respond Fri, 28 Aug 2026 07:07:26 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18195

InJourney Destination Management (IDM) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), khususnya di bidang pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan peralatan pembelajaran dan permainan edukatif kepada TK ABA Harjobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (28/8/2026). Corporate Secretary Group Head InJourney Destination Management Destantiana Nurina menyerahkan […]

The post InJourney Destination Management Salurkan Bantuan Peralatan Pembelajaran untuk TK ABA Sleman first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management (IDM) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), khususnya di bidang pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan peralatan pembelajaran dan permainan edukatif kepada TK ABA Harjobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (28/8/2026).

Corporate Secretary Group Head InJourney Destination Management Destantiana Nurina menyerahkan bantuan secara langsung kepada Kepala Sekolah TK ABA Harjobinangun Nur Fatimah. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bagian dari upaya mendukung tersedianya sarana pembelajaran yang memadai bagi anak-anak usia dini. 

Corporate Secretary Group Head InJourney Destination Management Destantiana Nurina, mengatakan kehadiran perusahaan di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab BUMN untuk memberikan dampak positif, tidak hanya melalui kegiatan bisnis, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang berkelanjutan.

“Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pariwisata, kami tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan destinasi, tetapi juga memastikan keberadaan kami dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Salah satu bentuknya adalah melalui dukungan terhadap pendidikan,” jelas Destantiana Nurina.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Karena itu, dukungan terhadap fasilitas pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi tumbuh kembang generasi penerus.

Melalui dukungan tersebut, IDM berharap proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

“Kami berharap bantuan berupa peralatan pembelajaran dan permainan ini dapat mendukung kualitas kegiatan belajar anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi putra-putri terbaik bangsa,” jelasnya.

Lurah Harjobinangun Fajar Akbar Kurniawan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan InJourney Destination Management kepada TK ABA Harjobinangun. Menurutnya, bantuan berupa peralatan permainan dan pembelajaran tersebut menjawab kebutuhan sekolah dalam meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT TWC yang telah memberikan bantuan kepada TK ABA Harjobinangun dalam bentuk corporate social responsibility berupa alat-alat permainan yang tentu sangat dibutuhkan oleh sekolah, karena sarana dan prasarananya masih terbatas,” jelas Fajar Akbar Kurniawan.

Kepala Sekolah TK ABA Harjobinangun, Nur Fatimah, mengatakan sekolah yang saat ini memiliki 20 siswa ini membutuhkan keberadaan peralatan pembelajaran dan permainan edukatif agar dapat memperkaya aktivitas belajar sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi para siswa.

“Bantuan ini sangat mendukung kegiatan pembelajaran bagi siswa-siswi TK ABA Harjobinangun. Dengan adanya tambahan peralatan pembelajaran dan permainan, kami berharap anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aktif, dan menyenangkan,” ujar Nur Fatimah.

Penyerahan bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen InJourney Destination Management untuk terus memperluas manfaat kehadiran perusahaan di tengah masyarakat. Melalui dukungan pada sektor pendidikan, IDM berharap dapat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak di sekitar wilayah destinasi.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat IDM untuk menghadirkan pengelolaan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada pengalaman wisata, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

The post InJourney Destination Management Salurkan Bantuan Peralatan Pembelajaran untuk TK ABA Sleman first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-salurkan-bantuan-peralatan-pembelajaran-untuk-tk-aba-sleman/feed/ 0
Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT https://injourneydestination.id/gerak-cepat-di-tengah-bencana-injourney-group-salurkan-bantuan-untuk-masyarakat-terdampak-bencana-gempa-bumi-di-ntt/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gerak-cepat-di-tengah-bencana-injourney-group-salurkan-bantuan-untuk-masyarakat-terdampak-bencana-gempa-bumi-di-ntt https://injourneydestination.id/gerak-cepat-di-tengah-bencana-injourney-group-salurkan-bantuan-untuk-masyarakat-terdampak-bencana-gempa-bumi-di-ntt/#respond Thu, 20 Aug 2026 06:51:44 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18105

Di tengah musibah yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), InJourney Group bergerak cepat menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Sebagai holding BUMN di ekosistem aviasi dan pariwisata nasional, InJourney Group memastikan dukungan dapat segera hadir di lapangan melalui mobilisasi sumber daya seluruh entitas dan koordinasi bersama ekosistem BUMN. Gerak […]

The post Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Di tengah musibah yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), InJourney Group bergerak cepat menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Sebagai holding BUMN di ekosistem aviasi dan pariwisata nasional, InJourney Group memastikan dukungan dapat segera hadir di lapangan melalui mobilisasi sumber daya seluruh entitas dan koordinasi bersama ekosistem BUMN.

Gerak cepat tersebut dilakukan dengan menyesuaikan bantuan berdasarkan assessment kebutuhan di lapangan, sehingga dukungan yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran. Bantuan disalurkan secara bertahap dengan fokus pada empat kebutuhan utama, yaitu pangan dan air minum, kesehatan, logistik tanggap darurat, serta kebutuhan kelompok rentan.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan bahwa kecepatan respons menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh dukungan, terutama pada masa tanggap darurat.

“Semangat memberikan manfaat tersebut juga kami bawa ketika saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah. Begitu kebutuhan di lapangan teridentifikasi, kami segera menggerakkan sumber daya InJourney Group untuk hadir dan memberikan dukungan. Bantuan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, mulai dari kebutuhan pangan dan air minum, kesehatan, logistik darurat, hingga kebutuhan kelompok rentan,” ujar Herdy.

Berdasarkan hasil assessment lapangan, bantuan yang mulai dimobilisasi dan disalurkan antara lain 7.950 kilogram beras, 69.740 liter air minum, 378 dus mi instan, 96 dus susu UHT, dan bahan makanan pokok lainnya, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya seperti gula, minyak goreng, sarden, biskuit, sereal, kopi, dan teh.

Dukungan bagi kelompok rentan mencakup 865 kemasan popok bayi, 80 bungkus makanan bayi, serta hygiene kit 1.300 perlengkapan mandi. Di sisi kesehatan, bantuan mencakup obat-obatan dan perlengkapan kesehatan dasar, antara lain paracetamol, obat gangguan pencernaan, vitamin, obat lambung, antiseptik, NaCl, balsem, minyak kayu putih, kassa, serta perlengkapan penyimpanan obat. Untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara, InJourney Group turut menyalurkan 10 terpal, 10 kasur, 50 bantal, dan 263 selimut.

Salah satu titik penyaluran bantuan berada di Dusun Leda Desa Pangga, Kolang untuk mendukung 23 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan saat ini mengungsi secara mandiri di tenda. Selain itu penyaluran juga dilakukan di Desa Golo Mori kepada 12 warga terdampak. Bantuan di lokasi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok dan logistik dasar selama masa tanggap darurat.

Penyaluran bantuan juga dilaksanakan melalui InJourney Airports Kantor Cabang Bandara El Tari (KOE) bersama relawan dari Port Maumere, dengan dukungan distribusi gratis melalui jalur laut hasil kolaborasi dengan PELNI dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Maumere. Selain melalui jalur laut, bantuan juga dikirimkan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, untuk mempercepat mobilisasi logistik menuju wilayah terdampak di NTT.

Gerak Cepat melalui Gotong Royong InJourney Group

Penyaluran bantuan dikoordinasikan melalui ITDC sebagai PIC InJourney Group di NTT, yang memiliki aset dan aktivitas operasional di wilayah tersebut. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berkoordinasi dengan Satgas BUMN Peduli di NTT melalui BRI dan Posko Bencana Labuan Bajo untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, ITDC juga telah melakukan survei ke sejumlah titik terdampak di sekitar Ring 1 Golomori, Manggarai Barat, untuk melihat langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan. Assessment tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas bantuan sekaligus menghindari penyaluran yang tidak sesuai kebutuhan.

“Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sejak awal kami mengedepankan koordinasi dan gotong royong. InJourney Group menggerakkan seluruh entitas, sementara penyaluran di lapangan dikoordinasikan bersama ITDC dan ekosistem BUMN. Dengan bergerak bersama, kami dapat merespons lebih cepat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” ujar Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka.

Selain menggerakkan sumber daya internal, InJourney Group juga ingin memantik kepedulian masyarakat untuk ikut bergerak bersama membantu masyarakat terdampak bencana.

Pada momentum kesenian rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sarinah pada 17 Agustus 2026, InJourney Group membuka ruang donasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT melalui kolaborasi dan sinergi BUMN bersama BRI. Donasi yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak di NTT.

“Melalui agenda hari ini, kami juga ingin mengajak dan memantik kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas. Bukan hanya untuk saudara-saudara kita di NTT, tetapi juga untuk masyarakat terdampak di NTT, melalui doa, dukungan, dan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Sekecil apapun dukungan yang diberikan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” lanjut Herdy.

Bagi InJourney Group, gerak cepat dan gotong royong merupakan wujud nyata semangat kemerdekaan. Ketika masyarakat membutuhkan, seluruh bagian dari InJourney Group dan ekosistem BUMN bergerak bersama untuk menghadirkan dukungan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan. InJourney Group akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan dukungan dapat menjangkau masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan secara bertahap.

The post Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/gerak-cepat-di-tengah-bencana-injourney-group-salurkan-bantuan-untuk-masyarakat-terdampak-bencana-gempa-bumi-di-ntt/feed/ 0
Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat di Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, InJourney Destination Management Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Sleman https://injourneydestination.id/hadirkan-manfaat-bagi-masyarakat-di-momentum-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-injourney-destination-management-resmikan-pembangunan-rumah-layak-huni-bagi-warga-kalasan-sleman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hadirkan-manfaat-bagi-masyarakat-di-momentum-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-injourney-destination-management-resmikan-pembangunan-rumah-layak-huni-bagi-warga-kalasan-sleman https://injourneydestination.id/hadirkan-manfaat-bagi-masyarakat-di-momentum-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-injourney-destination-management-resmikan-pembangunan-rumah-layak-huni-bagi-warga-kalasan-sleman/#respond Mon, 17 Aug 2026 02:49:01 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18078

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu (Persero) atau InJourney Destination Management (IDM) untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Melalui komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), IDM meresmikan Rumah Layak Huni (RLH) milik Ibu Kroniah, warga Dusun Grembulgede, […]

The post Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat di Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, InJourney Destination Management Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Sleman first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu (Persero) atau InJourney Destination Management (IDM) untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Melalui komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), IDM meresmikan Rumah Layak Huni (RLH) milik Ibu Kroniah, warga Dusun Grembulgede, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (17/8/2026).

Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan beserta jajaran direksi lainnya. Rangkaian perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ini meneguhkan semangat dan nilai Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. 

“Keberadaan kami di sini tidak hanya sekedar mengelola sebuah destinasi, tapi yang terpenting adalah bagaimana keberadaan TWC itu dapat memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar, baik manfaat sosial maupun manfaat ekonomi,” jelasnya.

Sebelum direnovasi, rumah Ibu Kroniah merupakan bangunan nonpermanen berukuran 6 x 7 meter dengan dinding berbahan anyaman bambu atau gedhek, lantai plester sederhana, serta genteng yang telah lapuk. Rumah tersebut juga belum memiliki kamar tidur maupun fasilitas kamar mandi yang memadai.

Melalui program pembangunan RLH, rumah tersebut mengalami peningkatan kualitas bangunan dan fasilitas. Bangunan permanen ini kini berlantai keramik dengan dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, serta dapur bersih sehingga dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, nyaman, dan mendukung kebutuhan dasar keluarga.

Pengerjaan rumah dilakukan selama tiga bulan yang didukung juga oleh masyarakat sekitar, sehingga proses renovasi tidak hanya menghasilkan hunian yang lebih layak, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari nilai sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.

Perwakilan Panewu Kalasan Sidi Nugroho mengapresiasi pembangunan rumah layak huni serta dukungan warga masyarakat sekitar. Hal ini turut meningkatkan kesejahteraan warga serta mendorong solidaritas sosial di antara warga.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat yang sudah bekerja sama, bahu membahu demi terwujudnya rumah layak huni ini. Tentunya kami sangat mengharapkan program-program ini bisa menyasar masyarakat kami yang membutuhkan. Sehingga nanti kegiatan ini bermanfaat bagi warga masyarakat sekitar,” jelasnya.

Bagi Kroniah, rumah ini menjadi hunian yang lebih layak serta mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi dirinya.

“Dulu kondisi rumah saya masih sederhana, sekarang sudah jauh lebih baik, lebih nyaman, dan lebih aman untuk ditempati. Saya juga senang karena sekarang sudah punya kamar dan kamar mandi. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” jelas Ibu Kroniah.

Direktur Utama IDM Febrina Intan mengatakan bahwa keberadaan destinasi pariwisata tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang hidup dan tumbuh di sekitarnya. Karena itu, pengelolaan destinasi oleh IDM tidak hanya diarahkan pada pengembangan pengalaman wisata, tetapi juga pada upaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Di Hari Kemerdekaan ini, Ibu Kroniah juga diberikan kemerdekaan untuk hidup yang lebih baik lagi, yang lebih layak lagi. Kalau Ilihat rumah sebelumnya cukup memprihatinkan, ya. Tapi alhamdulillah hari ini kita sebagai saksi bersama meresmikan rumah layak ke-56 yang dilakukan oleh TWC,” lanjutnya.

Program RLH merupakan salah satu bentuk nyata komitmen TJSL InJourney Destination Management dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Sejak 2016, program pembangunan rumah layak huni ini telah menjangkau 56 unit rumah milik warga kurang mampu di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan maupun Candi Borobudur.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya IDM menerjemahkan semangat HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ke dalam aksi nyata. Semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung.

Bagi IDM, kemerdekaan merupakan kesempatan untuk terus memperluas kebermanfaatan melalui pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kehadiran RLH di Dusun Grembulgede diharapkan dapat menjadi salah satu wujud nyata bagaimana sektor pariwisata dapat tumbuh berdampingan dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak sosial yang positif.

IDM berkomitmen untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar destinasi. Keberadaan kawasan wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga turut menjadi bagian dari perjalanan masyarakat menuju kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.

The post Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat di Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, InJourney Destination Management Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Sleman first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/hadirkan-manfaat-bagi-masyarakat-di-momentum-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-injourney-destination-management-resmikan-pembangunan-rumah-layak-huni-bagi-warga-kalasan-sleman/feed/ 0
InJourney Hospitality House Spesial Kemerdekaan: Perkuat Kapasitas Pelayanan Penjaga Warisan Budaya di Kawasan Candi Prambanan https://injourneydestination.id/injourney-hospitality-house-spesial-kemerdekaan-perkuat-kapasitas-pelayanan-penjaga-warisan-budaya-di-kawasan-candi-prambanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-hospitality-house-spesial-kemerdekaan-perkuat-kapasitas-pelayanan-penjaga-warisan-budaya-di-kawasan-candi-prambanan https://injourneydestination.id/injourney-hospitality-house-spesial-kemerdekaan-perkuat-kapasitas-pelayanan-penjaga-warisan-budaya-di-kawasan-candi-prambanan/#respond Fri, 14 Aug 2026 01:36:49 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18068

Memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui perayaan, tetapi juga dengan memberikan apresiasi bagi masyarakat yang berkontribusi dalam menjaga warisan budaya bangsa. Hal tersebut diwujudkan InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) melalui program InJourney Hospitality House (IHH) Edisi Spesial Kemerdekaan yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Museum […]

The post InJourney Hospitality House Spesial Kemerdekaan: Perkuat Kapasitas Pelayanan Penjaga Warisan Budaya di Kawasan Candi Prambanan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui perayaan, tetapi juga dengan memberikan apresiasi bagi masyarakat yang berkontribusi dalam menjaga warisan budaya bangsa. Hal tersebut diwujudkan InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) melalui program InJourney Hospitality House (IHH) Edisi Spesial Kemerdekaan yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Museum Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Penyelenggaraan IHH Edisi Spesial Kemerdekaan merupakan bagian dari rangkaian program IHH 2026 di lingkungan InJourney Group. Sepanjang 2026, program tersebut telah menjangkau 810 peserta di seluruh InJourney Group, dengan 330 peserta atau sekitar 40 persen di antaranya berada di lingkungan InJourney Destination Management atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero).

“Bagi InJourney, menjaga warisan budaya bukan hanya tentang mempertahankan apa yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya, tetapi juga memastikan nilai dan semangat di dalamnya dapat terus hidup dan diteruskan kepada generasi penerus. Hal ini sejalan dengan DNA InJourney, yaitu Leaving Legacy, di mana setiap langkah yang kami lakukan hari ini diharapkan dapat memberikan dampak dan meninggalkan nilai yang berarti bagi masa depan,” ujar Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman.

Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan hanya melalui pelestarian aset atau destinasi, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan kapasitas manusia yang menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata. Karena itu, InJourney terus mendorong pengembangan kompetensi dan apresiasi bagi para insan yang berada di garis depan dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

Program yang menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diikuti 90 penjaga warisan budaya yang berada di sekitar kawasan Candi Prambanan. Para peserta berasal dari berbagai profesi yang memiliki peran penting dalam pelestarian dan pengelolaan destinasi, meliputi juru pugar, juru pelihara, suker, pemandu wisata, serta para seniman, khususnya penari pendukung Sendratari Ramayana Prambanan.

Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati mengatakan penyelenggaraan IHH merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sekitar destinasi.

“Pelatihan ini merupakan wujud komitmen kami dalam melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, IHH bulan ini kami kemas sebagai bentuk apresiasi kepada para penjaga warisan budaya di Kawasan Candi Prambanan atas dedikasi mereka dalam melestarikan cagar budaya sekaligus menghadirkan pengalaman berwisata yang berkualitas,” ujar Indung Purwita Jati.

Mengusung semangat apresiasi terhadap mereka yang berada di garis depan pelestarian warisan budaya sekaligus berinteraksi langsung dengan wisatawan, IHH Edisi Spesial Kemerdekaan dirancang untuk memperkuat kompetensi hospitality, komunikasi, dan pelayanan. Pelatihan tidak hanya menekankan aspek teknis pelayanan, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan membangun hubungan emosional dengan wisatawan melalui komunikasi yang lebih personal dan bermakna.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi seni bercerita (storytelling) sebagai salah satu pendekatan untuk menghadirkan layanan unggulan. Peserta diajak memahami bagaimana sebuah cerita dapat disampaikan secara lebih menarik, membangun emosi, membuat wisatawan merasa terhubung, serta pada akhirnya menciptakan pengalaman yang lebih berkesan.

Kemampuan storytelling menjadi semakin relevan dalam pengelolaan destinasi berbasis warisan budaya. Candi dan berbagai peninggalan sejarah pada dasarnya merupakan sumber cerita, tetapi nilai dan pesan di baliknya perlu disampaikan melalui narasi yang mudah dipahami dan mampu membangun kedekatan dengan wisatawan.

Selain storytelling, materi pelatihan juga menekankan pentingnya sikap pelayanan berbasis keramahtamahan. Peserta dibekali kemampuan untuk memahami kebutuhan dan keinginan wisatawan secara lebih spesifik melalui observasi langsung, analisis ulasan wisatawan di internet, serta diskusi komunitas.

Di sisi lain, wisatawan juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan ekspektasinya. Hal tersebut dapat dibangun melalui gestur yang tepat, pilihan kata yang sopan, serta intonasi suara yang hangat. Perpaduan aspek tersebut diharapkan dapat menciptakan energi positif sekaligus membangun pengalaman pelayanan yang lebih personal bagi wisatawan.

“Pelestarian warisan budaya tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Para juru pelihara, juru pugar, suker, pemandu wisata, hingga seniman bukan sekadar menjalankan fungsi masing-masing, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke destinasi,” terang Indung Purwita Jati.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta Nahar Cahyandaru mengapresiasi pelaksanaan IHH yang dinilai relevan dengan peran para peserta sebagai garda depan dalam menyampaikan nilai warisan budaya kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan para penjaga warisan budaya memiliki posisi strategis karena cagar budaya pada dasarnya tidak dapat menyampaikan ceritanya sendiri kepada pengunjung. Karena itu, manusia yang berada di sekitarnya memiliki peran penting untuk menerjemahkan nilai, sejarah, dan proses pelestarian tersebut menjadi informasi yang dapat dipahami wisatawan.

“Batu itu tidak bisa berbicara. Kalian nanti yang membuat batu itu bicara. Ketika seorang juru pelihara sedang membersihkan dan ada wisatawan yang bertanya, misalnya, perlu dijelaskan bahwa batu-batu ini membutuhkan perawatan. Termasuk batu-batu di sekeliling candi yang posisinya belum pada tempatnya atau masih berserakan, itu juga tidak bisa berbicara. Kalian yang bisa menyampaikan. Para steller dan suker juga harus mampu menjelaskan,” jelasnya.

Salah satu juru pelihara Balai Konservasi DIY, Ida Prastiwi mengatakan bahwa sebagai juru pelihara, dirinya tidak hanya memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan dan pemeliharaan cagar budaya, tetapi juga berinteraksi langsung dengan wisatawan yang datang berkunjung. Materi storytelling dan pelayanan yang diberikan melalui IHH menjadi bekal untuk meningkatkan cara berinteraksi dengan wisatawan. 

“Kami harus menguasai sejarah singkat candi agar bisa memberikan informasi kepada mereka. Kami juga berinteraksi dengan tamu. Kami belajar bagaimana menerima tamu, bagaimana bersikap ramah dan sopan sehingga tamu kami nyaman dan puas dalam berkunjung,” jelasnya.

Pemandu lokal di Keraton Ratu Boko Fitria Andarini menilai pelatihan IHH memberikan perspektif baru dalam mengemas informasi destinasi agar lebih menarik bagi wisatawan. Fitria mengapresiasi pendekatan IHH yang menurutnya dekat dengan perkembangan perilaku wisatawan masa kini. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan tentang destinasi, tetapi juga bagaimana pemandu membangun komunikasi dan menciptakan pengalaman yang relevan bagi pengunjung.

“Kemasan baru yang saya dapatkan dari pelatihan ini sangat menarik. Narasumber IHH yang berasal dari generasi Z mengikuti perkembangan zaman, termasuk dari segi penggunaan bahasa dan bagaimana cara kita melayani tamu. Kiat-kiat storytelling yang baik dan menarik bagi pengunjung, terutama bagi kami sebagai pemandu wisata, sangat penting. Banyak hal yang akan saya perbaiki lagi dari apa yang sudah saya dapatkan di sini,” ujar Fitria.

Penguatan kemampuan hospitality juga dirasakan oleh para seniman yang mendukung pengalaman wisata budaya di Kawasan Candi Prambanan. Anom Hartoyo Jutawijaya Kusuma, seniman yang beraktivitas di Sendratari Ramayana Prambanan mengatakan bahwa materi yang diperoleh melalui IHH dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pengalaman penonton dalam pertunjukannya.

“Ini menjadi bekal bagi kami untuk diterapkan dalam pementasan Ramayana Ballet Candi Prambanan. Dengan ilmu yang kami dapatkan, kami juga bisa mengaplikasikannya kepada teman-teman agar pengunjung dan penonton dapat semakin menikmati pelayanan yang kami berikan,” jelas Anom.

IHH Edisi Spesial Kemerdekaan menegaskan upaya menjaga warisan budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas manusia yang menjadi bagian dari ekosistem destinasi. Para juru pugar, juru pelihara, suker, pemandu wisata, dan seniman tidak hanya menjaga keberlanjutan fisik maupun nilai budaya, tetapi juga menjadi penghubung antara warisan masa lalu dengan generasi masa kini dan wisatawan yang datang dari berbagai penjuru.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan destinasi yang semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus meneruskan nilai kemerdekaan melalui kerja nyata, yaitu dengan menjaga warisan budaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi setiap pengunjung.

“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sekaligus memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Karena ketika kita berbicara tentang destinasi warisan budaya, pengalaman wisatawan tidak hanya dibentuk oleh apa yang mereka lihat, tetapi juga oleh bagaimana mereka diterima, dilayani, dan diajak memahami cerita di balik warisan budaya tersebut,” tutup Indung Purwita Jati.

The post InJourney Hospitality House Spesial Kemerdekaan: Perkuat Kapasitas Pelayanan Penjaga Warisan Budaya di Kawasan Candi Prambanan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/injourney-hospitality-house-spesial-kemerdekaan-perkuat-kapasitas-pelayanan-penjaga-warisan-budaya-di-kawasan-candi-prambanan/feed/ 0
Komitmen PT TWC Tingkatkan Kesejahteraan Warga pada Gebyar TJSP Merdeka Kabupaten Sleman 2026 https://injourneydestination.id/komitmen-pt-twc-tingkatkan-kesejahteraan-warga-pada-gebyar-tjsp-merdeka-kabupaten-sleman-2026/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=komitmen-pt-twc-tingkatkan-kesejahteraan-warga-pada-gebyar-tjsp-merdeka-kabupaten-sleman-2026 https://injourneydestination.id/komitmen-pt-twc-tingkatkan-kesejahteraan-warga-pada-gebyar-tjsp-merdeka-kabupaten-sleman-2026/#respond Wed, 12 Aug 2026 07:31:54 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18178

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) turut berpartisipasi dalam Gebyar Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Merdeka 2026 yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Forum TJSP Sleman.  Corporate Secretary Group Head PT TWC Destantiana Nurina menyerahkan bantuan pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan 17 unit gerobak angkringan […]

The post Komitmen PT TWC Tingkatkan Kesejahteraan Warga pada Gebyar TJSP Merdeka Kabupaten Sleman 2026 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) turut berpartisipasi dalam Gebyar Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Merdeka 2026 yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Forum TJSP Sleman. 

Corporate Secretary Group Head PT TWC Destantiana Nurina menyerahkan bantuan pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan 17 unit gerobak angkringan bagi UMKM secara simbolik kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Rabu (12/8/2026).

Mengusung tema Sinergi Forum TJSP Membangun Sleman yang Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kegiatan tersebut menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat dengan total nilai mencapai Rp6,7 miliar. 

Bantuan terdiri dari berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kebutuhan pokok, pertanian, UMKM, penyandang disabilitas, lingkungan, hingga penyediaan akses internet gratis bagi masyarakat. 

Wakil Bupati Sleman,Danang Maharsa, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha melalui Forum TJSP.

“Kabupaten Sleman memberikan bantuan dari Forum TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) Kabupaten Sleman dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Makanya tadi kita memberikan bantuan ini kepada masyarakat,” ujar Danang.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menekankan pentingnya pengawasan ketat agar seluruh bantuan TJSP benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pemberian TJSP ini berbasis data. Kami bersama Ketua Forum TJSP mengawasi secara langsung dan kontinu agar berkesinambungan dan tepat sasaran. Tolong penerima memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya, tidak hilang setelah menerima,” kata Danang.

Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan TJSP merupakan amanat Perda bagi perusahaan yang menjalankan usaha di Kabupaten Sleman. Untuk tahun 2026 ini, tercatat 49 perusahaan yang tergabung dalam Forum TJSP Sleman, dengan penyerahan bantuan secara berkelanjutan, termasuk sekitar 250 penerima manfaat yang disasar pada momentum Gebyar Merdeka kali ini.

Secara rinci, Gebyar TJSP Merdeka 2026 menyerahkan bantuan beasiswa untuk 278 siswa dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi, 2.960 paket sembako, 104 paket modal dan peralatan usaha, serta dua paket peralatan bagi difabel. Bantuan ini juga menyasar layanan internet gratis (Wi-Fi) untuk publik di 779 titik lokasi, dan 630 bibit pohon serta 150 paket buku dan peralatan sekolah.

Sepanjang tahun 2025 lalu, Forum TJSP Sleman berhasil menyalurkan dukungan dana sebesar Rp20,2 miliar yang terdistribusi ke-17 kapanewon melalui 971 kegiatan. Ke depan, Forum TJSP berkomitmen mengawal program berbasis data dan berkelanjutan agar selaras dengan RPJMD Kabupaten Sleman.

The post Komitmen PT TWC Tingkatkan Kesejahteraan Warga pada Gebyar TJSP Merdeka Kabupaten Sleman 2026 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/komitmen-pt-twc-tingkatkan-kesejahteraan-warga-pada-gebyar-tjsp-merdeka-kabupaten-sleman-2026/feed/ 0
InJourney Raih Platinum ESG Excellence Award 2026, Perkuat Komitmen Membangun Pariwisata Berkelanjutan https://injourneydestination.id/injourney-raih-platinum-esg-excellence-award-2026-perkuat-komitmen-membangun-pariwisata-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-raih-platinum-esg-excellence-award-2026-perkuat-komitmen-membangun-pariwisata-berkelanjutan https://injourneydestination.id/injourney-raih-platinum-esg-excellence-award-2026-perkuat-komitmen-membangun-pariwisata-berkelanjutan/#respond Mon, 10 Aug 2026 02:06:08 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18074

Komitmen PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney pada penerapan ESG berbuah tiga penghargaan dari TJSL & CSR Award 2026. Ketiga penghargaan tersebut adalah Platinum Excellence Award 2026, Leadership Excellence Award yang diberikan kepada Herdy Harman, Direktur SDM & Digital InJourney, dan “Gold Award” untuk kategori Pilar Lingkungan. “Raihan Platinum ESG Excellence Award, Gold Award […]

The post InJourney Raih Platinum ESG Excellence Award 2026, Perkuat Komitmen Membangun Pariwisata Berkelanjutan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Komitmen PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney pada penerapan ESG berbuah tiga penghargaan dari TJSL & CSR Award 2026. Ketiga penghargaan tersebut adalah Platinum Excellence Award 2026, Leadership Excellence Award yang diberikan kepada Herdy Harman, Direktur SDM & Digital InJourney, dan “Gold Award” untuk kategori Pilar Lingkungan.

“Raihan Platinum ESG Excellence Award, Gold Award kategori Pilar Lingkungan, serta Leadership Excellence Award dalam TJSL & CSR Award 2026 menjadi pengakuan atas konsistensi InJourney dalam mengintegrasikan pronsip-prinsip ESG ke dalam strategi, tata kelola, dan kegiatan bisnis perusahaan. Penghargaan ini juga menjadi pendorong bagi InJourney untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi untuk membangun ekosistem aviasi dan pariwisata Indonesia yang semakin inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney.

ESG Excellence Award (Platinum) didukung oleh transformasi ESG InJourney Group yang dilakukan secara bertahap melalui penguatan tata kelola, strategi, kebijakan, pengelolaan data, serta integrasi ESG ke dalam proses bisnis. Transformasi tersebut dimulai dari penyusunan ESG baseline assessment dan gap analysis, ESG roadmap, hingga pengembangan ESG Dashboard sebagai instrumen monitoring kinerja keberlanjutan InJourney Group.

Sementara Gold Award kategori Pilar Lingkungan yang diraih didukung oleh implementasi berbagai inisiatif dekarbonisasi dan konservasi lingkungan, seperti pemanfaatan energi surya, elektrifikasi kendaraan operasional, pengelolaan air dan limbah, menumbuhkembangkan pohon dan mangrove, serta perlindungan keanekaragaman hayati/biodiversity. Implementasi komitmen tersebut diwujudkan melalui program flagship TJSL InJourney Green, yang mencakup berbagai inisiatif dekarbonisasi dan konservasi lingkungan.

Untuk semakin memperluas dampak keberlanjutan pada aspek sosial dan kemasyarakatan, InJourney juga memberikan program pembekalan pelatihan bagi UMKM melalui InJourney UMKM by Sarinah Pandu; pelatihan hospitality bagi para pelaku pariwisata melalui InJourney Hospitality House; serta program bantuan sosial, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui InJourney Community Care.

Penghargaan ini melengkapi rangkaian prestasi yang diraih oleh InJourney di bidang CSR, InJourney meraih Platinum Winner untuk kategori Pilar Sosial pada TJSL & CSR Award 2025. Selain itu pada Juli 2026, InJourney meraih Indonesia Sustainability Award 2026, predikat bintang lima implementasi prinsip ESG, dan CEO Sustainability Leadership Award.

Sepanjang 2025-2026, InJourney meraih 11 penghargaan nasional di bidang ESG dan TJSL, antara lain: ⁠CNBC ESG Award, Nusantara Sustainability Award, Indonesia Sustainability Award, ESG Initiative Awards, TJSL & CSR Award 2025 – Platinum Winner for Social Pillars

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas rangkaian program yang dijalankan sesuai visi “Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities”. Berlandaskan visi tersebut, InJourney terus mendorong pariwisata berkelanjutan, yakni pariwisata yang tidak sekadar berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang nyata serta menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. InJourney menyadari bahwa saat ini keberlanjutan bukan pilihan, melainkan pondasi yang dibutuhkan untuk menjalankan transformasi pariwisata Indonesia.

Kerangka pariwisata berkelanjutan InJourney ditopang oleh dua pilar utama, yaitu lingkungan (environment) dan sosial-ekonomi (socio-economic). Pilar lingkungan dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas aviasi dan pariwisata, sekaligus mendorong penerapan praktik ramah lingkungan di seluruh rantai nilai. Fokusnya adalah pengelolaan air dan limbah yang bertanggung jawab, penguatan strategi iklim dan lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati dan upaya konservasi.

Pada pilar sosial-ekonomi, InJourney menempatkan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai prioritas utama. Upaya ini diwujudkan melalui program peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, perluasan akses pendidikan, serta penguatan kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan UMKM. Pendekatan ini memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pengembangan pariwisata dapat dirasakan secara inklusif dan merata oleh masyarakat di sekitar destinasi.

“InJourney terus berkomitmen dalam menerapkan pariwisata berkelanjutan, khususnya melalui upaya penurunan emisi dan pengembangan ekosistem aviasi serta pariwisata yang berkelanjutan. Komitmen tersebut kami wujudkan melalui pemanfaatan energi terbarukan di sembilan bandara, elektrifikasi kendaraan dan peralatan operasional, pengelolaan air dan limbah berbasis ekonomi sirkular, serta penanaman 40.000 pohon mangrove. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk menghasilkan dampak lingkungan yang terukur dan mendukung target Net Zero Emission Indonesia,” tambah Herdy Harman.

TJSL & CSR Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh BUMN Track dengan didukung BTA Academy. Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan tata kelola TJSL yang baik, menghasilkan inovasi program, menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan, serta mampu mengintegrasikan pelaksanaan TJSL ke dalam strategi bisnis perusahaan.

Tahun ini, selain menilai kategori penghargaan berupa Pilar Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Hukum dan Tata Kelola, terdapat tambahan kategori khusus berupa ESG Excellence Award, CSV Excellence Award dan Leadership Award.

Pada tahun 2026, TJSL & CSR Award mengusung tema “Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan Creating Shared Value”. Tema tersebut mencerminkan perubahan cara pandang dunia usaha, di mana TJSL kini telah menjadi instrumen untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, meningkatkan reputasi perusahaan, memperkuat kepercayaan investor, serta menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat. Transformasi ini semakin penting di era Danantara Indonesia, ketika BUMN dituntut menjadi korporasi kelas dunia yang unggul dalam kinerja bisnis sekaligus memberikan dampak sosial yang nyata.

The post InJourney Raih Platinum ESG Excellence Award 2026, Perkuat Komitmen Membangun Pariwisata Berkelanjutan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/injourney-raih-platinum-esg-excellence-award-2026-perkuat-komitmen-membangun-pariwisata-berkelanjutan/feed/ 0
InJourney Destination Management Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata di Kawasan Borobudur https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-perkuat-kompetensi-pemandu-wisata-di-kawasan-borobudur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-destination-management-perkuat-kompetensi-pemandu-wisata-di-kawasan-borobudur https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-perkuat-kompetensi-pemandu-wisata-di-kawasan-borobudur/#respond Thu, 30 Jul 2026 06:50:17 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17920

InJourney Destination Management (IDM) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House (IHH) bagi 60 pemandu wisata di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 28–30 Juli 2026, ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di […]

The post InJourney Destination Management Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata di Kawasan Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management (IDM) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House (IHH) bagi 60 pemandu wisata di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 28–30 Juli 2026, ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Nasional Borobudur.

Direktur Operasi PT Taman Wisata Borobudur Supriadi Jufri, mengatakan bahwa pemandu wisata memiliki peran strategis sebagai representasi wajah destinasi di hadapan wisatawan.

“Bapak-ibu merupakan garda terdepan sekaligus wajah pariwisata Borobudur. Profesionalisme, kemampuan menyampaikan informasi, serta kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan wisatawan, menjadi nilai tambah yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung. Kami berharap seluruh ilmu ini dapat diterapkan secara nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” jelasnya.

Melalui InJourney Hospitality House, para peserta memperoleh pembekalan yang komprehensif, mulai dari pemahaman mengenai hospitality, pelatihan bahasa Inggris praktis, penerapan prinsip sustainability dalam pariwisata, pengembangan dan storytelling potensi lokal, hingga pemanfaatan digital marketing sebagai sarana menyebarluaskan informasi positif mengenai destinasi kepada masyarakat.

Pelatihan tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membangun standar pelayanan yang semakin profesional sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus meningkatkan daya saing kawasan Borobudur di tingkat nasional maupun internasional.

“Dunia pariwisata ke depan membutuhkan profesionalisme yang semakin tinggi. Oleh karena itu, pelatihan, peningkatan kapasitas, dan penambahan wawasan harus terus dilakukan. Dengan terus meng-upgrade kompetensi, kita akan mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memenuhi ekspektasi wisatawan yang terus meningkat,” jelas Supriadi Jufri.

Supriadi juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

“Kami berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui InJourney Hospitality House dapat terus terjaga. Pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku wisata, dan dunia usaha. Kami percaya melalui kerja sama yang baik, Borobudur akan semakin berdaya saing, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia.”

Salah satu pemandu wisata Borobudur Andini Fajarriani mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat mendukung profesinya dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“InJourney Destination Management sangat membantu perkembangan pariwisata di Borobudur. Ilmu yang saya dapatkan sangat banyak, mulai dari perkembangan pariwisata, keramahtamahan, hingga bahasa Inggris yang sangat berguna saat mendampingi wisatawan. Harapan saya, pariwisata Borobudur semakin berkembang, semakin maju, konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik, sehingga setiap wisatawan yang datang merasa senang dan ingin kembali lagi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Dibyo, pemandu wisata Borobudur lainnya. Ia menilai pelatihan tersebut menjadi sarana peningkatan kompetensi sekaligus penyamaan standar pelayanan di kawasan.

“Selama tiga hari ini kami mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dalam melayani tamu. Semoga pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak pelaku wisata, sehingga narasi yang disampaikan kepada wisatawan maupun standar pelayanan di kawasan Borobudur dapat semakin baik dan seragam.”

Melalui InJourney Hospitality House, InJourney Destination Management terus memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan destinasi. Pengembangan kapasitas pelaku wisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat citra positif destinasi, serta menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi setiap pengunjung.

Ke depan, IDM akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas SDM sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi budaya kelas dunia yang berdaya saing.

The post InJourney Destination Management Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata di Kawasan Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-perkuat-kompetensi-pemandu-wisata-di-kawasan-borobudur/feed/ 0
Peringati Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Melestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Penerus Bangsa https://injourneydestination.id/peringati-hari-anak-nasional-injourney-perkuat-komitmen-melestarikan-warisan-budaya-melalui-generasi-penerus-bangsa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peringati-hari-anak-nasional-injourney-perkuat-komitmen-melestarikan-warisan-budaya-melalui-generasi-penerus-bangsa https://injourneydestination.id/peringati-hari-anak-nasional-injourney-perkuat-komitmen-melestarikan-warisan-budaya-melalui-generasi-penerus-bangsa/#respond Wed, 22 Jul 2026 08:49:40 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17866

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berkolaborasi dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko atau InJourney Destination Management menyelenggarakan program InJourney Community Care dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang jatuh pada 23 Juli 2026 dengan mengusung tema “Mewujudkan Mimpi, Melestarikan Indonesia”. Melalui momentum Hari Anak Nasional, InJourney menghadirkan berbagai aktivitas […]

The post Peringati Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Melestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Penerus Bangsa first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berkolaborasi dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko atau InJourney Destination Management menyelenggarakan program InJourney Community Care dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang jatuh pada 23 Juli 2026 dengan mengusung tema “Mewujudkan Mimpi, Melestarikan Indonesia”.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, InJourney menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang dirancang untuk membangun karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap budaya dan lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi Leaders’ Inspiration & Heritage Commitment, Interactive Forum, Creative Workshop, dan Sustainability Challenge, yang memberikan pengalaman belajar secara partisipatif di kawasan Candi Prambanan.

InJourney juga mengajak lebih dari 500 pelajar dari kawasan Prambanan, Kalasan, Berbah, serta Forum Anak Kabupaten Sleman untuk belajar, berkreasi, dan mengenal lebih dekat warisan budaya Indonesia melalui pengalaman langsung di kawasan Candi Prambanan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan, InJourney juga menyalurkan bantuan kepada sekolah-sekolah di sekitar kawasan Prambanan yang memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan seni dan budaya lokal, yaitu SMP Negeri 2 Prambanan, SMP Negeri 3 Berbah, dan SMP Negeri 2 Kalasan. Bantuan tersebut juga diserahkan di komunitas seni Sanggar Tari Ganesa Kebondalem Kidul dan Sanggar Seni Sekar Ngrayung Bokoharjo.

Bantuan tersebut difokuskan pada penyediaan sarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler seni budaya, seperti seni tari, karawitan, tembang macapat, hingga kelompok wiyogo. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat ruang belajar bagi anak-anak untuk terus mengenal, mempraktikkan, dan melestarikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari strategi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang berkelanjutan. Melalui momentum Hari Anak Nasional, InJourney tak hanya menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak namun juga menanamkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi bagi generasi penerus bangsa. “Sebagai strategic holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney percaya bahwa budaya merupakan keunggulan kompetitif Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Karena itu, melestarikan budaya saja tidak cukup hanya menjaga situs warisan seperti Candi Prambanan, namun juga memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus hidup melalui generasi-generasi penerus,” tutur Herdy.

Pemilihan Kawasan Candi Prambanan sebagai lokasi penyelenggaraan Hari Anak Nasional bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu mahakarya warisan budaya dunia UNESCO yang telah berdiri lebih dari seribu tahun, Candi Prambanan merupakan warisan luhur bangsa yang merepresentasikan kejayaan peradaban Nusantara. Lebih dari sekadar kompleks candi, Prambanan menjadi simbol harmoni antara budaya, alam, dan masyarakat yang telah terjaga lintas generasi.

Bagi InJourney, nilai-nilai tersebut menjadikan Prambanan sebagai ruang belajar yang hidup (living heritage). Di tempat inilah anak-anak dapat mengenal sejarah, memahami akar budayanya, belajar menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia melalui pengalaman yang menyenangkan dan kontekstual.

Melalui semangat “Wujudkan Mimpi, Lestarikan Indonesia”, InJourney percaya bahwa pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan bersejarah agar tetap berdiri kokoh, tetapi juga tentang menumbuhkan generasi yang memahami, mencintai, dan meneruskan nilai-nilai luhur bangsa. Sebagaimana Candi Prambanan telah menjadi simbol harmoni antara budaya, alam, dan masyarakat selama lebih dari seribu tahun, InJourney berkomitmen untuk memastikan warisan tersebut tetap hidup melalui anak-anak Indonesia yang kelak akan menjadi penjaga masa depan warisan budaya bangsa.

Melalui InJourney Destination Management sebagai pengelola destinasi heritage, InJourney berkomitmen menjadikan setiap destinasi tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya. Pengelolaan destinasi dilakukan dengan prinsip bahwa warisan budaya harus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar sekaligus tetap relevan bagi generasi masa depan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management Joel Siahaan mengatakan Candi Prambanan merupakan ekosistem yang harus memberikan manfaat sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, pendekatan yang kami lakukan adalah pengelolaan yang inklusif dan berbasis kolaborasi.

“Kami melibatkan masyarakat dalam berbagai aspek pengembangan destinasi. Mulai dari pemberdayaan UMKM dan komunitas lokal dalam program InJourney Hospitality House, serta pelibatan seniman dan pelaku budaya lokal di berbagai kegiatan yang kami selenggarakan di destinasi,” jelas Joel Siahaan.

Candi Prambanan merupakan ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat. Berbagai program edukasi seperti outing class, Junior Wanderer, Sanggar Lestari Cagar Budaya, kegiatan Pramuka, pelatihan mitigasi bencana bagi anak, hingga berbagai aktivitas komunitas kami hadirkan agar masyarakat memiliki kedekatan dengan warisan budaya ini.

“Bagi kami, living heritage berarti warisan budaya yang tetap hidup, relevan, dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini tanpa mengurangi nilai autentisitas maupun kelestariannya. Karena itu, pengelolaan kami selalu berupaya menyeimbangkan tiga aspek utama, yaitu pelestarian cagar budaya, pemanfaatan yang bertanggung jawab, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya harus berjalan beriringan,” lanjut Joel Siahaan.

Sebagai informasi, program InJourney Community Care juga dilaksanakan di seluruh lini bisnis InJourney dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perusahaan. InJourney Airports menyelenggarakan kegiatan di 31 bandara melalui bantuan perlengkapan pendidikan bagi siswa di sekitar bandara, edukasi keselamatan penerbangan dan keamanan bandara, program School Goes to Airport, hingga pengenalan profesi di lingkungan aviasi dan kebandarudaraan.

InJourney Hospitality (Hotel Indonesia Natour/HIN) menggelar lebih dari 20 rangkaian kegiatan di berbagai hotel di Indonesia, seperti Hotel Discovery, Career Exploration, Cooking Class, Local Culture Experience, pelepasan tukik, hingga program inklusif bagi anak penyandang disabilitas dan anak panti asuhan. Sarinah melaksanakan program “Belajar dan Bermain bersama Sarinah: Membaca untuk Bumi, Bertumbuh untuk Negeri” di SD Negeri Kauman 1 Kota Malang bagi 100 siswa, melalui bantuan perlengkapan sekolah, storytelling, permainan edukatif, serta pembagian bibit tanaman sebagai edukasi lingkungan.

InJourney Tourism Destination Corporation (ITDC) menyelenggarakan National Children’s Day & School Holiday Celebration di The Nusa Dua, Bali, dengan memberikan paket sarana sekolah, ibadah, serta fasilitas edukasi dan terapi kepada 50 anak dari YPAC Bali dan yayasan yatim. Sementara itu, InJourney Aviation Services (IAS) berpartisipasi melalui pengenalan profesi aviation services, sesi storytelling, pembagian 120 buku cerita IAS Anak Indonesia dan 1500 bantuan tas serta perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim pada kegiatan kick-off InJourney Community Care di Bogor.

Seluruh rangkaian program tersebut memperkuat semangat kolaborasi InJourney Group dalam menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas melalui pendidikan, pengembangan karakter, pelestarian budaya, hingga pengenalan profesi bagi generasi penerus bangsa.

The post Peringati Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Melestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Penerus Bangsa first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/peringati-hari-anak-nasional-injourney-perkuat-komitmen-melestarikan-warisan-budaya-melalui-generasi-penerus-bangsa/feed/ 0
HUT Ke-46 PT TWC: Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri, Mewujudkan Hunian Layak dan Harapan Baru bagi Masyarakat Borobudur  https://injourneydestination.id/hut-ke-46-pt-twc-dari-kita-untuk-kita-bagi-negeri-mewujudkan-hunian-layak-dan-harapan-baru-bagi-masyarakat-borobudur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hut-ke-46-pt-twc-dari-kita-untuk-kita-bagi-negeri-mewujudkan-hunian-layak-dan-harapan-baru-bagi-masyarakat-borobudur https://injourneydestination.id/hut-ke-46-pt-twc-dari-kita-untuk-kita-bagi-negeri-mewujudkan-hunian-layak-dan-harapan-baru-bagi-masyarakat-borobudur/#respond Tue, 14 Jul 2026 04:42:15 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17837

Mukodin dan Hariyanto akhirnya dapat menikmati hari-hari tua mereka dengan rasa tenang di rumah yang berdiri kokoh dan layak huni. Bagi dua warga Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang tersebut, rumah bukan lagi sekadar tempat berteduh, melainkan ruang yang menghadirkan rasa aman, harapan, serta semangat baru untuk menjalani kehidupan bersama keluarga. Perubahan itu terwujud melalui Program Tanggung […]

The post HUT Ke-46 PT TWC: Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri, Mewujudkan Hunian Layak dan Harapan Baru bagi Masyarakat Borobudur  first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Mukodin dan Hariyanto akhirnya dapat menikmati hari-hari tua mereka dengan rasa tenang di rumah yang berdiri kokoh dan layak huni. Bagi dua warga Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang tersebut, rumah bukan lagi sekadar tempat berteduh, melainkan ruang yang menghadirkan rasa aman, harapan, serta semangat baru untuk menjalani kehidupan bersama keluarga.

Perubahan itu terwujud melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) yang memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat di sekitar kawasan destinasi. 

Program ini mengarah kepada dua warga Desa Borobudur yang selama ini bekerja sebagai buruh, yakni Mukodin, warga Dusun Ngaran 1, serta Hariyanto, warga Dusun Bogowanti Kidul.

Sebelum memperoleh bantuan, Mukodin harus menjalani hari-harinya di rumah semi permanen yang kondisinya jauh dari kata layak. Atap rumah kerap bocor saat hujan turun, dinding yang terbuat dari anyaman bambu (gedheg) yang telah rapuh dimakan usia, sementara lantainya masih berupa tanah. 

Bahkan, sebagian bangunan roboh akibat diterpa hujan deras dan angin kencang karena konstruksi rumah yang sudah tidak lagi mampu menopang beban. Kondisi tersebut menghadirkan kekhawatiran akan keselamatan keluarganya setiap kali musim penghujan tiba.

Melalui bantuan dari PT TWC, rumah Mukodin kini dibangun kembali menjadi hunian permanen yang lebih kokoh, sehat, aman, serta memenuhi standar rumah layak huni. Perubahan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga.

“Tidak pernah mengira dapat bantuan ini. Kalau ditanya senang, tentu sangat senang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, khususnya PT TWC dan Pemerintah Kabupaten Magelang,” ungkapnya penuh haru.

Kisah serupa juga dialami Hariyanto. Ia sebelumnya menempati rumah non permanen yang mengalami kerusakan berat. Bangunan rumah dalam kondisi miring dan nyaris roboh, masih berlantai tanah, serta belum dilengkapi fasilitas kamar mandi yang memadai. 

Melalui bantuan pembangunan rumah, Hariyanto kini dapat tinggal di hunian yang lebih nyaman, sehat, dan aman, sehingga keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih layak untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Program bantuan rumah layak huni tersebut diresmikan pada Selasa (14/7/2026) di kediaman Mukodin di Dusun Ngaran 1, Desa Borobudur. Peresmian menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 PT TWC sekaligus merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan Borobudur.

Mewakili Bupati Magelang, Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT TWC dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, penyediaan rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Program ini merupakan wujud nyata kepedulian PT TWC dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, aman, dan sehat. Pemerintah Kabupaten Magelang menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut,” ujar David.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang bersama jajaran PT TWC turut menandatangani prasasti sebagai simbol diresmikannya program bantuan rumah layak huni. Prosesi tersebut menjadi penanda komitmen bersama antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memperluas kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga rumah yang telah dibangun ini menjadi tempat yang menghadirkan kebahagiaan, kesehatan, rasa aman, dan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat. Kami juga berharap semakin banyak pihak yang turut berpartisipasi melalui program-program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” jelas David.

David juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi persoalan rumah tidak layak huni di Kabupaten Magelang. Ia berharap pemerintah desa bersama pendamping desa terus memperbarui data rumah tidak layak huni sebagai dasar penyusunan prioritas penanganan. Berdasarkan data yang ada, Kecamatan Borobudur masih memiliki sekitar 1.000 rumah tidak layak huni yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

Direktur PT Taman Wisata Borobudur (TWB) Mardijono Nugroho menegaskan bahwa program rumah layak huni merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan keberadaan destinasi wisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, sebagai pengelola destinasi wisata prioritas nasional sekaligus kawasan warisan budaya dunia, PT TWC memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat. Oleh karena itu, setiap program yang dijalankan perusahaan diarahkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan kawasan secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen memberikan dampak positif bagi kawasan. Borobudur bukan hanya milik Desa Borobudur, tetapi merupakan kawasan strategis yang mencakup Kabupaten Magelang. Karena itu, manfaat yang dihadirkan perusahaan juga harus dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara PT TWC, Pemerintah Kabupaten Magelang, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, upaya percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem dan penanganan rumah tidak layak huni di kawasan Borobudur diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. 

Program ini menjadi bukti bahwa pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem Borobudur.

The post HUT Ke-46 PT TWC: Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri, Mewujudkan Hunian Layak dan Harapan Baru bagi Masyarakat Borobudur  first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/hut-ke-46-pt-twc-dari-kita-untuk-kita-bagi-negeri-mewujudkan-hunian-layak-dan-harapan-baru-bagi-masyarakat-borobudur/feed/ 0
PT TWC Rayakan HUT Ke-46 Tahun: Resmikan Dua Rumah Layak Huni di Kawasan Borobudur & Promo Spesial kepada Wisatawan https://injourneydestination.id/pt-twc-rayakan-hut-ke-46-tahun-resmika-dua-rumah-layak-huni-di-kawasan-borobudur-promo-spesial-kepada-wisatawan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pt-twc-rayakan-hut-ke-46-tahun-resmika-dua-rumah-layak-huni-di-kawasan-borobudur-promo-spesial-kepada-wisatawan https://injourneydestination.id/pt-twc-rayakan-hut-ke-46-tahun-resmika-dua-rumah-layak-huni-di-kawasan-borobudur-promo-spesial-kepada-wisatawan/#respond Tue, 14 Jul 2026 01:53:09 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17824

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) (PT TWC) atau InJourney Destination Management (IDM) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 bertema “Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri”. Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan perusahaan selama lebih dari empat dekade dalam membangun destinasi wisata berbasis pelestarian budaya melalui semangat kebersamaan, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi […]

The post PT TWC Rayakan HUT Ke-46 Tahun: Resmikan Dua Rumah Layak Huni di Kawasan Borobudur & Promo Spesial kepada Wisatawan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) (PT TWC) atau InJourney Destination Management (IDM) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 bertema “Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri”. Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan perusahaan selama lebih dari empat dekade dalam membangun destinasi wisata berbasis pelestarian budaya melalui semangat kebersamaan, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Mengusung semangat tersebut, rangkaian peringatan HUT ke-46 PT TWC tidak hanya menjadi momentum perayaan perjalanan perusahaan, tetapi juga wujud komitmen PT TWC untuk terus menghadirkan dampak sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat, sejalan dengan transformasi perusahaan sebagai pengelola destinasi pariwisata berbasis warisan budaya yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) Febrina Intan mengatakan bahwa tema “Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri” merupakan pengingat bahwa setiap langkah yang dilakukan perusahaan berawal dari kontribusi seluruh insan perusahaan dan pada akhirnya harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa.

“Empat puluh enam tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi perjalanan membangun nilai bersama. Melalui tema ‘Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri’, kami ingin menegaskan bahwa kekuatan terbesar perusahaan lahir dari kolaborasi seluruh insan PT TWC, para mitra, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Dari semangat kebersamaan itulah kami terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat, melestarikan warisan budaya, serta mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Aksi Sosial

Memasuki usia ke-46, PT TWC percaya bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang sejauh mana perusahaan berkembang, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat diwariskan kepada masyarakat dan negeri. Dari semangat yang lahir dari setiap insan perusahaan, tumbuh harapan, kolaborasi, dan keberdayaan yang akan terus mengalir dari kita, untuk kita, bagi negeri.

Mengusung tema ‘Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri’, peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Tahun Berdaya, Merayakan Perjalanan dan Makna menjadi refleksi atas perjalanan panjang perusahaan dalam membangun nilai bersama seluruh insan perusahaan, masyarakat dan para pemangku kepentingan. Sebagai wujud nyata dari semangat tersebut, rangkaian HUT ke-46 PT TWC diisi dengan berbagai program sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan keluarga besar perusahaan.

Komitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat diwujudkan melalui peresmian pembangunan dua rumah layak huni di kawasan Borobudur. Dua rumah yang dibangun merupakan rumah milik Mukodin yang beralamat di Dusun Ngaran I, Borobudur dan rumah milik bapak Hariyono di Dusun Bogowanti Kidul, Borobudur, Magelang. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, sehat, dan layak, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara destinasi wisata dengan masyarakat di sekitarnya.

“Komitmen keberlanjutan tidak hanya berfokus pada pelestarian fisik candi, tetapi juga pada penguatan Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan sebuah destinasi wisata diukur dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitarnya,” jelasnya.

PT TWC melalui program InJourney Community Care menyalurkan 46 kambing kepada delapan desa di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Delapan desa tersebut meliputi Desa Tlogo, Desa Bugisan, Desa Kokosan, Desa Kebondalem Kidul, Desa Pereng di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Kelurahan Bokoharjo, Kelurahan Sambirejo di Kecamatan Prambanan, Sleman dan Kelurahan Tamanmartani di Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari keberpihakan terhadap pengembangan usaha peternakan kambing di desa yang berada di kawasan Candi Prambanan.

PT TWC akan menyerahkan Beasiswa Bhakti Budaya yang kepada 46 anak-anak karyawan yang lolos seleksi akademik maupun nonakademik. Program di tahun kedua ini merupakan bagian dari apresiasi atas dedikasi para garda terdepan yang selama ini menjaga kualitas layanan dan kelestarian kawasan destinasi. Melalui beasiswa tersebut, perusahaan ingin membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda lokal untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik sebagai bekal membangun masa depan.

Di bidang kemanusiaan, PT TWC bekerja sama dengan PMI dan Dompet Dhuafa mengadakan gerakan donor darah bertajuk “Setetes Makna Sejuta Harapan” yang melibatkan seluruh insan perusahaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap sesama, tetapi juga mengajak setiap karyawan untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan yang sederhana namun memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Setiap tetes darah yang didonorkan menjadi representasi semangat gotong royong, solidaritas, dan nilai kemanusiaan yang terus dijaga oleh perusahaan.

“Kami percaya bahwa keberdayaan bukan hanya diukur dari capaian bisnis atau jumlah pengunjung destinasi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu kami hadirkan bagi sesama. Ketika anak-anak memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, masyarakat memiliki rumah yang lebih layak untuk dihuni, dan aksi kemanusiaan dapat menyelamatkan kehidupan orang lain, di situlah perjalanan perusahaan menemukan makna yang sesungguhnya,” jelasnya.

Rangkaian HUT ke-46 PT TWC akan diawali pada 14 Juli 2026 dengan kegiatan “Menyambung Jejak, Melanjutkan Makna”, yaitu ziarah ke makam Direktur Utama pertama  PT TWC, Alm Bapak Boediardjo, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan beliau yang telah meletakkan fondasi perusahaan hingga menjadi salah satu pengelola destinasi warisan budaya terdepan di Indonesia.

Puncak perayaan HUT ke-46 digelar pada 15 Juli 2026 melalui kegiatan “46 Tahun Berdaya, Merayakan Perjalanan dan Makna” yang menghadirkan keluarga besar PT TWC bersama masyarakat sekitar di Kantor Pusat PT TWC. Perayaan ini dikemas sebagai ruang kebersamaan yang memadukan tradisi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Prosesi puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh jajaran Komisaris dan Direksi bersama perwakilan karyawan dan perwakilan masyarakat, serta dimeriahkan dengan rayahan begalan peralatan kerja sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan perusahaan sekaligus harapan akan keberlimpahan di masa mendatang. Suasana perayaan semakin semarak melalui pertunjukan musik keroncong, gamelan, serta sajian kuliner dari puluhan pelaku UMKM di sekitar kawasan Prambanan, yang menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

Promo Spesial HUT

Tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan budaya, di momen HUT Ke-46 PT TWC juga menyiapkan beragam program spesial bagi wisatawan. Salah satunya adalah Flash Sale tiket Rp4.600,00 untuk tiket masuk kawasan Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Promo ini berlaku pada 15 Juli 2026 pukul 12.00 WIB dengan kuota terbatas hanya melalui transaksi online.

PT TWC juga menghadirkan program 46 Lifetime Access atau akses masuk gratis seumur hidup ke destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko dan Taman Mini Indonesia Indah bagi 46 pengunjung pertama yang berusia 46 tahun. Wisatawan cukup menunjukkan KTP atau identitas resmi yang masih berlaku. Program ini bersifat personal dan tidak dapat dipindahtangankan. Sementara, program Lifetime Access ini hanya berlaku untuk kunjungan reguler atau pelataran candi saja.

Di tanggal 15 Juli 2026, PT TWC menghadirkan 46 Upgrade Experience untuk menyempurnakan liburanmu di destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko dan TMII berupa akses guided tour, shuttle/golf cart, Ramayana Ballet Ticket dan  voucher makanan dan minuman, maupun berbagai benefit lainnya. Voucher diberikan secara acak dan dapat ditukarkan pada hari kunjungan selama persediaan masih tersedia.

PT TWC menghadirkan pengalaman berwisata juga akan semakin menarik melalui program 46 Treasure Hunt, yaitu serunya berburu 46 amplop kejutan yang disembunyikan di kawasan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Setiap amplop berisi voucher hadiah berupa merchandise eksklusif, voucher food and beverage, voucher wisata maupun hadiah spesial lainnya yang dapat langsung ditukarkan oleh pengunjung sesuai ketentuan program.

Melalui rangkaian peringatan HUT ke-46 ini, PT TWC menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga mampu melestarikan warisan budaya, memberdayakan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Indonesia. 

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, TWC menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai perusahaan yang tidak hanya menjaga dan mengembangkan destinasi warisan budaya kelas dunia, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. 

“Empat puluh enam tahun menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh. Kami ingin terus bertumbuh bersama masyarakat, memperkuat pelestarian warisan budaya, menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, sekaligus memastikan setiap langkah perusahaan memberikan nilai tambah bagi negeri. Inilah makna sesungguhnya Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri,” tutup Febrina Intan.

The post PT TWC Rayakan HUT Ke-46 Tahun: Resmikan Dua Rumah Layak Huni di Kawasan Borobudur & Promo Spesial kepada Wisatawan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/pt-twc-rayakan-hut-ke-46-tahun-resmika-dua-rumah-layak-huni-di-kawasan-borobudur-promo-spesial-kepada-wisatawan/feed/ 0
InJourney Hospitality House Perkuat Kualitas SDM Pariwisata di Sekitar Candi Prambanan https://injourneydestination.id/injourney-hospitality-house-perkuat-kualitas-sdm-pariwisata-di-sekitar-candi-prambanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-hospitality-house-perkuat-kualitas-sdm-pariwisata-di-sekitar-candi-prambanan https://injourneydestination.id/injourney-hospitality-house-perkuat-kualitas-sdm-pariwisata-di-sekitar-candi-prambanan/#respond Thu, 25 Jun 2026 03:08:32 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17798

InJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Hospitality House (IHH) menyelenggarakan pelatihan keramahtamahan bagi 60 peserta yang terdiri dari pelaku wisata dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tlogo, Desa Kokosan, dan Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.  Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 23–25 Juni 2026 ini menjadi […]

The post InJourney Hospitality House Perkuat Kualitas SDM Pariwisata di Sekitar Candi Prambanan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Hospitality House (IHH) menyelenggarakan pelatihan keramahtamahan bagi 60 peserta yang terdiri dari pelaku wisata dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tlogo, Desa Kokosan, dan Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 23–25 Juni 2026 ini menjadi bagian dari komitmen IDM dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pendukung pariwisata di kawasan Candi Prambanan yang terletak di dua wilayah provinsi, yaitu provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Pgs Corporate Secretary Group Head IDM Bayu Arsan menyampaikan bahwa pelaksanaan IHH merupakan bagian dari upaya IDM dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara tepat, terukur, dan terarah dengan melibatkan masyarakat sekitar destinasi.

“Program ini merupakan upaya keberlanjutan untuk memperkenalkan dan memperkuat standar keramahtamahan bagi pelaku wisata di sekitar destinasi kami. Melalui program ini, kami ingin membangun budaya pelayanan yang ramah, profesional, dan berkesan bagi setiap wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan,” ujar Bayu Arsan.

Pelatihan IHH menghadirkan sejumlah materi pengembangan kapasitas, mulai dari pemahaman hospitality, berlatih bahasa Inggris sederhana, sustainability, hingga penggalian potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Melalui program ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, serta mampu menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi pengunjung.

IDM mendukung pengembangan kapasitas masyarakat di sekitar destinasi. Hal ini menjadi aspek penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Terlebih dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Prambanan, masyarakat sekitar perlu memiliki kemampuan untuk menangkap peluang ekonomi yang muncul dari aktivitas pariwisata.

“Dibukanya akses Tol Prambanan, kita bisa melihat betapa besarnya potensi kunjungan yang datang ke Prambanan. Hal ini menjadi peluang besar yang sangat disayangkan apabila kita tidak mampu melakukan penetrasi peluang ini. Kita harus mampu mendorong pengunjung menjadi pelanggan yang membeli dan berbelanja produk masyarakat sekitar,” jelasnya.

Kapokja Destinasi Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten Sumarsono mengapresiasi penyelenggaraan program IHH sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pariwisata daerah. Menurutnya, keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada potensi destinasi, tetapi juga keterlibatan masyarakat sebagai subjek sekaligus penerima manfaat dari kegiatan pariwisata.

“Keterlibatan seluruh masyarakat menjadi hal yang penting, baik sebagai subjek maupun penerima manfaat. Keberhasilan jangka panjang memerlukan proses dan koordinasi untuk mewujudkan masyarakat sadar wisata, yaitu masyarakat yang memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Sapta Pesona,” ungkap Sumarsono.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM ini menjadi kunci agar pariwisata Kabupaten Klaten mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. 

“Selain potensi alam yang kita miliki, sangat perlu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kita mampu menghadirkan pariwisata yang kompetitif di pasar nasional dan global. Kami mengucapkan terima kasih kepada IDM yang senantiasa memberikan perhatian penuh kepada pariwisata di Kabupaten Klaten,” ujarnya.

Camat Prambanan Rasidi turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program IHH. Ia menilai Kecamatan Prambanan memiliki potensi pariwisata yang besar sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk terus berkembang.

“Pariwisata di Kecamatan Prambanan sangat luar biasa. Kita harus bersama-sama membersamai dan meningkatkan pariwisata di wilayah ini. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan IHH dengan baik sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat,” kata Raisidi.

Salah satu peserta IHH, Tiara, yang merupakan pelaku usaha kerajinan batik ecoprint dan mengelola bimbingan belajar bahasa Inggris menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang relevan bagi pengembangan usahanya. Ia menilai materi hospitality memberikan pemahaman bahwa hal sederhana seperti senyuman dapat memberikan dampak besar terhadap pengalaman wisatawan. 

“Kita hanya tersenyum saja itu sudah berpengaruh kepada tamu. Ketika bertemu tamu, kita tersenyum, tamu juga akan ikut tersenyum. Apalagi kita sudah mengetahui cara yang lebih baik, seperti bercerita dan menunjukkan keramahtamahan, itu sangat penting,” jelasnya.

Tiara juga mengapresiasi materi mengenai teknik bercerita, bahasa tubuh, dan bahasa Inggris yang dinilai dapat membantu pelaku usaha dalam berinteraksi dengan wisatawan. 

“Berlatih cara bercerita menjadi salah satu hal yang menarik wisatawan. Cara kita menyampaikan, cara membawa diri, gestur, bahasa tubuh, termasuk belajar bahasa asing seperti bahasa Inggris, itu sangat menarik,” ujarnya.

Sementara itu, Sustainability Division Head IDM Ismiyati berharap bahwa pelatihan IHH tidak berhenti pada kegiatan tatap muka, tetapi akan dilanjutkan melalui komunikasi dan kolaborasi antarpartisipan. 

“Kami berharap pelatihan ini menjadi awal yang baik. Kami sudah membentuk grup sebagai wadah komunikasi dan sangat terbuka untuk terus berdiskusi. Di dalamnya juga terdapat para trainer yang dapat mendukung proses pembelajaran lanjutan,” ujar Ismiyati.

Ismiyati juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah setelah peserta memahami potensi yang dimiliki masing-masing desa. 

“Dari sesi terakhir, peserta sudah mengetahui potensi-potensi di wilayah masing-masing. Kalau kita sudah memahami potensi, kita akan memahami apa yang bisa kita lakukan bersama,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House, IDM berharap masyarakat sekitar kawasan Prambanan tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan pariwisata, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, ramah, dan berkelanjutan.

The post InJourney Hospitality House Perkuat Kualitas SDM Pariwisata di Sekitar Candi Prambanan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/injourney-hospitality-house-perkuat-kualitas-sdm-pariwisata-di-sekitar-candi-prambanan/feed/ 0
InJourney Community Care Hadirkan Pelatihan Fotografi bagi Juru Foto di Destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko https://injourneydestination.id/injourney-community-care-hadirkan-pelatihan-fotografi-bagi-juru-foto-di-destinasi-taman-wisata-candi-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-community-care-hadirkan-pelatihan-fotografi-bagi-juru-foto-di-destinasi-taman-wisata-candi-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko https://injourneydestination.id/injourney-community-care-hadirkan-pelatihan-fotografi-bagi-juru-foto-di-destinasi-taman-wisata-candi-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko/#respond Thu, 11 Jun 2026 07:16:40 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17696

InJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Community Care menyelenggarakan pelatihan fotografi bagi para juru foto di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IDM dalam meningkatkan kapasitas SDM pariwisata sekaligus memperkuat kualitas pelayanan di destinasi warisan dunia. Pelatihan ini diikuti oleh 76 anggota Koperasi […]

The post InJourney Community Care Hadirkan Pelatihan Fotografi bagi Juru Foto di Destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Community Care menyelenggarakan pelatihan fotografi bagi para juru foto di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IDM dalam meningkatkan kapasitas SDM pariwisata sekaligus memperkuat kualitas pelayanan di destinasi warisan dunia.

Pelatihan ini diikuti oleh 76 anggota Koperasi Pariwisata (Kopari) Borobudur dan 32 anggota Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan (Kopapra) yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem pelayanan wisata di kawasan Taman Wisata Candi. 

General Manager Prambanan dan Ratu Boko Leonardus Adityo Nugroho mengatakan bahwa fotografi memiliki peran strategis dalam industri pariwisata modern karena tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi medium yang mampu menghadirkan pengalaman dan cerita bagi wisatawan.

“Fotografi tidak sekadar menghasilkan dokumentasi, tetapi merupakan media yang mampu menghadirkan cerita, membangun citra destinasi, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Setiap foto yang dihasilkan dapat menjadi jendela yang menghubungkan wisatawan dengan nilai-nilai sejarah, budaya, dan keindahan yang dimiliki Candi Prambanan,” ujarnya, Rabu (18/6/2026).

Pemateri pelatihan fotografi juru foto Prambanan adalah fotografer Harian Kompas Ferganata Indra. Sementara pemateri pelatihan fotografi juru foto Borobudur adalah fotografer Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Anis Efizudin.

Selain materi fotografi, peserta juga mendapat materi terkait pelayanan prima (hospitality) yang relevan dengan kebutuhan para juru foto wisata saat berinteraksi langsung dengan pengunjung. Pelatihan juga menitikberatkan pada penguatan pelayanan prima, komunikasi dengan wisatawan serta kemampuan membangun narasi visual yang mampu memperkuat citra destinasi.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui pengetahuan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai perkembangan dunia fotografi wisata dan standar pelayanan di destinasi kelas dunia.

Menurut General Manager Prambanan dan Ratu Boko, keberadaan fotografer wisata menjadi salah satu elemen penting yang berinteraksi langsung dengan pengunjung dan turut membentuk pengalaman wisata selama berada di kawasan destinasi.

“Candi Prambanan membutuhkan dukungan para fotografer yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menghasilkan gambar yang baik, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai narasi yang ingin disampaikan melalui setiap karya visual. Melalui pelatihan ini, kami berharap para fotografer dapat semakin memahami bagaimana mengabadikan momen sekaligus menghadirkan cerita yang memperkuat daya tarik destinasi,” tambahnya.

Commercial Group Head PT Taman Wisata Borobudur AY Suhartanto mendorong peserta untuk aktif berdiskusi selama pelatihan agar dapat saling bertukar pengalaman dan memperkaya wawasan mengenai pelayanan wisata yang berkualitas.

“Selain kemampuan fotografi, aspek hospitality juga menjadi hal yang sangat penting. kami berharap para juru foto wisata dapat kembali me-refresh dan mengingat peran serta fungsinya di Borobudur, yaitu menghadirkan kenangan yang berkesan bagi wisatawan. Foto yang dihasilkan bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman dan nilai yang dibawa pulang oleh setiap pengunjung,” jelas Suhartanto.

Salah satu anggota Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan, Budaya, mengatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus profesionalisme para fotografer wisata. 

“Melalui pelatihan ini kami mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat menunjang kinerja kami dalam melayani wisatawan yang datang ke Candi Prambanan. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik sehingga pengunjung merasa puas dan memiliki pengalaman yang menyenangkan selama berada di sini,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi fotografer wisata saat ini adalah meningkatnya ekspektasi wisatawan terhadap kualitas layanan dan hasil foto yang diterima.

“Pelatihan ini membantu kami memahami kelebihan dan kekurangan yang ada. Evaluasi tersebut menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari cara menyambut wisatawan, berkomunikasi, bersikap sopan, hingga memberikan informasi yang jelas mengenai layanan fotografi. Harapannya, wisatawan merasa nyaman, betah, dan ingin kembali berkunjung ke Candi Prambanan,” ujarnya.

Ketua Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan (Kopapra) R Jarot Wuryanto, menjelaskan bahwa profesi fotografer wisata di kawasan Prambanan telah berkembang selama lebih dari tiga dekade dan terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi.

“Fotografer wisata di Prambanan sudah ada sejak tahun 1994. Saat itu kami masih menggunakan kamera analog dan polaroid. Perkembangan teknologi kemudian mendorong kami beralih ke sistem digital sejak akhir 1990-an. Setiap perubahan teknologi selalu kami ikuti melalui berbagai pelatihan agar para anggota dapat terus berkembang,” jelasnya.

Hingga saat ini, Kopapra memiliki 32 anggota yang dibagi dalam dua zona pelayanan di kawasan wisata. Kopapra memiliki keanggotaan dengan rentang usia anggota mulai dari 19 tahun hingga 70 tahun. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, Kopapra juga berencana melakukan pembaruan peralatan fotografi secara bertahap yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

“Regenerasi menjadi salah satu fokus kami. Anggota termuda saat ini berusia 19 tahun, sementara yang paling senior sekitar 70 tahun. Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah mengikuti perkembangan teknologi, tren fotografi, dan gaya visual yang terus berubah. Karena itu peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang sangat penting,” katanya.

Anggota Koperasi Pariwisata (Kopari) Borobudur Aan Suyitno menyambut positif dan menyampaikan apresiasi kepada InJourney Destination Management dan para tutor yang telah memberikan ruang pembelajaran bagi para fotografer wisata.

“Kami sangat berterima kasih kepada InJourney dan para tutor yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berdiskusi mengenai fotografi maupun pelayanan kepada wisatawan. Mudah-mudahan ilmu yang kami peroleh dapat bermanfaat dan meningkatkan kualitas kerja kami di lapangan,” kata Aan.

Aan menjelaskan bahwa keberadaan komunitas fotografer wisata di Borobudur telah berkembang selama puluhan tahun. Awalnya para fotografer tergabung dalam sebuah paguyuban bernama Bina Sejahtera sebelum kemudian bergabung dengan KUD Borobudur. 

Seiring perkembangan organisasi, muncul gagasan untuk mendirikan koperasi sendiri yang kemudian berdiri pada tahun 1996 dengan nama Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur.

“Saat ini unit fotografer di bawah Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur berjumlah 76 orang dengan empat anggota cadangan. Regenerasi terus berjalan, bahkan sebagian profesi ini telah diteruskan hingga generasi ketiga. Beberapa perintis masih aktif dan tetap eksis hingga sekarang,” ungkapnya.

InJourney Destination Management berkomitmen memberdayakan komunitas di sekitar destinasi melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan kapasitas sumber daya masyarakat. Diharapkan, peningkatan kompetensi para juru foto wisata ini tidak hanya menghasilkan layanan yang lebih profesional, tetapi juga turut memperkuat pengalaman wisatawan dan citra positif Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sebagai destinasi warisan budaya dunia yang berkualitas.

The post InJourney Community Care Hadirkan Pelatihan Fotografi bagi Juru Foto di Destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/injourney-community-care-hadirkan-pelatihan-fotografi-bagi-juru-foto-di-destinasi-taman-wisata-candi-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko/feed/ 0
Candi Prambanan Jadi Simbol Komitmen Kolaborasi Masyarakat Siaga Bencana https://injourneydestination.id/candi-prambanan-jadi-simbol-komitmen-kolaborasi-masyarakat-siaga-bencana/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=candi-prambanan-jadi-simbol-komitmen-kolaborasi-masyarakat-siaga-bencana https://injourneydestination.id/candi-prambanan-jadi-simbol-komitmen-kolaborasi-masyarakat-siaga-bencana/#respond Sun, 24 May 2026 08:04:10 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17599

Candi Prambanan jadi lokasi Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan dalam rangka peringatan 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana di Indonesia.  Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berkolaborasi dengan InJourney Destination Management. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hadirnya Pasar […]

The post Candi Prambanan Jadi Simbol Komitmen Kolaborasi Masyarakat Siaga Bencana first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Candi Prambanan jadi lokasi Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan dalam rangka peringatan 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana di Indonesia. 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berkolaborasi dengan InJourney Destination Management. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hadirnya Pasar Penyintas yang terdiri dari 20 UMKM lokal.

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan juga menyinggung ancaman megathrust dan pentingnya penguatan sistem penanganan bencana berbasis klaster. Menurutnya, kesiapsiagaan di daerah rawan seperti DIY dan Jawa Tengah tidak bisa dilakukan secara parsial. 

“Peringatan 20 tahun gempa bumi Jogja dan Jawa Tengah ini tidak sekedar menjadi momentum untuk mengenang peristiwa masa lalu. Peringatan ini harus menjadi sarana refleksi bersama untuk memuat atau memperkuat memori kolektif bangsa bahwa kesiapsiagaan merupakan investasi yang sangat penting dalam upaya mengurangi resiko bencana,” ucapnya. 

Gempa Jogja 2006 menjadi titik balik dalam cara pandang masyarakat terhadap risiko bencana. Pemerintah kini mendorong perubahan dari sekadar memahami risiko menuju aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui gerakan KitaTangguh. 

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana, Andre Notohamijoyo, menjelaskan gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama: budaya tangguh, kolaborasi tangguh, dan dasbor tangguh.

Budaya tangguh menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memahami risiko. Kolaborasi tangguh mendorong sinergi lintas sektor, sedangkan dasbor tangguh memanfaatkan teknologi dan data untuk meningkatkan kecepatan respons.

“Kita butuh sistem berbasis data agar penanganan bencana lebih presisi dan responsif,” jelasnya.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti yang membacakan sambutan Gubernur DIY menyampaikan bahwa masyarakat DIY hidup berdampingan dengan berbagai ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, erupsi Merapi, banjir, tanah longsor hingga tsunami di wilayah selatan. 

Ni Made juga sepakat bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebagai sebuah ekosistem yang mencakup infrastruktur aman, sistem peringatan dini, pendidikan kebencanaan, desa tangguh bencana, simulasi berkala, hingga jalur evakuasi yang jelas.

“Memori gempa Jogja harus berubah menjadi kebijakan. Mari kita jadikan kesiapsiagaan sebagai budaya hidup sehari-hari,” katanya.

Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati mengatakan bahwa pihaknya telah mengedukasi sekitar 1.000 siswa SMA di DI Yogyakarta terkait kesiapsiagaan bencana. Para pelajar ini diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. 

“Harapannya anak-anak SMA itu bisa menjadi ambasador di lingkungan masing-masing bahwa Yogyakarta sebagai kota budaya tapi juga sangat dekat atau rawan dengan bencana ,” jelas Indung Purwita Jati.

Selain itu, IDM juga membentuk tim kemanusiaan Gurila (Gunung Rimba Laut) yang aktif dalam pemulihan psikologis dan distribusi logistik di berbagai wilayah terdampak bencana di Indonesia.

Terkait kawasan candi, Indung menyebut pascagempa 2006 sejumlah kerusakan sempat terjadi dan langsung dilakukan perbaikan. Saat ini pengelola juga memperketat pengawasan dan membatasi aktivitas pengunjung demi menjaga struktur candi tetap aman. 

Apel kesiapsiagaan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix—melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat. Tanpa sinergi kuat, upaya mitigasi dinilai tidak akan berjalan optimal.

Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi penggerak budaya tangguh bencana yang berkelanjutan. Pesan dari Prambanan jelas: bencana mungkin tak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa ditekan jika semua pihak siap dan bergerak bersama.

The post Candi Prambanan Jadi Simbol Komitmen Kolaborasi Masyarakat Siaga Bencana first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/candi-prambanan-jadi-simbol-komitmen-kolaborasi-masyarakat-siaga-bencana/feed/ 0
Peringati 20 Tahun Gempa Yogyakarta, InJourney Destination Management dan Kemenko PMK Latih 1.000 Siswa SMA di DI Yogyakarta Wujudkan Masyarakat Tangguh dan Berkelanjutan https://injourneydestination.id/peringati-20-tahun-gempa-yogyakarta-injourney-destination-management-dan-kemenko-pmk-latih-1-000-siswa-sma-di-di-yogyakarta-wujudkan-masyarakat-tangguh-dan-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peringati-20-tahun-gempa-yogyakarta-injourney-destination-management-dan-kemenko-pmk-latih-1-000-siswa-sma-di-di-yogyakarta-wujudkan-masyarakat-tangguh-dan-berkelanjutan https://injourneydestination.id/peringati-20-tahun-gempa-yogyakarta-injourney-destination-management-dan-kemenko-pmk-latih-1-000-siswa-sma-di-di-yogyakarta-wujudkan-masyarakat-tangguh-dan-berkelanjutan/#respond Sat, 23 May 2026 07:09:34 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17596

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI Lilik Kurniawan, Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo didampingi oleh Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati membuka langsung kegiatan simulasi bencana di SMA I Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).  Program Kita Tangguh ini […]

The post Peringati 20 Tahun Gempa Yogyakarta, InJourney Destination Management dan Kemenko PMK Latih 1.000 Siswa SMA di DI Yogyakarta Wujudkan Masyarakat Tangguh dan Berkelanjutan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI Lilik Kurniawan, Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo didampingi oleh Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati membuka langsung kegiatan simulasi bencana di SMA I Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). 

Program Kita Tangguh ini merupakan rangkaian peringatan 20 tahun gempa bumi Yogyakarta. Peringatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk membangun budaya sadar bencana dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat sekaligus penguatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana.

“Peringatan dua dekade Gempa Yogyakarta menjadi pengingat penting akan besarnya risiko bencana yang dihadapi kawasan Yogyakarta dan berbagai wilayah di Indonesia. Selain menjadi ruang refleksi atas peristiwa gempa tahun 2006 yang meninggalkan dampak besar bagi masyarakat, momentum ini juga diarahkan sebagai sarana edukasi publik untuk membangun memori kolektif dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” jelas Lilik Kurniawan. 

InJourney Destination Management  menyelenggarakan pelatihan tanggap bencana kepada 1.000 siswa SMA di Kabupaten Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul. Program bertajuk InJourney Community Care yang berjalan dari bulan Januari–Mei 2026 ini menghadirkan serangkaian materi intensif yang mencakup spektrum mitigasi yang meliputi pemahaman risiko mengenai potensi bencana gempa bumi, teknik penyelamatan, evakuasi hingga simulasi penanganan darurat.

Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam peringatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga memiliki nilai edukasi, keberlanjutan, dan ketangguhan masyarakat. 

“Kawasan destinasi wisata memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik, termasuk dalam membangun kesadaran mitigasi bencana. Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, kami ingin mendorong lahirnya masyarakat yang semakin tangguh, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik mengenai kesiapsiagaan dan mampu menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Wakil Kepala Sekolah SMA I Kalasan Aris Widaryanti bercerita bahwa SMAN 1 Kalasan terdampak begitu parah. Selama masa recovery kegiatan belajar-mengajar di sekolah, tampak sisa-sisa ketakutan di wajah para pelajar dan guru karena kenyataan bahwa gempa bumi adalah bencana yang niscaya mengintai Kalasan.  

Belajar dari bencana tersebut, sekolah menyadari pentingnya kesadaran tanggap bencana. Generasi muda perlu berlatih agar tangguh dalam menghadapi setiap potensi bencana. Komitmen tersebut dihadirkan salah satunya dengan menggunakan konstruksi bangunan sekolah yang dirancang tahan gempa. SMAN 1 Kalasan memperhatikan aspek kesiapsiagaan dan tanggap bencana bagi warga sekolah.

“Pelatihan tanggap bencana menjadi sangat penting untuk digalakkan, supaya kita seperti negara-negara seperti New Zealand dan Jepang, yang sudah punya mitigasinya tiap terjadi bencana seperti gempa bumi,”  jelasnya.

Penyelenggaraan Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta diharapkan dapat terbangun rekomendasi kebijakan pengurangan risiko bencana yang lebih komprehensif, meningkatnya koordinasi dan komitmen lintas sektor dalam kesiapsiagaan bencana, meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap risiko dan langkah mitigasi bencana, serta semakin luasnya sosialisasi kapasitas dan kesiapan peralatan penanggulangan bencana. 

“Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang lebih tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.

The post Peringati 20 Tahun Gempa Yogyakarta, InJourney Destination Management dan Kemenko PMK Latih 1.000 Siswa SMA di DI Yogyakarta Wujudkan Masyarakat Tangguh dan Berkelanjutan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/peringati-20-tahun-gempa-yogyakarta-injourney-destination-management-dan-kemenko-pmk-latih-1-000-siswa-sma-di-di-yogyakarta-wujudkan-masyarakat-tangguh-dan-berkelanjutan/feed/ 0
InJourney Destination Management Perkuat Budaya Keramahtamahan melalui InJourney Hospitality House di Kalasan Sleman https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-perkuat-budaya-keramahtamahan-melalui-injourney-hospitality-house-di-kalasan-sleman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-destination-management-perkuat-budaya-keramahtamahan-melalui-injourney-hospitality-house-di-kalasan-sleman https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-perkuat-budaya-keramahtamahan-melalui-injourney-hospitality-house-di-kalasan-sleman/#respond Tue, 19 May 2026 04:28:12 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17692

InJourney Destination Management (IDM) menghadirkan program InJourney Hospitality House bagi 60 pelaku wisata dari Desa Tamanmartani, Selomartani, dan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 19–21 Mei 2026 ini merupakan komitmen IDM dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata melalui keramahtamahan khas lokal sekaligus memperkuat kesiapan destinasi penyangga […]

The post InJourney Destination Management Perkuat Budaya Keramahtamahan melalui InJourney Hospitality House di Kalasan Sleman first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management (IDM) menghadirkan program InJourney Hospitality House bagi 60 pelaku wisata dari Desa Tamanmartani, Selomartani, dan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 19–21 Mei 2026 ini merupakan komitmen IDM dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata melalui keramahtamahan khas lokal sekaligus memperkuat kesiapan destinasi penyangga kawasan Candi Prambanan dalam menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan ini dirancang secara terukur dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai standar keramahtamahan (hospitality) sebagai salah satu fondasi utama dalam pengembangan destinasi wisata yang berkualitas.

Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati, mengatakan bahwa InJourney Hospitality House merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat di sekitar destinasi yang dikelola.

“Penyelenggaraan pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan program CSR yang terukur, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui ini kami berupaya memperkenalkan sekaligus memperkuat standar keramahtamahan bagi para pelaku wisata dan masyarakat di sekitar destinasi,” jelasnya.

Menurut Indung, budaya pelayanan yang baik menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman wisata yang berkesan. Oleh karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan pelayanan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bersama mengenai pentingnya hospitality dalam ekosistem pariwisata.

“Kami ingin membangun budaya pelayanan yang ramah, profesional, dan berkesan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke kawasan Prambanan dan sekitarnya. Program ini memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi memperkuat nilai-nilai keramahtamahan serta bersama-sama menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan,” tambahnya.

Ia berharap peningkatan kualitas pelayanan di destinasi wisata di kawasan Tamanmartani, Selomartani, dan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, dapat mendorong semakin banyak wisatawan untuk menjelajahi destinasi-destinasi penyangga di sekitar Candi Prambanan.

“Dengan pelayanan yang semakin baik dan ramah, kami berharap kawasan ini semakin dikenal dan diminati wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Kalasan memiliki posisi strategis dalam pengembangan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta karena berada di kawasan timur yang selama ini menjadi koridor utama wisata budaya dan warisan dunia.

“Kalasan merupakan kawasan wisata yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Kehadiran destinasi unggulan seperti Prambanan menjadi penggerak utama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Karena itu, pengembangan pariwisata tidak bisa hanya berfokus pada kawasan inti, tetapi juga harus mampu menghidupkan wilayah-wilayah penyangga di sekitarnya,” ujar Gandang.

Ia menilai pendekatan yang dilakukan IDM melalui InJourney Hospitality House menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pengelola destinasi dan masyarakat.

“Sekarang orientasinya sudah berubah, bagaimana pariwisata dapat tumbuh bersama masyarakat. Apa yang dilakukan IDM melalui program ini merupakan bentuk berbagi manfaat. Ketika wisatawan berkunjung ke Prambanan, mereka tidak berhenti di satu titik, tetapi juga terdorong untuk menikmati potensi wisata di wilayah sekitar. Karena itu, kualitas pelayanan dan pengalaman wisata harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menegaskan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata saat ini tidak hanya ditentukan oleh daya tarik yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas pelayanan yang diberikan kepada wisatawan.

“Prambanan merupakan magnet pariwisata yang sangat besar. Namun, kapasitas destinasi utama tentu memiliki batas. Di sekitarnya terdapat banyak potensi wisata lain yang menawarkan pengalaman berbeda dan dapat berkembang apabila didukung sumber daya manusia yang profesional. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat seperti yang dilakukan melalui InJourney Hospitality House menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurut Kus Endarto, Daerah Istimewa Yogyakarta selama ini memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya keramahtamahan yang telah dikenal luas oleh wisatawan.

“Wisatawan mengenal Yogyakarta karena keramahtamahannya, kebersihannya, keasriannya, dan kenyamanannya. Tantangan kita adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai tersebut. Kita harus jaga kenangan baik yang dibawa pulang oleh wisatawan,” katanya.

Melalui InJourney Hospitality House, InJourney Destination Management terus mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata sekaligus meningkatkan daya saing kawasan penyangga destinasi heritage di sekitar Prambanan.

The post InJourney Destination Management Perkuat Budaya Keramahtamahan melalui InJourney Hospitality House di Kalasan Sleman first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/injourney-destination-management-perkuat-budaya-keramahtamahan-melalui-injourney-hospitality-house-di-kalasan-sleman/feed/ 0