Admin TWC - PT Taman Wisata Candi https://injourneydestination.id Together We Can Wed, 02 Sep 2026 05:30:50 +0000 id hourly 1 https://injourneydestination.id/wp-content/uploads/2025/12/cropped-favicon-injourney-32x32.png Admin TWC - PT Taman Wisata Candi https://injourneydestination.id 32 32 Benarkah Bandung Bondowoso Membangun Candi Prambanan? https://injourneydestination.id/bandung-bondowoso-membangun-candi-apa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bandung-bondowoso-membangun-candi-apa https://injourneydestination.id/bandung-bondowoso-membangun-candi-apa/#respond Wed, 02 Sep 2026 05:26:04 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18214

Kalau mendengar nama Bandung Bondowoso, mungkin yang langsung terlintas di benak kamu adalah kisah cintanya dengan Roro Jonggrang. Namun, tahukah kamu Bandung Bondowoso membangun candi apa dalam semalam? Dalam legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi, sang putri mengajukan syarat yang nyaris mustahil: Bandung Bondowoso harus membangun seribu candi sebelum fajar menyingsing. Dengan bantuan kekuatan […]

The post Benarkah Bandung Bondowoso Membangun Candi Prambanan? first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Kalau mendengar nama Bandung Bondowoso, mungkin yang langsung terlintas di benak kamu adalah kisah cintanya dengan Roro Jonggrang. Namun, tahukah kamu Bandung Bondowoso membangun candi apa dalam semalam?

Dalam legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi, sang putri mengajukan syarat yang nyaris mustahil: Bandung Bondowoso harus membangun seribu candi sebelum fajar menyingsing. Dengan bantuan kekuatan gaib, pembangunan candi itu hampir saja berhasil, namun digagalkan oleh siasat dari Roro Jonggrang. Yuk, simak kisah selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

Bandung Bondowoso Membangun Candi Apa?

Diceritakan bahwa Bandung Bondowoso adalah putra dari Prabu Damar Doyo penguasa Pengging yang jatuh cinta dengan Roro Jonggrang, putri Kerajaan Prambanan. Sayangnya, kisah percintaan ini tidak memiliki akhir yang bahagia. Dari sinilah, kisah pembangunan seribu candi yang diyakini sebagai cikal bakal Candi Prambanan dimulai.

Jika ditanya, Bandung Bondowoso membangun candi apa, maka legenda ini akan mengaitkannya dengan Candi Prambanan yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Konon, candi tersebut dibangun dalam waktu satu malam sebagai persyaratan yang diberikan oleh Roro Jonggrang jika Bandung Bondowoso ingin menikahinya.

Bukan tanpa alasan, Roro Jonggrang mengajukan persyaratan yang hampir mustahil dilakukan tersebut dengan tujuan menolak lamaran Bandung Bondowoso. Kenapa Roro Jonggrang menolak Bandung Bondowoso? Singkat cerita, Bandung Bondowoso adalah pemuda yang telah mengalahkan dan menewaskan sang ayah, Prabu Boko, untuk merebut kekuasaan Kerajaan Prambanan.

Melalui sebuah siasat, akhirnya Roro Jonggrang berhasil menggagalkan usaha Bandung Bondowoso untuk menyelesaikan seribu candi dalam waktu satu malam. Dikisahkan, Bandung Bondowoso hanya bisa membangun 999 candi dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung untuk menggenapi seribu candi. Inilah akhir tragis dari kisah cinta Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang sampai saat ini masih populer.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Bersejarah di Jogja yang Wajib Dikunjungi

Fakta Pembangunan Candi Prambanan

Selama berabad-abad, legenda mengenai Bandung Bondowoso membangun Candi Prambanan dalam waktu satu malam telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Tanah Jawa. 

Bahkan, sebagian orang meyakini bahwa patung dewi yang berada di dalam Candi Siwa (salah satu candi trimurti di Candi Prambanan) merupakan perwujudan dari Roro Jonggrang yang dikutuk oleh Bandung Bondowoso.

Lantas, benarkah Candi Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso? Legenda tersebut memang menjadi daya tarik tersendiri bagi candi Hindu terbesar di Indonesia ini. Namun, kisah tersebut merupakan bagian dari legenda, bukan catatan sejarah mengenai pembangunan Candi Prambanan.

Faktanya, Candi Prambanan dibangun di pertengahan abad ke-9 oleh Raja Rakai PIkatan dari Kerajaan Medang Mataram. Hal ini didasarkan pada prasasti Siwagrha yang menuliskan tentang pembangunan kelompok candi agung yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa yang cirinya sangat cocok dengan Candi Prambanan.

Dalam prasasti Siwagrha tertulis candrasengkala “Wwalung gunung sang wiku” yang bermakna 778 saka (856 Masehi). Pembangunan Candi Prambanan disebut sebagai simbol kebangkitan agama Hindu di Jawa Tengah yang sebelumnya didominasi oleh Buddha.   

Baca juga: Ungkap Mitos Candi Prambanan, Benarkah Pasangan Bisa Putus?  

Menghidupkan Legenda dalam Pertunjukan “Sandyakala Bandung Bondosowo”

Legenda Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang memang tidak dapat dipisahkan dari kisah Candi Prambanan maupun Keraton Ratu Boko. Meski bukan merupakan catatan sejarah mengenai pembangunan candi, cerita yang telah diwariskan dari generasi ke generasi ini tetap hidup sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Jawa.

Kini, kisah tersebut kembali dihidupkan melalui pertunjukan Sandyakala Bandung Bondowoso”. Berlatarkan gapura utama Keraton Ratu Boko, pertunjukan ini mengajak kamu menyaksikan kembali perjalanan Bandung Bondowoso, mulai dari keberaniannya dalam pertempuran hingga kisah cintanya yang berakhir tragis bersama Roro Jonggrang.

Di tengah siluet kemegahan gapura dan langit senja Yogyakarta, legenda yang selama ini hanya hidup dalam tutur kembali menemukan wujudnya. Bukan sekadar kisah tentang cinta dan kutukan, pertunjukan ini juga menghadirkan keberanian, kekuatan, serta ambisi Bandung Bondowoso yang membawanya pada takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kamu bisa menyaksikan sendiri bagaimana legenda tersebut dihidupkan kembali melalui pertunjukan Sandyakala Bandung Bondowoso pada 5 September 2026 mulai pukul 16.30 WIB. Pertunjukan ini dapat disaksikan secara gratis bagi pengunjung dengan tiket masuk.

Yuk, rasakan pengalaman menikmati kisah masa lalu yang berpadu dengan pesona senja di Keraton Ratu Boko. Beli tiket secara online melalui laman tiket resmi yang disediakan oleh Injourney Destination Management sekarang juga!

Baca juga: Isi Prasasti Ratu Boko, Peninggalan dari Masa Mataram Kuno

The post Benarkah Bandung Bondowoso Membangun Candi Prambanan? first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/bandung-bondowoso-membangun-candi-apa/feed/ 0
Ini Alasan Kenapa Roro Jonggrang Menolak Bandung Bondowoso https://injourneydestination.id/kenapa-roro-jonggrang-menolak-bandung-bondowoso/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenapa-roro-jonggrang-menolak-bandung-bondowoso https://injourneydestination.id/kenapa-roro-jonggrang-menolak-bandung-bondowoso/#comments Wed, 02 Sep 2026 05:21:29 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18211

Kenapa Roro Jonggrang menolak Bandung Bondowoso? Di balik kisah cinta yang berakhir menjadi kutukan, tersimpan luka yang belum sempat pulih. Dalam legenda yang telah lama hidup di Tanah Jawa, Bandung Bondowoso dikenal sebagai sosok yang menaklukkan Kerajaan Prambanan dan mengalahkan Prabu Boko, ayah Roro Jonggrang, dalam pertempuran. Meski Prabu Boko memiliki wujud besar seperti raksasa, […]

The post Ini Alasan Kenapa Roro Jonggrang Menolak Bandung Bondowoso first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Kenapa Roro Jonggrang menolak Bandung Bondowoso? Di balik kisah cinta yang berakhir menjadi kutukan, tersimpan luka yang belum sempat pulih. Dalam legenda yang telah lama hidup di Tanah Jawa, Bandung Bondowoso dikenal sebagai sosok yang menaklukkan Kerajaan Prambanan dan mengalahkan Prabu Boko, ayah Roro Jonggrang, dalam pertempuran.

Meski Prabu Boko memiliki wujud besar seperti raksasa, ia memiliki sisi lembut terhadap putrinya. Roro Jonggrang merasa sangat dicintai oleh sang ayah. Mendengar kabar kekalahan ayahnya dalam pertempuran, tentu ia sangat terpukul.

Lantas, bagaimana mungkin sang putri bisa menerima cinta dari seseorang yang telah merenggut orang berharga dalam hidupnya? Simak kisah penolakan Roro Jonggrang terhadap Bandung Bondowoso selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

Awal Mula Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang

Legenda mengenai kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang berakhir tragis sangat populer di Tanah Jawa. Legenda ini erat kaitannya dengan terbentuknya Candi Prambanan dan berdirinya Keraton Ratu Boko.

Konon, Keraton Ratu Boko diyakini sebagai istana Roro Jonggrang dan Prabu Boko. Di sisi lain, Candi Prambanan dipercaya dibangun oleh Bandung Bondowoso dalam satu malam dengan bantuan para jin.

Sebenarnya, bagaimana kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang bermula? Singkat cerita, saat Bandung Bondowoso menuju kawasan Prambanan, ia bertemu Roro Jonggrang dengan paras cantik jelitanya. Bisa dibilang, Bandung Bondowoso jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap sang putri.

Mulanya, Roro Jonggrang pun merasakan hal yang sama. Ketika berpapasan dengan Bandung Bondowoso, ketampanan pemuda tersebut berhasil memukaunya. Tak dimungkiri, Roro Jonggrang juga jatuh cinta kepada Bandung Bondowoso.

Namun, ketika Bandung Bondowoso telah meyakinkan pilihannya dan meminang Roro Jonggrang, sang putri justru menolaknya. Mengapa hal ini terjadi jika keduanya telah jatuh hati satu sama lain? 

Baca juga: No Ribet! Cara ke Ratu Boko dengan Transum hingga Shuttle Gratis

Kenapa Roro Jonggrang Menolak Bandung Bondowoso?

Meski sempat terpukau dengan ketampanan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang memutuskan untuk menolak pemuda tersebut. Bukan tanpa alasan, ia telah mengetahui bahwa Bandung Bondowoso telah mengalahkan dan menewaskan ayah kesayangannya. 

Alih-alih perasaan cinta yang semakin tumbuh, Roro Jonggrang sangat membenci Bandung Bondowoso setelah mengetahui fakta tersebut. Itulah alasan kenapa Roro Jonggrang menolak Bandung Bondowoso.

Siasat Penolakan Roro Jonggrang Terhadap Bandung Bondowoso

Meski sudah memantapkan hati untuk menolak Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang menyampaikan penolakan tersebut secara halus. Ia memberikan persyaratan kepada Bandung Bondowoso jika mau menikahinya, yaitu membuat sumur sakti dan seribu candi dalam waktu satu malam.

Bandung Bondowoso menerima persyaratan tersebut. Kemudian, ia meminta bantuan pasukan jin yang jumlahnya ribuan sehingga menyelesaikan seribu candi dalam waktu satu malam bukanlah hal yang mustahil.

Sepanjang malam, satu per satu candi mulai berdiri hingga jumlahnya hampir mencapai seribu sebelum waktu fajar. Melihat hal ini, Roro Jonggrang dilanda kecemasan dan terus memikirkan siasat untuk menggagalkan persyaratan tersebut.

Kemudian, Roro Jonggrang meminta para dayang istana menumbuk lesung untuk menciptakan suara riuh dan mengerahkan para pengawal untuk membakar jerami di sisi timur Prambanan. Siasat ini berhasil menciptakan suasana seolah-olah fajar telah tiba dan suara kokok ayam pun terdengar.

Pasukan jin Bandung Bondowoso yang mendengar suara ayam berkokok langsung ketakutan dan berlarian. Padahal, hanya kurang satu candi untuk mencapai seribu candi sesuai permintaan Roro Jonggrang. Telak, Bandung Bondowoso gagal memenuhi persyaratan yang diberikan oleh sang putri.

Karena merasa ada kejanggalan, Bandung Bondowoso mencoba mencari tahu hingga akhirnya menyadari bahwa suara ayam berkokok yang mengusir pasukan jinnya merupakan siasat dari Roro Jonggrang. Hal ini kemudian memicu amarahnya.

Baca juga: Makna Relief Candi Prambanan, Erat Akan Kisah Ramayana

Penolakan yang Berujung Pada Kutukan

Saat matahari benar-benar mulai menampakkan sinarnya, Roro Jonggrang menemui Bandung Bondowoso, “Karena kau tidak bisa memenuhi persyaratanku untuk membuat seribu candi dalam satu malam, aku tidak akan menikah denganmu,” ucap Roro Jonggrang.

“Kalau kau mau menolakku, seharusnya kau jujur dari awal. Untuk apa membuat siasat semacam ini?” timpal Bandung Bondowoso dengan amarah yang belum mereda. Ia kemudian melontarkan kutukan, “Untuk menggenapi candi ini menjadi seribu, maka kau yang akan menjadi batu!”

So, begitulah kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang berakhir tragis. Kisah cinta yang dimulai dari perasaan yang murni tersebut ternodai oleh dendam, siasat, dan kutukan. Namun, kisah ini tetap tumbuh di tengah-tengah masyarakat Jawa. Kamu pasti sudah pernah mendengar legenda ini dalam berbagai versi, bukan?

Penolakan Roro Jonggrang dan Hubungannya dengan Mitos di Masa Kini

Meski sudah memasuki era modern, kisah tragis Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso masih senter terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan, legenda ini akhirnya dikaitkan dengan mitos di Candi Prambanan dan Ratu Boko. Katanya, pasangan yang mengunjungi dua situs tersebut akan berpisah.

Nyatanya, mitos hanyalah mitos. Tidak ada penelitian maupun bukti ilmiah lain yang bisa membuktikan asumsi tersebut. Mitos Candi Prambanan dan mitos Keraton Ratu Boko justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuat para wisatawan penasaran untuk mengunjungi kedua situs bersejarah ini.

Lebih dari mitos yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi, Candi Prambanan menawarkan lanskap yang sayang untuk dilewatkan. Kemegahan candi bercorak Hindu yang dikelilingi oleh pepohonan yang hijau akan memanjakan mata siapa pun yang melihatnya secara langsung.

Sementara itu, di Keraton Ratu Boko, kamu bisa menelusuri setiap jejak sejarah melalui berbagai strukturnya. Ketika menginjakkan kaki ke situs ini, kamu akan dibuat kagum dengan kemegahan gapura utama Keraton Ratu Boko, terlebih lagi kalau kamu berkunjung di sore hari menjelang senja.

“Sandyakala Bandung Bondowoso” Legenda yang Menjelma Menjadi Seni

Menghidupkan kembali legenda Jawa Kuno tidak hanya bisa dilakukan melalui cerita dari mulut ke mulut. Agar kamu lebih memaknai legenda tersebut, Keraton Ratu Boko mempersembahkan pertunjukan tari spesial bertajuk “Sandyakala Bandung Bondowoso” yang menceritakan kisah Bandung Bondowoso.

Sebagai salah satu spot sunset terbaik di Jogja, perpaduan cahaya senja keemasan dan eloknya tarian budaya akan memberikan pengalaman magis bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Sandyakala Bandung Bondowoso akan dilaksanakan pada 5 September 2026 mulai pukul 16.30 WIB. Pertunjukan ini bisa ditonton secara gratis untuk pengunjung yang telah mengantongi tiket masuk Keraton Ratu Boko, tanpa biaya tambahan apa pun!

Apabila tertarik untuk menyaksikan pertunjukan ini, amankan tiket Keraton Ratu Boko dari sekarang. Agar lebih praktis, kamu bisa memesan tiketnya secara online melalui laman tiket resmi yang disediakan oleh Injourney Destination Management.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan kisah Bandung Bondowoso kembali hidup di bawah langit senja Keraton Ratu Boko!

Baca juga: Isi Prasasti Ratu Boko, Peninggalan dari Masa Mataram Kuno

The post Ini Alasan Kenapa Roro Jonggrang Menolak Bandung Bondowoso first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/kenapa-roro-jonggrang-menolak-bandung-bondowoso/feed/ 1
Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, Cinta yang Tragis https://injourneydestination.id/kisah-bandung-bondowoso-dan-roro-jonggrang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kisah-bandung-bondowoso-dan-roro-jonggrang https://injourneydestination.id/kisah-bandung-bondowoso-dan-roro-jonggrang/#comments Wed, 02 Sep 2026 05:18:54 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18208

Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang sudah seperti Romeo Juliet versi Indonesia, bukankah begitu? Legenda ini mengisahkan tentang cinta, kekuasaan, tipu daya, hingga pengkhianatan. Kisah ini begitu lekat dengan pembangunan seribu candi sebagai pembuktian cinta yang berakhir tragis dan dipercaya sebagai cikal bakal Candi Prambanan. Legenda ini juga berkaitan dengan Keraton Ratu Boko. Konon, Keraton […]

The post Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, Cinta yang Tragis first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang sudah seperti Romeo Juliet versi Indonesia, bukankah begitu? Legenda ini mengisahkan tentang cinta, kekuasaan, tipu daya, hingga pengkhianatan.

Kisah ini begitu lekat dengan pembangunan seribu candi sebagai pembuktian cinta yang berakhir tragis dan dipercaya sebagai cikal bakal Candi Prambanan. Legenda ini juga berkaitan dengan Keraton Ratu Boko. Konon, Keraton Ratu Boko dipercaya sebagai istana Roro Jonggrang atau rumah dari Prabu Boko. 

Lantas, siapa Bandung Bondowoso sebenarnya? Bagaimana kisah cintanya dengan Roro Jonggrang? Yuk, telusuri kembali kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang telah diceritakan dari generasi ke generasi.

Kisah Bandung Bondowoso: Siapa Dia Sebenarnya?

Selain dikenal sebagai sosok ksatria dengan kekuatan mahadahsyat yang meminang Roro Jonggrang, dari mana Bandung Bondowoso berasal?

Dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan bernama Pengging. Kerajaan Pengging dipimpin oleh Raja Damar Maya. Raja tersebut memiliki seorang putra bernama Joko Bandung, yang nantinya dikenal juga sebagai Bandung Bondowoso.

Diceritakan, Joko Bandung telah lama membujang sehingga menimbulkan keresahan bagi sang ayah. Menurut putranya itu, belum ada perempuan yang membuatnya jatuh cinta, bahkan dari semua gadis yang ada di Kerajaan Pengging. Ia juga menambahkan bahwa dirinya baru akan menikah ketika Prambanan sudah jatuh ke tangan Kerajaan Pengging.

Roro Jonggrang, Putri Berparas Ayu yang Menjatuhkan Hati Bandung Bondowoso

Roro Jonggrang adalah putri dari penguasa Kerajaan Prambanan, Prabu Boko. Meski Prabu Boko memiliki tubuh tinggi besar dan sebagian orang menganggapnya sebagai keturunan raksasa, Roro Jonggrang justru memiliki paras cantik jelita dan perawakan yang lemah gemulai.

Seperti halnya Joko Bandung, Roro Jonggrang juga belum memiliki keinginan untuk menikah pada usia yang tergolong sudah dewasa. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari Prabu Boko, “Mau sampai kapan akan seperti ini?”

Roro Jonggrang memiliki jawaban yang selaras dengan Joko Bandung, ia akan menikah ketika kerajaannya berhasil memenangkan peperangan. Jawaban dari putrinya tersebut mendorong Prabu Boko untuk segera pergi ke medan pertempuran memimpin pasukan pilihannya dan menyerahkan kekuasaannya kepada Roro Jonggrang.

Sesampainya di medan perang, Prabu Boko berhasil menumpas sebagian besar pasukan Kerajaan Pengging dengan ilmu kanuragan miliknya. Hal ini membuat banyak pasukan Kerajaan Pengging berlarian mundur dari medan perang.

Baca juga: Isi Prasasti Ratu Boko, Peninggalan dari Masa Mataram Kuno

Bandung Bondowoso Bukan Nama Asli?

Di Kerajaan Pengging, seorang prajurit membawa sebuah berita bahwa pasukan mereka banyak yang tewas. Mendengar hal tersebut, Bandung Bondowoso memiliki tekad untuk terjun ke medan peperangan dan meminta izin kepada sang ayah. Raja Damar Maya kemudian memberikan izin kepada sang putra.

Dalam perjalanan menuju medan perang, Joko Bandung harus melintasi sebuah hutan angker. Konon, siapa pun yang berani melewati hutan tersebut akan menjadi santapan sang penunggu hutan yang dikenal sebagai Bondowoso.

Memasuki area tengah hutan, terdapat pohon besar yang roboh di hadapannya dan menimpa kuda yang ditungganginya. Tak lama kemudian, ia diserang oleh penunggu hutan, sehingga menimbulkan pertarungan antara Joko Bandung dan Bondowoso.

Berkat keberaniannya, Joko Bandung berhasil membuat Bondowoso mengaku kalah dan memohon pengampunan. Bondowoso berkata, “Jika kau mengampuniku, aku akan bergabung dengan ragamu, niscaya kekuatanmu akan berlipat. Semua jin di hutan ini juga akan tunduk kepadamu.”

Joko Bandung menyetujui tawaran tersebut. Akhirnya, ia telah menjadi satu dengan Bondowoso sehingga namanya berubah menjadi Bandung Bondowoso. Berkat penyatuan tersebut, ia mampu keluar dari hutan dan menuju medan pertempuran dalam waktu singkat hanya dengan berlari.

Pertempuran Bandung Bondowoso dan Prabu Boko

Sesampainya di medan pertempuran, ia melihat seluruh pasukan Kerajaan Pengging sudah dikalahkan oleh Prabu Boko. Hal ini membuat Bandung Bondowoso sangat marah. Kemudian, terjadilah pertempuran hebat antara Prabu Boko dan Bandung Bondowoso.

Meski melewati pertempuran yang sengit, dengan kekuatan luar biasa yang telah didapatkan oleh Bandung Bondowoso sebelumnya, akhirnya ia berhasil mengalahkan Prabu Boko. Lalu, ia meminta seorang prajurit untuk mengantarkannya ke Istana Prambanan.

Pertemuan Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang; Awal Mula Kisah Seribu Candi

Saat menginjakkan kaki di Kerajaan Prambanan, Bandung Bondowoso bertemu dengan Roro Jonggrang. Ia melihat Roro Jonggrang sebagai perempuan tercantik yang pernah ditemuinya dan langsung jatuh hati kepada sang putri. Begitu pula dengan Roro Jonggrang. Ketika pertama kali bertemu dengan Bandung Bondowoso, ia terpukau oleh ketampanan pemuda tersebut.

Namun, ada hal lebih penting yang disampaikan oleh salah satu prajurit. Ia membawa kabar bahwa Prabu Boko telah dikalahkan dan tewas di tangan Bandung Bondowoso. Mendengar hal tersebut, Roro Jonggrang yang sebelumnya kagum menjadi sangat membenci Bandung Bondowoso.

Di sisi lain, Bandung Bondowoso yang sudah sangat yakin dengan pilihan hatinya, berinisiatif untuk meminang Roro Jonggrang sebagai permaisurinya. Mendengar hal tersebut, Roro Jonggrang tidak langsung menolak, melainkan memberikan syarat yang ia pikir tidak bisa dipenuhi oleh Bandung Bondowoso, yaitu membuat seribu candi dan dua sumur dalam waktu satu malam.

Bandung Bondowoso menerima persyaratan tersebut. Tentu, hal ini membuat Roro Jonggrang terkejut. Namun, ia masih optimis bahwa Bandung Bondowoso tidak mungkin menyelesaikan persyaratan tersebut dalam waktu yang sangat singkat.

Rupanya, Bandung Bondowoso telah meminta bantuan pasukan jin hutan yang berjumlah ribuan. Alhasil, menyelesaikan seribu candi dan dua sumur dalam waktu satu malam bukanlah sesuatu yang mustahil.

Baca juga: Menguak Mitos Keraton Ratu Boko, Legenda atau Fakta Sejarah?

Siasat Roro Jonggrang

Melihat Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan seribu candi sebelum fajar, Roro Jonggrang dilanda kecemasan. Ia mencari cara agar Bandung Bondowoso gagal dalam misi tersebut. 

Dengan siasatnya, Roro Jonggrang meminta para dayang istana memukul lesung sehingga timbul suara riuh. Kemudian, pengawal istana diutus untuk membakar kayu dan tumpukan jerami di sisi timur. Akibatnya, ayam jantan di seluruh Prambanan saling berkokok. Seketika itu, ribuan jin yang sedang mengerjakan candi berlarian ketakutan.

Padahal, Bandung Bondowoso baru menyelesaikan 999 candi. Ia merasakan keanehan akan datangnya fajar yang terlalu cepat. Kemudian, ia mengetahui fakta bahwa ayam berkokok tersebut dipicu oleh tipu muslihat sang putri.

Akhir Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang

Setelah Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya, Roro Jonggrang kemudian menemui pemuda tersebut dan berkata, “Sudahlah, kau tidak bisa memenuhi janjimu. Kau tidak layak menjadi ksatria karena tidak bisa menepati janjimu. Dengan begitu, aku pun tidak akan menikah denganmu.”

Karena amarah yang memuncak akibat tipu muslihat tersebut, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang sebagai batu untuk menggenapi jumlah candi menjadi seribu. Begitulah akhir tragis dari kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang.

Berdasarkan mitos Candi Prambanan yang masih eksis sampai saat ini, arca Roro Jonggrang diyakini tersimpan di dalam Candi Siwa, salah satu candi utama di Prambanan.

“Sandyakala Bandung Bondowoso”, Menghidupkan Kembali Legenda dalam Seni

Sampai saat ini, kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang masih menjadi salah satu daya tarik wisata di Keraton Ratu Boko dan Candi Prambanan. Oleh karena itu, untuk menghidupkan kembali cerita rakyat tersebut, Keraton Ratu Boko mempersembahkan pertunjukan seni tari bertajuk “Sandyakala Bandung Bondowoso” yang menceritakan kisah Bandung Bondowoso.

Sandyakala Bandung Bondowoso diselenggarakan pada 5 September 2026, mulai pukul 16.30 WIB. Pertunjukan yang memadukan keindahan senja di langit Ratu Boko dan keanggunan tarian budaya ini dapat disaksikan secara gratis oleh pengunjung yang sudah mengantongi tiket masuk Keraton Ratu Boko, tanpa biaya tambahan apa pun!

Kalau kamu tertarik untuk menontonnya, disarankan untuk tiba sebelum pukul 14.30 WIB. Agar kunjunganmu lebih praktis, kamu bisa mengamankan tiket masuk Keraton Ratu Boko dari sekarang secara online melalui laman tiket resmi yang disediakan oleh Injourney Destination Management.

Jangan sampai ketinggalan, yuk jadi saksi pertunjukan mewah di Keraton Ratu Boko dan ciptakan pengalaman yang mengesankan bersama kami!

Baca juga: Sandyakala Jonggrang, Sajikan Keindahan Legenda dan Budaya

The post Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, Cinta yang Tragis first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/kisah-bandung-bondowoso-dan-roro-jonggrang/feed/ 2
Menguak Mitos Keraton Ratu Boko, Legenda atau Fakta Sejarah? https://injourneydestination.id/mitos-keraton-ratu-boko/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mitos-keraton-ratu-boko https://injourneydestination.id/mitos-keraton-ratu-boko/#comments Mon, 31 Aug 2026 11:15:23 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18198

Seperti yang kita tahu, tempat bersejarah selalu kental dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat, tidak terkecuali Keraton Ratu Boko. Masih berkaitan dengan mitos Candi Prambanan, salah satu mitos Keraton Ratu Boko yang paling populer adalah, “Pasangan yang berkunjung ke situs ini akan putus.” Selain itu, ada juga yang bilang bahwa Keraton Ratu Boko merupakan […]

The post Menguak Mitos Keraton Ratu Boko, Legenda atau Fakta Sejarah? first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Seperti yang kita tahu, tempat bersejarah selalu kental dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat, tidak terkecuali Keraton Ratu Boko. Masih berkaitan dengan mitos Candi Prambanan, salah satu mitos Keraton Ratu Boko yang paling populer adalah, “Pasangan yang berkunjung ke situs ini akan putus.”

Selain itu, ada juga yang bilang bahwa Keraton Ratu Boko merupakan tempat tinggal Roro Jonggrang. Apakah ini cuma sekadar mitos atau fakta sejarah? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Mitos Keraton Ratu Boko yang Beredar di Masyarakat

Sebagai situs sejarah yang sudah berusia lebih dari seribu tahun, Keraton Ratu Boko memiliki beberapa mitos yang sekaligus menjadi daya tarik para pengunjung. Adapun beberapa mitos yang paling sering didengar wisatawan maupun warga setempat antara lain:

1. Rumah Prabu Boko (Ayah Roro Jonggrang)

Situs Ratu Boko diyakini sebagai keraton milik Prabu Boko, ayah dari Roro Jonggrang, yang dikenal sebagai raksasa pemakan manusia. Sifatnya yang kejam tersebut menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Hal ini mendorong penguasa di kerajaan lain mengirim putranya, Bandung Bondowoso, untuk mengalahkan Prabu Boko dalam pertempuran. Pertempuran tersebut terjadi selama sepuluh hari dan hasilnya Prabu Boko kalah.

Namun, kisah tersebut hanya sebatas legenda. Secara historis, Keraton Ratu Boko merupakan kompleks situs keagamaan yang berdasarkan Prasasti Abhayagiri, dibangun oleh Rakai Panangkaran.

Meski begitu, legenda Prabu Boko masih tetap menggema sampai saat ini dan justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat seperti apa rumah Roro Jonggrang yang dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bondowoso karena menolak cintanya.

2. Wanita yang Datang Sendiri Susah Mendapatkan Pasangan

Mitos yang tak kalah populer mengenai Keraton Ratu Boko adalah wanita yang belum menikah dan datang sendiri akan kesulitan menemukan jodohnya. Wah, apakah kamu pernah mendengar mitos ini atau bahkan meyakininya?

Tenang saja, datangnya jodoh tidak berkaitan dengan kunjunganmu ke Keraton Ratu Boko. Mitos ini muncul tidak lain karena adanya legenda kisah cinta tragis antara Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

3. Pasangan yang Berkunjung akan Putus

Tidak hanya bagi wanita yang belum menikah, mitos Keraton Ratu Boko lainnya juga menargetkan pasangan. Katanya, pasangan yang mengunjungi Keraton Ratu Boko akan putus setelahnya. Benarkah?

Nyatanya, testimoni dari beberapa orang yang telah berkunjung ke Keraton Ratu Boko membuktikan sebaliknya. Sejumlah pengunjung, melalui komentar di media sosial, menyampaikan bahwa hubungannya dengan pasangan baik-baik saja, bahkan sampai di pernikahan, seperti yang bisa kamu lihat di bawah ini:

Bahkan, banyak pasangan yang menjadikan Keraton Ratu Boko sebagai tempat prewedding, lho. Kalau kamu tertarik, Injourney Destination Management menawarkan paket Boko Prewedding yang bisa memudahkan pengalamanmu melukis memori sempurna bersama pasangan, mulai dari Rp150.000 dengan durasi 4 jam per sesi. 

4. Membasuh Wajah dengan Sumber Air di Ratu Boko akan Awet Muda

Keraton Ratu Boko memiliki sumur “abadi” yang dikenal sebagai Amerta Mantana yang artinya air suci yang diberi mantra. Karena dikenal sebagai air suci, beberapa masyarakat mengaitkannya dengan kemampuannya membuat awet muda. Namun, tentu saja, khasiat ini tidak memiliki dasar ilmiah sehingga dianggap sebagai salah satu mitos Keraton Ratu Boko.

Meski begitu, bukan berarti Keraton Ratu Boko nggak bisa bikin kamu awet muda, lho. Gimana, tuh? Menawarkan panorama alam yang indah, situs ini menjadi salah satu tempat healing di Jogja yang bisa kamu kunjungi kalau lagi stres atau sekadar ingin menyegarkan pikiran. Kalau stres beres, maka kamu berpotensi nggak cepat tua, bukan?

5. Keraton Ratu Boko adalah Istana Ratu Bilqis

Mitos yang satu ini cukup unik, ada yang mengatakan bahwa Keraton Ratu Boko merupakan istana Ratu Bilqis, ratu Kerajaan Saba di wilayah Yaman Kuno, yang kemudian dikenal sebagai istri Nabi Sulaiman. Padahal, berdasarkan timeline sejarah saja tidak berkaitan. 

Nabi Sulaiman atau yang dalam sejarah dikenal sebagai Raja Salomo meninggal sekitar abad 10 Sebelum Masehi, sedangkan Situs Ratu Boko baru dibangun setelah abad ke-8 Masehi. Pembangunan situs ini juga telah tertulis dalam salah satu prasasti Ratu Boko, Abhayagiri Wihara.

Selami Kisah Keraton Ratu Boko Lebih Dalam Bersama Guide Berpengalaman

Setiap struktur di Keraton Ratu Boko menyimpan kisah magis dari masa lalu yang bisa membuatmu terpesona saat mendengarnya. Tak sekadar berjalan melihat jejak-jejak peradaban masa lalu, kamu akan lebih bisa memaknai setiap langkah saat berkunjung dengan memahami setiap cerita di baliknya.

Untuk mendapatkannya, kamu bisa memesan Boko Guide sebelum berkunjung. Bersama Boko Guide, pendamping profesional di Keraton Ratu Boko, kamu akan diajak untuk menjelajahi jejak-jejak masa lalu, mulai dari gapura, paseban, pendopo, hingga makna di setiap relief batu.

Bila ingin memesan Boko Guide, kamu bisa menghubungi contact person kami di nomor +62816670504. So, nggak cuma dapat foto yang estetik kamu juga akan mendapatkan ilmu sejarah yang menarik dengan cara yang seru!

Amankan tiket Keraton Ratu Boko dari sekarang dengan cara memesan online melalui halaman tiket resmi Keraton Ratu Boko dari Injourney Destination Management. Yuk, menjelajahi jejak-jejak peradaban masa lalu dengan cara yang seru hanya di Keraton Ratu Boko. See you!

The post Menguak Mitos Keraton Ratu Boko, Legenda atau Fakta Sejarah? first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/mitos-keraton-ratu-boko/feed/ 2
Wisatawan Mancanegara, Ini yang Bisa Dinikmati di Candi Prambanan https://injourneydestination.id/wisatawan-mancanegara-di-candi-prambanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wisatawan-mancanegara-di-candi-prambanan https://injourneydestination.id/wisatawan-mancanegara-di-candi-prambanan/#respond Thu, 27 Aug 2026 05:46:53 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18170

Berkunjung ke Indonesia belum lengkap tanpa mengenal kekayaan sejarah dan budayanya. Candi Prambanan bisa menjadi pilihan destinasi untuk menikmati kemegahan arsitektur sekaligus mengenal warisan budaya Indonesia secara langsung. Bagi wisatawan mancanegara, liburan ke Candi Prambanan menawarkan lebih dari sekadar melihat candi. Ada berbagai pengalaman dan fasilitas yang bisa Kamu nikmati selama berada di kawasan wisata. […]

The post Wisatawan Mancanegara, Ini yang Bisa Dinikmati di Candi Prambanan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Berkunjung ke Indonesia belum lengkap tanpa mengenal kekayaan sejarah dan budayanya. Candi Prambanan bisa menjadi pilihan destinasi untuk menikmati kemegahan arsitektur sekaligus mengenal warisan budaya Indonesia secara langsung.

Bagi wisatawan mancanegara, liburan ke Candi Prambanan menawarkan lebih dari sekadar melihat candi. Ada berbagai pengalaman dan fasilitas yang bisa Kamu nikmati selama berada di kawasan wisata. Lantas, apa saja yang bisa Kamu dapatkan? Simak selengkapnya!

Harga Tiket Candi Prambanan untuk Wisatawan Mancanegara

Sebelum berkunjung, Kamu bisa mengetahui pilihan tiket yang tersedia beserta harga yang berlaku agar dapat menyesuaikan dengan rencana perjalanan dan pengalaman yang ingin dinikmati selama berada di kawasan Candi Prambanan.

Kategori TiketHarga Tiket
Tiket Wisatawan Mancanegara untuk  Dewasa(Di atas 10 tahun)Rp400.000
Tiket Wisatawan Mancanegara untuk Anak-anak
(3–10 tahun)
Rp250.000
Kala Senja Prambanan (Sewu Edition)Rp500.000Rp450.000

Apa Saja yang Bisa Dinikmati dengan Tiket Wisatawan Mancanegara?

Dengan membeli tiket masuk candi, wisatawan mancanegara bisa mendapatkan sejumlah fasilitas dan mengeksplorasi kompleks Candi Prambanan dengan puas, termasuk mengelilingi candi-candi di sekitarnya.

1. Menjelajahi Candi Utama dan Candi-Candi di Sekitarnya 

Tidak hanya melihat candi utama yang berada di tengah kompleks (Candi Siwa, Candi Wisnu, dan Candi Brahma), kamu juga bisa berkeliling ke candi-candi sekitarnya, termasuk Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu.

Tahukah kamu bahwa Candi Prambanan merupakan candi bercorak Hindu, sedangkan tiga candi di sekitarnya bercorak Buddha. Mengapa bisa begitu? Jawabannya bisa kamu temukan dengan berkunjung ke destinasi kami secara langsung.

2. Menikmati Kemegahan Arsitektur Candi Prambanan

Relief Candi Prambanan menyimpan berbagai makna mendalam yang akan membuatmu terpesona saat memahaminya. Setiap panel relief terukir kisah para dewa beserta berbagai nilai kehidupan bagi manusia.

Seperti pada relief Candi Siwa, Candi Wisnu, dan Candi Brahma yang menceritakan kehidupan Ramayana dan Kresnayana. Sementara pada Candi Sewu, kamu akan melihat pahatan relief para makhluk surga yang tengah menari dan bermain musik. Melihatnya secara langsung akan membuatmu tersadar betapa magisnya Candi Hindu terbesar di Indonesia ini.

3. Mengunjungi Museum yang Berisi Benda-Benda Bersejarah

Museum arkeologi di Candi Prambanan memiliki arsitektur yang unik, berbentuk rumah tradisional Jawa (Joglo). Jika sudah mengantongi tiket masuk, museum ini bisa kamu kunjungi secara gratis tanpa tambahan biaya apa pun.

Di dalam museum ini, kamu bisa melihat replika harta karun Wonoboyo, yaitu artefak purba berupa benda-benda emas dengan berat sekitar 16 kilogram. Harta karun ini berasal dari abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram. Selain itu, dipertunjukkan juga pecahan batu candi dan arca dewa, serta informasi mengenai sejarah pembuatan candi dan kisah relief Ramayana dan Kresnayana.

4. Menikmati Kemegahan dan Memahami Makna Relief Candi Prambanan di Bawah Langit Senja

Kalau kamu mau memaksimalkan pengalaman di Candi Prambanan, paket Kala Senja Prambanan bisa menjadi pilihan yang tepat. Pengalaman ini akan membawamu menjelajahi Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu didampingi oleh pemandu lokal berbahasa Inggris yang akan menceritakan sejarah dan makna relief di dinding-dinding candi.

Selama bulan Agustus–September, Kala Senja Prambanan tersedia tanggal 29 Agustus 2026 serta 12 dan 26 September 2026, dimulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB. Pengalaman ini mengajakmu untuk menjelajahi kompleks Prambanan di bawah indahnya langit senja dan pemandangan sunset. Tidak sampai di situ, kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan tari eksklusif yang hanya ada di Kala Senja Prambanan.

*Untuk sementara, Kala Senja Prambanan Sewu Edition hanya available selama bulan Agustus–September.

Baca juga: Nggak Bakal Bosen, Ini Berbagai Aktivitas di Candi Prambanan

Manfaatkan Promo Wisatawan Mancanegara yang Tersedia

Kalau berencana berkunjung ke Candi Prambanan, jangan lupa cek media sosial Candi Prambanan atau website resmi Injourney Destination Management untuk melihat update promo. Karena, tentu saja kami menawarkan berbagai promo yang akan menguntungkanmu!

Jangan lewatkan penawaran spesial Prambanan Experience hanya sampai tanggal 31 Agustus 2026. Dapatkan pengalaman penuh makna untuk mengenal Prambanan secara lebih dalam hanya dengan Rp550.000 Rp350.000 (pemesanan minimal 3 tiket).

Melalui pengalaman ini, kamu akan merasakan pesona nyata kemegahan warisan sejarah dunia dalam sebuah perjalanan eksklusif, bersama dengan tour guide. Kamu juga akan mendapatkan fasilitas EV shuttle dan sajian jamu (minuman herbal tradisional khas Indonesia).

Promo spesial ini berlaku untuk kunjungan tanggal 10, 24, dan 31 Agustus 2026 dan bisa dipesan secara online selama periode 10–31 Agustus 2026. Jangan sampai ketinggalan, segera reservasi Prambanan Experience sekarang juga.

Ada juga penawaran spesial lain khusus wisatawan mancanegara, yaitu promo potongan 25% untuk tiket Candi Prambanan. Promo ini berlaku untuk pembelian tiket online selama periode 10–31 Agustus 2026 (kecuali hari Senin). Cek penawaran spesial lainnya di halaman promo Injourney Destination Management.

Baca juga: Ungkap Mitos Candi Prambanan, Benarkah Pasangan Bisa Putus?

Tips Berkunjung ke Candi Prambanan untuk Wisatawan Mancanegara

Agar kunjungan ke Candi Prambanan semakin nyaman dan berkesan, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu persiapkan sebelum datang. Berikut tipsnya:

1. Datang di Waktu yang Tepat

Pagi atau sore hari bisa menjadi waktu yang nyaman untuk mengeksplorasi kawasan candi. Selain menghindari teriknya matahari, Kamu juga bisa menikmati suasana Candi Prambanan dengan lebih santai.

2. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Kawasan Candi Prambanan cukup luas sehingga kamu akan banyak berjalan kaki. Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang mendukung aktivitas berjalan agar lebih leluasa menjelajahi area candi.

3. Lindungi Diri dari Sinar Matahari

Cuaca di kawasan candi dapat terasa cukup panas, terutama pada siang hari. Jangan lupa membawa sunscreen, topi, kacamata hitam, dan air minum agar tetap nyaman selama berkeliling.

4. Kenali Aturan Kunjungan

Sebagai situs warisan budaya, Candi Prambanan memiliki aturan yang perlu dipatuhi pengunjung. Pastikan Kamu mengikuti petunjuk dan menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan selama berkunjung.

5. Cek Informasi Sebelum Berangkat

Sebelum menuju Candi Prambanan, pastikan Kamu mengecek informasi terbaru mengenai jam operasional, harga tiket, akses, serta ketentuan kunjungan. Ini akan membantu perjalananmu berjalan lebih lancar.

6. Pesan Tiket Sebelum Berkunjung

Sebaiknya pesan tiket melalui kanal resmi sebelum datang ke Candi Prambanan. Dengan begitu, Kamu bisa mengetahui jenis tiket, harga, serta ketentuan kunjungan yang berlaku.

Siap Menjelajahi Candi Prambanan?

Candi Prambanan menawarkan pengalaman untuk mengenal lebih dekat sejarah, arsitektur, dan kekayaan budaya Indonesia. Agar perjalananmu lebih praktis, Kamu bisa mempersiapkan kunjungan dengan membeli tiket Candi Prambanan secara online melalui laman tiket resmi Injourney Destination Management.

Pesan tiketmu dan siapkan perjalanan untuk menikmati kemegahan Candi Prambanan secara langsung!

Baca juga: Candi Prambanan Tutup Jam Berapa? Jangan Salah Informasi

The post Wisatawan Mancanegara, Ini yang Bisa Dinikmati di Candi Prambanan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/wisatawan-mancanegara-di-candi-prambanan/feed/ 0
Rekomendasi Tempat Bersejarah di Jogja yang Wajib Dikunjungi https://injourneydestination.id/tempat-bersejarah-di-jogja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tempat-bersejarah-di-jogja https://injourneydestination.id/tempat-bersejarah-di-jogja/#respond Thu, 27 Aug 2026 05:28:34 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18165

Kalau sedang mencari tempat bersejarah di Jogja, kamu akan menemukan banyak destinasi yang menyimpan cerita menarik dari masa lalu. Mulai dari Candi Prambanan yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno hingga bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh, seperti Keraton, semuanya menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya seru, tetapi juga menambah wawasan. Setiap tempat memiliki nilai sejarah […]

The post Rekomendasi Tempat Bersejarah di Jogja yang Wajib Dikunjungi first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Kalau sedang mencari tempat bersejarah di Jogja, kamu akan menemukan banyak destinasi yang menyimpan cerita menarik dari masa lalu. Mulai dari Candi Prambanan yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno hingga bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh, seperti Keraton, semuanya menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya seru, tetapi juga menambah wawasan.

Setiap tempat memiliki nilai sejarah dan daya tarik yang berbeda. Ada yang terkenal karena kemegahan arsitekturnya, ada pula yang menjadi saksi perjalanan budaya dan peradaban di Yogyakarta. Berikut beberapa rekomendasi tempat bersejarah di Jogja yang wajib kamu kunjungi.

Rekomendasi Tempat Bersejarah di Jogja

Selain menambah wawasan, mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Jogja juga membuat perjalanan terasa lebih bermakna karena kamu bisa melihat langsung jejak peradaban yang telah bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun.

Kalau masih bingung ingin berkunjung ke mana, berikut rekomendasi tempat bersejarah di Jogja yang bisa masuk dalam daftar liburanmu:

1. Keraton Ratu Boko

Jika ingin menikmati wisata sejarah dengan suasana yang berbeda, Keraton Ratu Boko wajib menjadi destinasi pertama yang kamu kunjungi. Berbeda dengan kompleks candi pada umumnya, kawasan ini merupakan situs bekas keraton yang berdiri di atas perbukitan dengan panorama alam yang memukau.

Kompleks Ratu Boko memiliki berbagai bangunan bersejarah seperti gapura utama, pendapa, paseban, kolam, hingga gua yang dahulu digunakan sebagai tempat bertapa. Dari berbagai penelitian, kawasan ini diperkirakan telah digunakan sejak abad ke-8 Masehi dan menjadi salah satu situs penting pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Selain nilai sejarahnya, Keraton Ratu Boko juga terkenal sebagai salah satu tempat nyore di Jogja. Saat matahari mulai terbenam, siluet gapura berpadu dengan langit jingga menciptakan pemandangan yang sangat indah. Tidak heran jika banyak wisatawan datang menjelang sore untuk menikmati suasana tersebut.

Tempat bersejarah ini juga erat kaitannya dengan legenda Roro Jonggrang, di mana nama Ratu Boko sendiri dikenal sebagai ayah dari Roro Jonggrang. Setelah menyusuri setiap sudut keraton, jangan lewatkan kesempatan menyaksikan pertunjukan tari yang mengangkat kisah legenda tersebut.

Pada jadwal-jadwal tertentu, Keraton Ratu Boko mempersembahkan pertunjukan tari yang dapat disaksikan oleh para pengunjung secara gratis. Kalau kamu penasaran dan ingin menonton magisnya tarian budaya di bawah kemilau langit emas saat matahari mulai terbenam, rajin-rajin cek media sosial @ratubokopark, ya. 

Adapun beberapa pertunjukan yang telah sukses dilaksanakan dan berhasil menarik perhatian antara lain Sandyakala Kecak, Sandyakala Jonggrang, dan Sandyakala Prabu Boko. Pertunjukan ini biasanya mulai pukul 16.30 WIB, tepat saat senja, perpaduan pertunjukan tari dan semburat golden hour akan membuatmu merasakan suasana magis.

2. Candi Prambanan

Berbicara tentang tempat bersejarah di Jogja, rasanya belum lengkap tanpa mengunjungi Candi Prambanan. Candi Hindu terbesar di Indonesia ini merupakan mahakarya arsitektur yang dibangun pada abad ke-9 dan menjadi salah satu ikon wisata paling terkenal di Yogyakarta.

Kompleks Candi Prambanan memiliki tiga candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma. Uniknya, meski candi utama bercorak Hindu, kompleks Prambanan juga memiliki candi-candi Buddha, seperti Lumbung, Bubrah, dan Sewu. 

Selain menjelajahi area candi utama dan tiga candi lainnya, kamu juga bisa menikmati berbagai sudut menarik di kawasan Prambanan. Hamparan taman yang luas, deretan candi perwara, hingga latar belakang bangunan candi yang megah menjadikan tempat ini cocok untuk berwisata sekaligus mengabadikan momen bersama keluarga maupun teman.

Baca juga: Nggak Bakal Bosen, Ini Berbagai Aktivitas di Candi Prambanan

3. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta bukan hanya kediaman resmi Sri Sultan Hamengku Buwono, tetapi juga menjadi pusat pelestarian budaya Jawa yang masih aktif hingga saat ini.

Di dalam kompleks keraton, kamu dapat melihat berbagai koleksi benda bersejarah, mulai dari kereta kencana, gamelan, lukisan, hingga berbagai hadiah dari negara sahabat. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang rutin digelar pada waktu tertentu.

Mengunjungi Keraton Yogyakarta akan memberikan pengalaman yang berbeda karena kamu tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga mengenal lebih dekat tradisi dan budaya yang masih dilestarikan hingga sekarang.

4. Taman Sari

Tak jauh dari Keraton Yogyakarta, terdapat Taman Sari yang dahulu berfungsi sebagai taman kerajaan sekaligus tempat peristirahatan keluarga kesultanan.

Bangunan ini memiliki perpaduan arsitektur Jawa, Portugis, dan Eropa yang membuat tampilannya begitu unik. Salah satu area yang paling terkenal adalah kolam pemandian dengan dinding berwarna putih yang sering menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto.

Di balik keindahannya, Taman Sari juga memiliki lorong bawah tanah serta berbagai ruangan yang dulunya digunakan untuk kepentingan keluarga kerajaan.

Baca juga: 6 Wisata di Sleman untuk Anak, Menghibur sekaligus Edukatif

5. Benteng Vredeburg

Jika ingin mengetahui perjalanan sejarah Indonesia, Benteng Vredeburg bisa menjadi pilihan yang tepat.

Benteng peninggalan Belanda ini kini difungsikan sebagai museum yang menyajikan berbagai diorama perjuangan bangsa Indonesia, mulai dari masa penjajahan hingga kemerdekaan.

Koleksi yang ditampilkan cukup lengkap sehingga pengunjung dapat memahami berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

6. Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo merupakan salah satu museum budaya terbesar di Indonesia yang menyimpan ribuan koleksi benda bersejarah. Di sini kamu bisa melihat berbagai koleksi keris, topeng tradisional, arca, naskah kuno, batik, hingga berbagai peninggalan budaya Jawa lainnya.

Museum ini cocok dikunjungi apabila kamu ingin menambah pengetahuan mengenai sejarah, seni, dan budaya Jawa dalam satu tempat.

Menjelajahi tempat bersejarah di Jogja bukan sekadar mengunjungi destinasi wisata, tetapi juga mengenal perjalanan panjang peradaban yang pernah berkembang di tanah Jawa. Mulai dari megahnya Candi Ratu Boko, kemegahan Candi Prambanan, hingga berbagai situs budaya lainnya, setiap tempat memiliki cerita yang layak untuk kamu pelajari.

Kalau sudah merencanakan liburan ke Yogyakarta, jangan lupa membeli tiket Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko secara online melalui laman tiket resmi Injourney Destination Management. Dengan membeli tiket lebih awal, proses masuk ke kawasan wisata menjadi lebih praktis sehingga kamu bisa lebih fokus menikmati pengalaman menjelajahi dua destinasi bersejarah terbaik di Yogyakarta.

Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata di Sleman yang Wajib Dikunjungi

The post Rekomendasi Tempat Bersejarah di Jogja yang Wajib Dikunjungi first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/tempat-bersejarah-di-jogja/feed/ 0
Alasan Prewedding Ratu Boko Jadi Favorit Calon Pengantin https://injourneydestination.id/prewedding-keraton-ratu-boko/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=prewedding-keraton-ratu-boko https://injourneydestination.id/prewedding-keraton-ratu-boko/#respond Thu, 27 Aug 2026 05:26:57 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18161

Kalau kamu lagi cari ide foto prewedding yang beda dari yang lain, prewedding Keraton Ratu Boko bisa jadi jawabannya. Situs bersejarah yang berdiri sejak abad ke-8 pada masa Dinasti Syailendra ini bukan bangunan bersejarah biasa, kompleks keraton ini terdiri dari gerbang megah, pendapa, kolam, dan gua yang bikin setiap sudutnya terasa sinematik.  Selain struktur yang […]

The post Alasan Prewedding Ratu Boko Jadi Favorit Calon Pengantin first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Kalau kamu lagi cari ide foto prewedding yang beda dari yang lain, prewedding Keraton Ratu Boko bisa jadi jawabannya. Situs bersejarah yang berdiri sejak abad ke-8 pada masa Dinasti Syailendra ini bukan bangunan bersejarah biasa, kompleks keraton ini terdiri dari gerbang megah, pendapa, kolam, dan gua yang bikin setiap sudutnya terasa sinematik. 

Selain struktur yang megah, Keraton Ratu Boko juga menjadi salah satu spot dengan pemandangan sunset terbaik di Jogja. Nggak heran kalau makin banyak calon pengantin memilih lokasi ini sebagai latar foto prewedding Keraton Ratu Boko mereka.

Apakah kamu tertarik untuk melakukan sesi prewedding di Keraton Ratu Boko? Kalau begitu, yuk, simak informasi selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

Kenapa Ratu Boko Jadi Pilihan Favorit untuk Foto Prewedding?

Sumber: Instagram @ratubokopark

Selain menjadi salah satu tempat wisata romantis di Sleman, ada banyak alasan kenapa Keraton Ratu Boko selalu masuk daftar teratas lokasi prewedding di Jogja, mulai dari nuansa arsitektur yang autentik, pemandangan sunset, hingga spot yang megah. Berikut uraian selengkapnya:

1. Latar Arsitektur Kuno yang Autentik

Salah satu alasan utama banyak pasangan memilih paket prewedding di Ratu Boko adalah suasana arsitekturnya yang otentik. Gerbang batu berundak, reruntuhan candi, dan struktur bangunan khas keraton kuno memberi kesan megah sekaligus romantis. Nuansa ini susah kamu temukan di studio foto atau lokasi modern manapun, karena semuanya adalah peninggalan sejarah yang asli.

2. Pemandangan Sunset yang Ikonik

Ratu Boko dikenal luas sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Yogyakarta. Saat sore hari, langit berubah jadi gradasi oranye keemasan dengan siluet gerbang candi di latar depan. Momen inilah yang sering jadi buruan fotografer prewedding, karena hasilnya dramatis dan penuh emosi tanpa perlu banyak sentuhan editing.

3. Beragam Spot Foto dalam Satu Kawasan

Kompleks Ratu Boko cukup luas dan punya beberapa titik foto yang punya karakter berbeda, mulai dari area gapura utama, pendopo, hingga area candi pembakaran. Jadi dalam satu sesi pemotretan, kamu bisa dapat variasi latar tanpa harus pindah lokasi jauh-jauh.

Baca juga: Sandyakala Jonggrang, Sajikan Keindahan Legenda dan Budaya

Manfaatkan Paket Boko Prewedding

Buat kamu yang mau mengabadikan momen spesial di sini, Injourney Destination Management selaku pengelola resmi menyediakan paket khusus perizinan lahan untuk prewedding bernama Boko Prewedding

Paket ini menawarkan akses ke beberapa lokasi foto ikonik di dalam kawasan Keraton Ratu Boko, lengkap dengan latar arsitektur kuno dan pemandangan alam yang memukau untuk mengabadikan kisah cinta kamu di tempat yang indah dan bersejarah. 

Apa yang Akan Kamu Dapatkan?

Paket prewedding Keraton Ratu Boko menawarkan sesi foto hingga 4 jam. Selain itu, paket ini juga sudah mencakup fasilitas dasar berupa akses venue dan toilet, sehingga sesi pemotretan kamu bisa berjalan lebih nyaman selama berada di area kawasan Ratu Boko.

Cara Reservasi Boko Prewedding

Keraton Ratu Boko berlokasi di Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak jauh dari Candi Prambanan. Kalau kamu butuh informasi lebih lanjut soal paket atau jadwal, kamu bisa menghubungi pihak pengelola melalui nomor +62 813-5730-9055 dengan maksimal reservasi adalah H-7.

Selain paket prewedding, tersedia juga paket Boko Wedding bagi kamu yang ingin melangsungkan momen resepsi atau akad dengan latar kompleks candi yang sama megahnya. Jadi kalau kamu berencana menikah langsung di lokasi bersejarah ini, Injourney Destination Management Juga sudah menyiapkan paketnya.

Berapa Harga Paket Boko Prewedding?

Harga paket Boko Prewedding adalah Rp1.500.000 per sesi dengan durasi 4 jam setiap sesinya. Namun, harga ini belum termasuk tiket masuk ke Keraton Ratu Boko.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Nyore di Jogja Sambil Berburu Sunset

Yuk, Wujudkan Sesi Foto Prewedding Impianmu di Keraton Ratu Boko!

Setelah tahu informasi mengenai paket Boko Prewedding, sekarang saatnya kamu mulai merencanakan sesi foto prewedding bareng pasangan. Supaya proses kunjungan lebih praktis dan nggak perlu antre lama di lokasi, kamu bisa membeli tiket Keraton Ratu Boko secara online melalui situs resmi Injourney Destination Management.

Dengan tiket online, kamu bisa atur jadwal kunjungan lebih fleksibel dan memastikan kuota kunjungan tersedia, terutama kalau kamu berencana datang di jam-jam favorit menjelang sunset

Yuk, segera kunjungi laman resmi Injourney Destination Management untuk info paket Boko Prewedding, Boko Wedding, dan pembelian tiket masuk secara online. Jadikan momen berhargamu bersama pasangan semakin istimewa dengan latar kemegahan Keraton Ratu Boko!

Baca juga: Lagi Capek? Ini Tempat Healing di Jogja yang Bisa Dikunjungi

The post Alasan Prewedding Ratu Boko Jadi Favorit Calon Pengantin first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/prewedding-keraton-ratu-boko/feed/ 0
NIKI Balik Kampung, Kemeriahan PJF 2026 yang Sulit Dilupakan https://injourneydestination.id/niki-prambanan-jazz/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=niki-prambanan-jazz https://injourneydestination.id/niki-prambanan-jazz/#respond Thu, 27 Aug 2026 05:22:22 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18158

Lagi-lagi, Prambanan Jazz Festival 2026 kembali menghadirkan momen yang sulit dilupakan, terutama lewat penampilan NIKI Prambanan Jazz yang sukses menjadi salah satu sorotan utama festival tahun ini.  Penyanyi asal Indonesia yang telah menorehkan prestasi di kancah internasional tersebut akhirnya “pulang kampung” dan menyapa ribuan penggemarnya dengan latar megah Candi Prambanan. Perpaduan musik, suasana malam, dan […]

The post NIKI Balik Kampung, Kemeriahan PJF 2026 yang Sulit Dilupakan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Lagi-lagi, Prambanan Jazz Festival 2026 kembali menghadirkan momen yang sulit dilupakan, terutama lewat penampilan NIKI Prambanan Jazz yang sukses menjadi salah satu sorotan utama festival tahun ini. 

Penyanyi asal Indonesia yang telah menorehkan prestasi di kancah internasional tersebut akhirnya “pulang kampung” dan menyapa ribuan penggemarnya dengan latar megah Candi Prambanan. Perpaduan musik, suasana malam, dan siluet candi menciptakan pengalaman konser yang terasa begitu istimewa sekaligus emosional.

Sejak diumumkan sebagai salah satu headliner, antusiasme penonton sudah terasa jauh sebelum festival dimulai. Tiket pertunjukan menjadi incaran para penggemar dari berbagai kota. Apakah kamu salah satu pasien yang belum move on dari penampilan NIKI Prambanan Jazz 2026? Yuk, simak keseruannya di sini!

NIKI dan Momen Pulang Kampung yang Dinanti

Bagi banyak penggemar, penampilan NIKI di Prambanan Jazz bukan sekadar konser biasa. Ada rasa bangga melihat musisi Indonesia yang telah sukses berkarier secara global kembali tampil di tanah kelahirannya.

Sepanjang penampilannya, NIKI berhasil membangun kedekatan dengan penonton melalui cerita-cerita sederhana yang disampaikan di sela lagu. Interaksi tersebut membuat suasana terasa hangat, seolah semua yang hadir sedang menikmati pertunjukan bersama seorang teman lama yang akhirnya kembali ke rumah.

Ditambah lagi, panggung Prambanan Jazz memiliki karakter yang berbeda dibandingkan festival musik lainnya. Dengan kemegahan Candi Prambanan sebagai latar belakang, setiap lagu terasa memiliki nuansa yang lebih dramatis dan berkesan.

Penampilan NIKI Prambanan Jazz yang Penuh Emosi

Banyak penggemar sepakat bahwa NIKI Prambanan Jazz menjadi salah satu penampilan paling memorable sepanjang festival tahun ini. Sejak lagu pertama dimainkan, ribuan penonton langsung bernyanyi bersama, menciptakan harmoni yang memenuhi area konser.

Malam itu bukan hanya tentang menikmati musik. Penonton juga diajak merasakan berbagai emosi, mulai dari haru, bahagia, hingga nostalgia melalui deretan lagu yang dibawakan NIKI. NIKI membawakan beberapa judul lagu populer miliknya, seperti La La Lost You, Lowkey, Summertime, Ocean and Engines, Backburner, dan Indigo.

Atmosfer semakin terasa spesial ketika tata cahaya panggung berpadu dengan langit malam dan siluet megah Candi Prambanan. Kombinasi tersebut menghadirkan pengalaman visual yang sulit ditemukan di venue konser lainnya.

Baca juga: Liburan di Candi Prambanan Ngapain Aja? Ini List Aktivitasnya

Momen Unik di Tengah Penampilan NIKI di PJF 2026

Dikenal dengan lagu-lagu yang menguras emosi, momen penampilan NIKI rupanya dimanfaatkan oleh salah satu penonton PJF untuk melamar kekasihnya. Kejadian mengharukan sekaligus membuat iri banyak orang ini terjadi saat NIKI membawa lagunya yang berjudul “Ocean and Engines”.

Hal ini bisa dibilang sebagai momen bittersweet, mengingat lirik lagu “Ocean and Engines” yang cenderung galau justru mampu menciptakan kenangan manis bagi pasangan tersebut, bahkan penonton lain yang ikut menyaksikannya secara langsung.

NIKI yang sedang bernyanyi di atas panggung tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, “Oh my God!” Serunya dari atas panggung. Kemudian, ia pun melanjutkan performanya dengan lebih semangat.

Antusiasme Penggemar Membuktikan Daya Tarik Prambanan Jazz

Prambanan Jazz kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival musik yang selalu dinantikan setiap tahunnya. Kehadiran musisi internasional, musisi nasional, hingga talenta lintas generasi membuat festival ini memiliki daya tarik bagi berbagai kalangan.

Penampilan NIKI menjadi salah satu bukti bahwa Prambanan Jazz mampu menghadirkan pengalaman konser yang berbeda. Banyak penggemar rela datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik untuk menikmati setiap lagu yang dibawakan.

Tak sedikit pula yang menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk berlibur di Yogyakarta. Setelah menikmati konser, mereka melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata di sekitar Prambanan.

Baca juga: Candi Prambanan Tutup Jam Berapa? Jangan Salah Informasi

Prambanan Jazz Memang Usai, tetapi Pesona Candi Prambanan Masih Menanti

Meski kemeriahan Prambanan Jazz 2026 telah berakhir, pesona Candi Prambanan tetap bisa Kamu nikmati sepanjang tahun. Keindahan arsitektur, nilai sejarah, hingga berbagai aktivitas menarik menjadikan destinasi ini selalu layak masuk dalam daftar liburanmu.

Kamu bisa menjelajahi kompleks candi utama dan tiga candi di sekelilingnya, mulai dari Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu. Menjelang sore, suasana Prambanan juga terasa semakin memukau karena cahaya matahari mulai menciptakan siluet indah di setiap sudut candi.

Selain berkeliling, Kamu juga dapat berburu foto di berbagai spot ikonik, menikmati pertunjukan budaya yang diselenggarakan pada waktu tertentu, atau sekadar bersantai menikmati suasana kawasan yang asri. Bagi pecinta sejarah maupun fotografi, Candi Prambanan selalu punya alasan untuk dikunjungi lebih dari sekali.

Kapan sih waktu yang tepat untuk berkunjung ke Candi Prambanan? Keindahan situs bersejarah ini bisa kamu nikmati kapan saja. Datang pada pagi hari memberikan suasana yang lebih tenang, sedangkan sore menjelang senja menjadi waktu favorit banyak wisatawan untuk menikmati keindahan Candi Prambanan.

Agar perjalanan semakin praktis, kamu bisa pesan Tiket Candi Prambanan secara online melalui laman resmi yang disediakan oleh InJourney Destination Management. Dengan pembelian tiket secara online, Kamu bisa mempersiapkan kunjungan lebih mudah dan menikmati pengalaman menjelajahi salah satu situs warisan dunia yang paling ikonik di Indonesia tanpa perlu repot membeli tiket di lokasi.

Yuk, jadwalkan perjalananmu sekarang dan rasakan sendiri keindahan Candi Prambanan yang selalu memikat, baik saat festival berlangsung maupun di hari-hari biasa!

Baca juga: Nggak Bakal Bosen, Ini Berbagai Aktivitas di Candi Prambanan

The post NIKI Balik Kampung, Kemeriahan PJF 2026 yang Sulit Dilupakan first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/niki-prambanan-jazz/feed/ 0
Wisata Dekat Candi Prambanan yang Tak Kalah Seru, Jangan Skip! https://injourneydestination.id/wisata-dekat-candi-prambanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wisata-dekat-candi-prambanan https://injourneydestination.id/wisata-dekat-candi-prambanan/#respond Thu, 27 Aug 2026 05:12:22 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18155

Selain menikmati kemegahan Candi Prambanan, kamu juga dapat mengunjungi berbagai wisata dekat Candi Prambanan yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari situs bersejarah lainnya, taman rekreasi, hingga spot menikmati sunset. Memasukkan destinasi lain di sekitar Candi Prambanan akan membuat itinerary kamu lebih lengkap dan tentunya efisien dengan jarak yang berdekatan. Tertarik mengetahui apa saja wisata di […]

The post Wisata Dekat Candi Prambanan yang Tak Kalah Seru, Jangan Skip! first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Selain menikmati kemegahan Candi Prambanan, kamu juga dapat mengunjungi berbagai wisata dekat Candi Prambanan yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari situs bersejarah lainnya, taman rekreasi, hingga spot menikmati sunset.

Memasukkan destinasi lain di sekitar Candi Prambanan akan membuat itinerary kamu lebih lengkap dan tentunya efisien dengan jarak yang berdekatan. Tertarik mengetahui apa saja wisata di Sleman yang dekat Candi Prambanan? Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

List Destinasi Wisata Dekat Candi Prambanan

Setelah menjelajahi candi Prambanan, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai wisata dekat Candi Prambanan yang tak kalah menarik, antara lain sebagai berikut:

1. Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung

Tahukah kamu bahwa di sekitar kompleks Candi Prambanan berdiri candi-candi kokoh, yang uniknya berlatar belakang Buddha? Yup, candi-candi tersebut adalah Sewu, Bubrah, dan Lumbung. Untuk mengelilingi tiga candi tersebut, kamu bisa berjalan kaki atau naik sepeda/EV yang bisa disewa di kompleks Candi Prambanan.

Candi Sewu merupakan struktur candi Buddha terbesar setelah Borobudur di Indonesia. Candi ini berada di sisi utara kompleks dan terdiri dari 1 candi utama, 8 candi apit, serta 240 candi perwara. Di sebelah selatan Candi Sewu, kamu bisa melihat Candi Bubrah, candi yang memiliki struktur unik karena beberapa bagiannya belum sepenuhnya selesai,

Sementara itu, di sisi selatan Candi Bubrah, terdapat Candi Lumbung yang dinamai demikian karena bentuknya mirip dengan lumbung, tempat penyimpanan padi masyarakat Jawa. Menyimpan sejarah masing-masing, akan sangat menarik untuk eksplor di masing-masing candi ini, bukan?

2. Sendratari Ramayana

Wisata lain yang sayang untuk dilewatkan setelah mengunjungi Prambanan adalah Sendratari Ramayana. Setelah berkeliling candi, saatnya melihat refleksi relief Candi Prambanan yang ditampilkan dalam Sendratari Ramayana.

Sendratari Ramayana Prambanan adalah pertunjukan budaya yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog, mengisahkan tentang epos Ramayana dan Roro Jonggrang. Pertunjukan ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta.

Agar tidak terlewat, kamu bisa memantau kalender Sendratari Ramayana dan segera mengamankan tiketnya. Tiket pertunjukan ini sering kali menjadi rebutan, jadi siapa cepat dia dapat! 

3. Keraton Ratu Boko

Di sebelah selatan, sekitar 3 km dari Candi Prambanan, kamu akan menemukan Keraton Ratu Boko. Kompleks istana kuno ini sudah berdiri sejak masa Mataram Kuno, terdiri dari gapura monumental, pendapa, kolam, dan ruang-ruang berpagar batu yang menandakan bahwa kawasan ini dulunya menjadi pusat kegiatan spiritual.

Keraton Ratu Boko berada di atas bukit setinggi kurang lebih 196 mdpl. Menurut sejarah, reruntuhan ini merupakan kawasan pertapaan yang dipimpin oleh Rakai Walaing Pu Kumbhayoni sekaligus menjadi pusat kegiatan spiritual masyarakat pada masa Mataram Kuno.

Sementara itu, menurut legenda yang beredar di masyarakat, keraton ini diyakini sebagai tempat tinggal Ratu Boko, ayah dari Roro Jonggrang. Waktu terbaik untuk mengunjungi Keraton Ratu Boko adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Pasalnya, destinasi ini menjadi salah satu spot sunset favorit di Yogyakarta.  

Baca juga: IDM Hadirkan Liburan Nyaman Penuh Makna pada momen Liburan Sekolah di Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko

4. Tebing Breksi

Tebing Breksi adalah wisata Geoheritage di Yogyakarta yang sayang untuk kamu lewatkan. Mulanya, tebing ini merupakan area tambang batu alam yang menjadi sumber penghidupan warga sekitar. Namun, pada tahun 2014, para peneliti menemukan bahwa tebing ini mengandung jenis batuan langka yang membuat aktivitas tambang harus dihentikan.

Hal ini mendorong inisiatif masyarakat untuk mengekspresikan kreativitasnya dengan memahat relief-relief pewayangan yang menghasilkan karya artistik yang indah. Karya inilah yang menjadi daya tarik Tebing Breksi dan membuat banyak wisatawan ingin mengunjunginya.

Bila kesini saat sore hari menuju waktu matahari terbenam, kamu akan bisa melihat pemandangan yang mengagumkan, perpaduan sunset dan hamparan alam di sekitar tebing. Destinasi ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang ramah wisatawan, mulai dari tempat makan, musala, hingga pusat oleh-oleh.                              

5. Candi Ijo

Ingin melihat candi dari ketinggian sambil menikmati panorama matahari terbenam? Candi Ijo jawabannya. Candi Hindu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9, berdiri di atas Bukit Gumuk Ijo yang menjadikannya candi tertinggi di Yogyakarta.

Kompleks candi ini terdiri dari belasan struktur bangunan yang tersusun dalam beberapa teras berundak, dengan candi induk di bagian teratas. Karena posisinya yang tinggi, dari halaman candi kamu bisa memandang hamparan sawah, perbukitan, bahkan pesawat lepas landas dari Bandara Adisutjipto di kejauhan. Sore hari menjelang senja merupakan waktu favorit wisatawan untuk mengunjungi Candi Ijo.

6. Candi Plaosan

Dengan jarak sekitar 1 km dari Candi Prambanan, Candi Plaosan menawarkan kisah unik dan memiliki sebutan populer “candi kembar” karena memiliki dua bangunan utama yang berdiri berdampingan, dikelilingi ratusan stupa dan candi pendamping berukuran kecil.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, Candi Buddha ini dibangun sekitar abad ke-9 oleh raja beragama Hindu, Rakai Pikatan, sebagai persembahan cinta untuk permaisurinya, Pramodhawardani yang beragama Buddha. Alhasil, candi ini dipercaya menjadi salah satu simbol toleransi antaragama pada masa Mataram Kuno.

Itulah beberapa wisata dekat Candi Prambanan yang bisa kamu jadikan referensi untuk melengkapi itinerary liburan di Yogyakarta. Mulai dari candi-candi bersejarah, pertunjukan budaya, hingga spot foto dan sunset, semuanya berdekatan dan bisa dijelajahi dalam satu hari perjalanan.

Agar kunjunganmu ke Candi Prambanan lebih praktis dan bebas antre, kamu bisa memesan tiket masuk secara online lebih dulu melalui laman tiket resmi Candi Prambanan yang disediakan oleh Injourney Destination Management. Yuk, segera rencanakan liburanmu dan amankan tiketnya sekarang juga!

Baca juga: Prambanan Jazz Festival 2026 Celebrate the Joy jadi Melting Pot Musik, Budaya & Warisan Dunia yang Menggerakkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

The post Wisata Dekat Candi Prambanan yang Tak Kalah Seru, Jangan Skip! first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/wisata-dekat-candi-prambanan/feed/ 0
Masih Bingung Cara ke Candi Prambanan? Ini Panduan dan Tipsnya https://injourneydestination.id/cara-ke-candi-prambanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cara-ke-candi-prambanan https://injourneydestination.id/cara-ke-candi-prambanan/#respond Thu, 27 Aug 2026 05:07:36 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18152

Kalau kamu lagi merencanakan liburan ke Jogja, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Candi Prambanan. Cara ke Candi Prambanan sebenarnya cukup mudah karena lokasinya strategis dan bisa diakses dengan berbagai pilihan transportasi, mulai dari kendaraan pribadi, Trans Jogja, kereta, hingga transportasi online. Meski menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Jogja, masih banyak […]

The post Masih Bingung Cara ke Candi Prambanan? Ini Panduan dan Tipsnya first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Kalau kamu lagi merencanakan liburan ke Jogja, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Candi Prambanan. Cara ke Candi Prambanan sebenarnya cukup mudah karena lokasinya strategis dan bisa diakses dengan berbagai pilihan transportasi, mulai dari kendaraan pribadi, Trans Jogja, kereta, hingga transportasi online.

Meski menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Jogja, masih banyak wisatawan yang bingung mengenai rute menuju lokasi, transportasi yang bisa digunakan, hingga akses masuk ke kawasan candi. Jangan khawatir, artikel ini akan membahas panduan lengkap agar perjalananmu ke Prambanan lebih nyaman dan praktis. Yuk, simak sampai selesai!

Mengapa Harus ke Candi Prambanan?

Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kompleks candi ini terkenal dengan arsitekturnya yang megah, relief yang indah, serta kisah legenda Roro Jonggrang yang masih melekat hingga sekarang.

Selain menikmati kemegahan bangunan bersejarah, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai pertunjukan budaya, menikmati suasana taman yang luas, hingga berburu foto dengan latar candi yang ikonik. Tak heran jika Prambanan selalu menjadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Jogja.

Lokasi Candi Prambanan

Candi Prambanan berada di Jalan Raya Solo–Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasinya berada di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Waktu tempuh dari kawasan Malioboro atau Stasiun Tugu biasanya berkisar antara 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Karena berada di jalur utama Yogyakarta-Solo, akses menuju Prambanan cukup mudah ditemukan baik menggunakan Google Maps maupun mengikuti petunjuk jalan yang tersedia di sepanjang rute.

Baca juga: Ini Line Up Prambanan Jazz Festival 2026, Ada Siapa Saja?

Berbagai Cara ke Candi Prambanan dari Jogja

Terdapat beberapa pilihan transportasi yang bisa kamu gunakan untuk menuju Candi Prambanan. Tinggal sesuaikan saja dengan budget, jumlah rombongan, dan kenyamanan yang diinginkan. Berikut pilihannya:

1. Naik Trans Jogja

Bagi wisatawan yang ingin berhemat, Trans Jogja bisa menjadi pilihan terbaik. Dari kawasan Malioboro, Stasiun Tugu, atau pusat kota lainnya, kamu bisa naik Trans Jogja menuju Terminal Prambanan.

Setelah turun di halte atau terminal terdekat, kamu hanya perlu berjalan kaki beberapa menit menuju area masuk Candi Prambanan. Pilihan ini cukup populer karena tarifnya terjangkau dan rutenya mudah diakses.

2. Menggunakan Kendaraan Pribadi

Kalau ingin perjalanan yang lebih fleksibel, menggunakan mobil atau motor pribadi bisa menjadi pilihan yang nyaman. Dari pusat Kota Jogja, kamu cukup mengikuti Jalan Solo menuju arah timur hingga menemukan kawasan Candi Prambanan.

Area parkir di Prambanan cukup luas dan mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan kendaraan pribadi, kamu juga bisa lebih mudah mengunjungi destinasi lain di sekitar Prambanan seperti Ratu Boko, Tebing Breksi, atau Obelix Hills.

3. Naik Kereta KRL Jogja-Solo

Cara ke Candi Prambanan yang juga cukup praktis adalah menggunakan KRL Commuter Line Jogja-Solo. Kamu bisa naik kereta dari Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan dan turun di Stasiun Brambanan.

Dari stasiun, jarak menuju kawasan wisata hanya sekitar beberapa menit menggunakan ojek online atau kendaraan lokal. Pilihan ini cocok untuk kamu yang ingin menghindari kemacetan, terutama saat musim liburan.

4. Menggunakan Taksi atau Ojek Online

Grab dan Gojek juga menjadi pilihan transportasi yang mudah ditemukan di Yogyakarta. Kamu hanya perlu memasukkan tujuan “Candi Prambanan” di aplikasi, lalu mengikuti titik penjemputan yang tersedia.

Pilihan ini cocok bagi wisatawan yang tidak ingin repot berganti kendaraan atau membawa kendaraan sendiri selama berlibur di Jogja.

5. Mengikuti Paket Wisata

Banyak agen perjalanan yang menawarkan paket wisata Prambanan, baik dalam bentuk private trip maupun open trip. Biasanya paket ini sudah mencakup transportasi, tiket masuk, hingga pendamping perjalanan.

Opsi ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati perjalanan lebih santai tanpa perlu memikirkan rute dan transportasi.

Tips Berkunjung ke Candi Prambanan

Agar pengalaman wisata semakin nyaman, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  • Datang pada pagi atau sore hari untuk menghindari cuaca yang terlalu panas.
  • Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman karena area kompleks cukup luas untuk dijelajahi.
  • Siapkan topi, payung, atau sunblock saat berkunjung pada siang hari.
  • Bawa kamera atau smartphone dengan baterai penuh karena banyak spot foto menarik.
  • Pesan tiket secara online agar proses masuk lebih praktis.

Yuk, Rencanakan Kunjunganmu ke Prambanan!

Cara ke Candi Prambanan ternyata cukup mudah karena tersedia banyak pilihan transportasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari Trans Jogja yang ekonomis, KRL yang praktis, kendaraan pribadi yang fleksibel, hingga layanan transportasi online yang nyaman.

Agar perjalanan semakin praktis, kamu bisa membeli tiket Candi Prambanan secara online sebelum hari kunjungan melalui laman resmi yang disediakan oleh Injourney Destination Management. Selain lebih mudah, cara ini juga membantu menghemat waktu sehingga kamu bisa langsung menikmati keindahan salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia. Selamat berwisata dan semoga liburanmu di Prambanan menjadi pengalaman yang tak terlupakan!

Baca juga: Liburan di Candi Prambanan Ngapain Aja? Ini List Aktivitasnya

The post Masih Bingung Cara ke Candi Prambanan? Ini Panduan dan Tipsnya first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/cara-ke-candi-prambanan/feed/ 0
Daftar Wisata Jawa Tengah Viral yang Bisa Anda Kunjungi https://injourneydestination.id/daftar-wisata-jawa-tengah-viral/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=daftar-wisata-jawa-tengah-viral https://injourneydestination.id/daftar-wisata-jawa-tengah-viral/#respond Thu, 27 Aug 2026 05:01:25 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18149

Sedang mencari destinasi untuk mengisi waktu liburan? Jawa Tengah dapat menjadi pilihan menarik dengan beragam destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda. Mulai dari kemegahan candi bersejarah, panorama alam yang menenangkan, hingga destinasi kekinian yang menarik untuk dikunjungi, semuanya dapat ditemukan dalam satu provinsi. Belakangan ini, sejumlah destinasi wisata Jawa Tengah juga semakin dikenal dan ramai diperbincangkan […]

The post Daftar Wisata Jawa Tengah Viral yang Bisa Anda Kunjungi first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Sedang mencari destinasi untuk mengisi waktu liburan? Jawa Tengah dapat menjadi pilihan menarik dengan beragam destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda. Mulai dari kemegahan candi bersejarah, panorama alam yang menenangkan, hingga destinasi kekinian yang menarik untuk dikunjungi, semuanya dapat ditemukan dalam satu provinsi.

Belakangan ini, sejumlah destinasi wisata Jawa Tengah juga semakin dikenal dan ramai diperbincangkan di media sosial. Daya tariknya tidak hanya terletak pada keindahan pemandangan, tetapi juga pada pengalaman yang ditawarkan, mulai dari menikmati suasana yang tenang hingga mengenal lebih dekat sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Di tengah tren perjalanan yang semakin mengutamakan pengalaman, wisatawan kini tidak sekadar mencari tempat dengan pemandangan indah. Suasana yang autentik, keunikan budaya, serta momen yang dapat dikenang menjadi bagian penting dalam sebuah perjalanan.

Untuk membantu Anda menentukan tujuan, berikut rekomendasi wisata Jawa Tengah yang sedang viral dan dapat menjadi bagian dari rencana perjalanan Anda.

Rekomendasi Wisata Jawa Tengah Viral

Jawa Tengah seolah tidak pernah kehabisan destinasi yang mengundang Anda untuk segera merencanakan perjalanan. Mulai dari candi bersejarah yang telah mendunia hingga destinasi alam yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial, beragam pengalaman menarik dapat Anda temukan di provinsi ini.

Berikut beberapa rekomendasi wisata Jawa Tengah viral yang dapat Anda pertimbangkan untuk melengkapi rencana liburan selanjutnya.

1. Candi Borobudur

Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Candi Borobudur tetap menjadi salah satu destinasi paling populer di Jawa Tengah. Kompleks candi peninggalan Dinasti Syailendra ini tidak hanya menawarkan kemegahan arsitektur dan relief-relief bersejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang sarat akan nilai sejarah dan budaya.

Berjalan menyusuri kawasan candi, Anda dapat mengamati relief yang menghiasi dinding bangunan sekaligus mengenal kisah dan kehidupan masyarakat pada masa lampau. Dari bagian atas candi, hamparan perbukitan dan lanskap hijau di sekitarnya turut melengkapi suasana, terutama ketika matahari mulai terbit dan perlahan menyinari kemegahan Borobudur. Pemandangan inilah yang membuat kunjungan ke Borobudur terasa lebih dari sekadar perjalanan wisata.

Tidak mengherankan jika Candi Borobudur terus menjadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara. Keindahan arsitektur, kekayaan sejarah, serta suasana yang tenang menjadikannya destinasi yang layak dikunjungi setidaknya sekali dalam perjalanan Anda di Jawa Tengah.

2. Dataran Tinggi Dieng

Dieng selalu punya daya tarik tersendiri, terutama karena suasananya yang sejuk berkabut dan pemandangan sunrise di Telaga Warna. Udara dinginnya yang khas pegunungan bikin tempat ini sangat cocok untuk Anda yang ingin melepaskan penat sembari menikmati udara segar jauh dari hiruk-pikuk kota.

3. Kemuning Sky Hills

Jika Anda termasuk penggemar destinasi dengan sensasi menantang, Kemuning Sky Hills bisa jadi pilihan yang tepat. Destinasi ini memiliki wahana jembatan kaca di atas kebun teh dengan latar Gunung Lawu yang bikin takjub, cocok bagi Anda yang suka ketinggian sekaligus pemburu konten kekinian.

4. Lawang Sewu, Semarang

Bangunan kolonial dengan arsitektur megah ini punya daya tarik historis sekaligus spot foto klasik yang instagramable. Suasana kawasan kota lama di sekitarnya juga menambah nuansa Eropa yang sangat estetik untuk Anda jelajahi.

Baca juga: Sandyakala Jonggrang, Sajikan Keindahan Legenda dan Budaya

Tips Sebelum Liburan ke Jawa Tengah

Agar rencana liburan Anda ke berbagai wisata Jawa Tengah viral ini makin maksimal, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

1. Datang di Waktu yang Tepat

Sebagian besar destinasi alam seperti Dieng dan Posong lebih indah dilihat saat pagi hari, sebelum kabut menghilang. Sementara itu, wisata bersejarah seperti Candi Borobudur, bisa dikunjungi saat langit sedang cerah atau menjelang sore untuk menghindari keramaian sekaligus mendapatkan momen golden hour.

2. Siapkan Itinerary yang Realistis

Karena setiap destinasi tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Magelang, Wonosobo, Klaten, hingga Solo, menyusun perjalanan berdasarkan rute yang berdekatan dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman. Dengan begitu, waktu perjalanan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif tanpa harus berpindah terlalu jauh dari satu destinasi ke destinasi lainnya.

3. Pesan Tiket dari Jauh Hari

Memesan tiket lebih awal dapat menjadi langkah yang bijak agar kunjungan terasa lebih nyaman, terutama untuk destinasi populer seperti candi bersejarah. Anda dapat menghindari antrean panjang pada hari kunjungan, terutama saat akhir pekan atau musim liburan ketika jumlah wisatawan biasanya meningkat. Dengan persiapan yang lebih baik, waktu Anda dapat sepenuhnya digunakan untuk menikmati suasana dan pengalaman yang ditawarkan setiap destinasi.

Apabila Candi Borobudur masuk dalam rencana liburan Anda, sebaiknya siapkan tiket masuk sejak jauh-jauh hari agar kunjungan dapat berlangsung lebih nyaman. Memesan tiket secara daring juga membantu Anda mengurangi waktu yang perlu dihabiskan untuk mengantre di lokasi, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan.

Tiket masuk Candi Borobudur dapat dipesan secara online melalui laman tiket resmi InJourney Destination Management. Proses pemesanannya praktis dan dapat dilakukan langsung melalui ponsel, sehingga Anda dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih tenang.

Dengan tiket yang telah dipersiapkan sebelumnya, Anda pun dapat lebih leluasa menikmati kemegahan Candi Borobudur dan suasana di sekitarnya tanpa perlu memikirkan antrean tiket saat tiba di lokasi. Selamat merencanakan perjalanan dan menemukan pengalaman berkesan di Jawa Tengah.

Baca juga: 6 Wisata di Sleman untuk Anak, Menghibur sekaligus Edukatif

The post Daftar Wisata Jawa Tengah Viral yang Bisa Anda Kunjungi first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/daftar-wisata-jawa-tengah-viral/feed/ 0
Makna Relief Candi Prambanan, Erat Akan Kisah Ramayana https://injourneydestination.id/relief-candi-prambanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=relief-candi-prambanan https://injourneydestination.id/relief-candi-prambanan/#respond Wed, 19 Aug 2026 14:37:22 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18096

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991. Struktur ini tidak hanya menyajikan kemegahan jejak sejarah, tetapi juga menyimpan kisah romantik dan kepahlawanan dalam relief-relief dindingnya. Sebelum berkunjung, sebaiknya kamu memahami makna relief Candi Prambanan agar perjalananmu lebih penuh arti. Ukiran relief Candi Prambanan […]

The post Makna Relief Candi Prambanan, Erat Akan Kisah Ramayana first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991. Struktur ini tidak hanya menyajikan kemegahan jejak sejarah, tetapi juga menyimpan kisah romantik dan kepahlawanan dalam relief-relief dindingnya.

Sebelum berkunjung, sebaiknya kamu memahami makna relief Candi Prambanan agar perjalananmu lebih penuh arti. Ukiran relief Candi Prambanan dapat kamu lihat di tiga bangunan utama dalam kompleks Prambanan, yaitu Candi Wisnu, Candi Brahma, dan Candi Siwa. Yuk, pelajari makna relief Candi Prambanan dalam ulasan di bawah ini.

Sejarah Berdirinya Candi Prambanan, Masih Menjadi Misteri?

Jika mendengar tentang sejarah Candi Prambanan, kamu mungkin akan langsung teringat tentang legenda Bandung Bondowoso yang membangun seribu candi dalam satu malam untuk menikahi Roro Jonggrang.

Lantas, apakah berdirinya Candi Prambanan memang dibangun oleh Bandung Bondowoso? Perlu kamu pahami, legenda merupakan buah pikir yang menjadi produk budaya secara turun-temurun sehingga diyakini oleh banyak orang hingga sekarang.

Menariknya, sampai saat ini, belum ditemukan catatan atau manuskrip yang menginformasikan tentang siapa yang menggagas pembangunan Candi Prambanan dan berapa lama kompleks candi ini dibangun.

Namun, para arkeolog bersepakat bahwa penemuan prasasti Siwagrha bisa dijadikan sebagai catatan resmi mengenai sejarah Candi Prambanan. Dalam prasasti Siwagrha tertulis sengkolo “wwalung gunung sang wiku” yang berarti catatan ini dibuat pada 778 saka atau 856 Masehi.

Prasasti Siwagrha bercerita tentang peresmian Candi Prambanan di masa pemerintahan Rakai Pikatan. Bangunan ini diproyeksikan sebagai tempat untuk memuliakan rumah Dewa Siwa sehingga dulunya Candi Prambanan bernama Siwagrha (rumah Siwa).

Setelah berabad-abad tersembunyi, Candi Prambanan ditemukan seorang berkebangsaan Belanda, CA. Lons, pada tahun 1733. Kemudian, mulai menarik perhatian dunia saat ditemukan kembali oleh Colin Mackenzie, bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, di masa pendudukan Britania atas Jawa.

Pemugaran Candi Prambanan dimulai pada tahun 1918, namun berhenti pada tahun 1933 karena adanya perang. Pada tahun 1945, pemugaran dilanjutkan oleh pribumi, kemudian diresmikan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1953. Upaya restorasi untuk melestarikan warisan sejarah leluhur ini terus-menerus dilakukan sampai sekarang.

Sebagai upaya lebih lanjut, Indonesia dan India bekerja sama untuk melanjutkan proyek revitalisasi Candi Prambanan. Hal ini ditandai dengan kunjungan Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi ke Candi Prambanan untuk meresmikan proyek revitalisasi.

Menurut PM Modi, Candi Prambanan adalah simbol budaya Indonesia dan India yang perlu dilestarikan. Di mana, kompleks ini memiliki tiga candi utama Trimurti dan ratusan candi perwara.

Makna Relief Candi Prambanan, Mulai dari Kisah Kresnayana hingga Ramayana

Entah teknologi seperti apa yang digunakan di masa lalu hingga bisa menciptakan ukiran-ukiran indah yang sampai saat ini masih bisa kita nikmati keindahannya. Candi Prambanan erat kaitannya dengan kisah Ramayana yang terukir di sepanjang relief pagar langkan candi Trimurti (Candi Brahma, Candi Wisnu, dan Candi Siwa).

Namun, sebenarnya tidak hanya itu, relief Candi Prambanan juga menyajikan kisah dari epos Kresnayana. Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Makna Relief Ramayana

Relief Ramayana terukir di sepanjang pagar langkan Candi Siwa dan Brahma, bermula dari Candi Siwa dan berakhir di Candi Brahma. Pembacaan relief dilakukan sesuai arah pradaksina, yakni berjalan searah jarum jam.

Munculnya Ancaman Raksasa di Bumi

Di Candi Siwa, terdapat sekitar 24 panel relief yang berkaitan dengan Ramayana. Dalam satu panel relief, kamu bisa melihat 2–3 cerita yang saling berkaitan. Pada panel pertama, kisah dimulai dengan adanya raksasa bernama Rahwana yang mengancam bumi. Karena hal itu, para dewa memohon kepada Wisnu turun ke bumi untuk membasmi Rahwana.

Kemenangan Rama Atas Shinta

Dalam kisah ini, Wisnu menjelma menjadi Rama untuk turun ke bumi dan menjalankan misinya. Relief ini mengisahkan kekuatan Rama yang berhasil membasmi serangan berbagai raksasa, hingga memenangkan sayembara untuk memenangkan Shinta. FYI, sayembara ini diikuti pula oleh Rahwana yang juga menjatuhkan hati pada Shinta. Dari sinilah, perselisihan Rama dan Rahwana dimulai.

Panel selanjutnya mengisahkan pengasingan Rama, Shinta, dan Laksmana ke hutan setelah Bharata dinobatkan sebagai raja. Selama perjalanan ke pengasingan, Rama banyak mengalahkan raksasa hingga mengusir Gagak Sura. 

Terdapat salah satu panel menarik yang menceritakan tentang munculnya godaan raksasi (raksasa perempuan) yang ingin melamar Rama sebagai suaminya. Raksasa ini memanipulasi wujudnya menjadi wanita cantik. Namun, layaknya pria gentle, Rama sadar diri bahwa ia telah memiliki istri dan menolak raksasi.

Penculikan Shinta oleh Rahwana

Panel di Candi Siwa ini juga menceritakan awal mula konflik penculikan Shinta oleh Rahwana. Singkatnya, tragedi ini bermula ketika Shinta menginginkan seekor kijang emas, kemudian Rama berburu untuk menuruti keinginan istrinya. Ia meminta kepada Laksmana untuk menjaga Shinta.

Namun, hal yang tidak diinginkan terjadi, Shinta mendengar adanya teriakan dan mengira sumber suara itu berasal dari Rama sehingga mengutus Laksmana untuk memeriksa kondisi Rama. Ketika Shinta sendiri, inilah kesempatan Rahwana untuk menculiknya.

Pertemuan dengan Hanoman

Panel relief Candi Prambanan berikutnya mengisahkan tentang pengembaraan Rama dan Laksmana setelah mengetahui bahwa sang kekasih diculik. Selama perjalanan, keduanya sering mengalami serangan hingga akhirnya bertemu dengan Hanoman.

Pertemuannya dengan Hanoman membawa Rama untuk bertemu Sugriwa, sang Raja Kera di Kerajaan Kiskenda dan membantunya mengambil kembali tahta kerajaan yang sebelumnya direbut oleh Subali. Perselisihan ini berakhir dengan kemenangan Sugriwa atas bantuan Rama.

Setelah itu, Rama menceritakan tentang misinya dalam mencari sang istri. Mendengar hal itu, Sugriwa segera mengutus Hanoman untuk pergi ke Ngalengka (tempat Rahwana) untuk melihat kondisi Shinta.

Panel relief di Candi Siwa berakhir pada kisah di mana para kera bergotong royong membuat jembatan agar Rama dan Laksmana bisa mencapai Ngalengka untuk menjemput Shinta. Lantas, bagaimana kisah pertemuan kembali Rama dan Shinta di Ngalengka?

Rama Berhasil Mencapai Ngalengka

Memasuki Candi Brahma, kamu akan melihat panel-panel relief yang melanjutkan kisah Ramayana setelah Rama berhasil menuju Ngalengka. Di dalam candi Brahma, terdapat sekitar 30 panel relief.

Panel-panel tersebut menceritakan secara detail mengenai hambatan dan strategi Rama untuk menuju Kerajaan Ngalengka. Keteguhan hati Rama membuat Rahwana mengutus Dasamuka untuk menemui Rama dan memberitahunya agar menyerah jika ia ingin selamat. Namun, Rama tidak pantang menyerah.

Kumbokarno, Sang Raksasa Baik Hati

Salah satu panel relief menceritakan tentang Kumbokarno, adik Rahwana yang memiliki sifat baik, berbeda 180 derajat dengan sang kakak. Ia maju berperang bukan untuk membela Rahwana, melainkan mempertahankan tanah airnya yang sedang diserang. Akan tetapi, Kumbokarno kemudian gugur dalam perang melawan Rama.

Kekalahan Rahwana dan Pertemuan dengan Shinta

Setelah mengalahkan Kumbokarno, Rama menyerang Rahwana dan mengalahkannya. Setelah itu, Rama akhirnya kembali bertemu dengan Shinta. Sayangnya, kisah cinta Rama dan Shinta kembali diuji.

Berbeda dengan versi yang populer di masyarakat, relief ini menunjukkan bahwa sepulang dari Ngalengka, Rama tidak mempertanyakan kesucian Shinta. Keraguan Rama justru berfokus pada kehamilan Shinta dan asal-usul anak yang dikandungnya.

Rama mendapatkan bisikan bahwa Shinta mengandung (namun bukan anaknya), sehingga ia mengutus Laksmana untuk mengasingkan Shinta. Alih-alih membuangnya, Laksmana menyelamatkan Shinta dengan membawanya ke hutan agar bertemu dengan orang yang bisa menolongnya.

Kelahiran Lawa dan Kusya

Saat di pengasingan, Shinta bertemu dengan Resi yang menolongnya dan membawanya ke padepokan hingga ia melahirkan putra kembarnya yang diberi nama Lawa dan Kusya. Shinta membesarkan kedua putranya di padepokan dan mendapatkan pelatihan bela diri.

Suatu hari, Lawa dan Kusya dibawa oleh Resi ke Ayodya (negeri asal Rama) untuk memperlihatkan pada mereka bahwa ayahnya seorang Raja. Dalam perjalanan, keduanya telah dibekali kisah Ramayana oleh Resi.

Setelah bertemu dengan Rama, Resi bercerita bahwa Lawa dan Kusya adalah anak dari Rama dan Shinta. Di kemudian hari, Lawa dan Kusya dinobatkan sebagai Raja Ayodya. 

2. Makna Relief Kresnayana

Relief Kresnayana terukir di sepanjang pagar langkan Candi Wisnu. Secara garis besar, relief ini menceritakan tentang kisah Kresna mulai dari kelahirannya hingga tumbuh dewasa. Selain Rama, Kresna juga merupakan wujud reinkarnasi Dewa Wisnu pada masa yang berbeda.

Panel pertama dimulai dengan gambaran Kerajaan Mathura yang dipimpin oleh Raja Ugrasena. Konflik utama dari kisah relief ini adalah ambisi Raja Kamsa yang ingin memusnahkan Kresna agar ia tetap abadi.

Ambisi Kejam Raja Kamsa

Raja Kamsa dikenal sebagai penguasa paling kejam pada masanya. Ia memperoleh anugerah dari Brahma yang membuatnya tidak dapat dibunuh, kecuali oleh seorang bayi yang kelak lahir dengan nama Kresna. Di mana, bayi tersebut akan lahir dari rahim sang adik, Dewaki. Alhasil, setiap bayi yang dilahirkan oleh Dewaki dibunuh oleh Raja Kamsa.

Saat kelahiran Balarama dan Kresna, kedua bayi ini dibuang oleh Dewaki agar tidak dibunuh oleh Raja Kamsa. Namun, hal ini diketahui oleh Raja Kamsa yang membuatnya selalu mengirimkan gangguan untuk memusnahkan Kresna. Sayangnya, berbagai upaya tersebut tidak pernah berhasil. 

Kekalahan Raja Kamsa

Seiring bertambah dewasa, Kresna menunjukkan berbagai kesaktian dan keberanian dalam menghadapi rintangan serta makhluk jahat yang dikirim oleh Kamsa. Pada akhirnya, Kresna datang ke kerajaan Mathura dan berhasil mengalahkan Raja Kamsa sehingga kedamaian kembali terwujud dan bisa berkumpul dengan keluarga.

Telusuri Jejak Kisah Rama dan Kresna di Relief Candi Prambanan!

Itulah penjelasan mengenai makna relief Candi Prambanan yang bisa kamu pelajari. Memahami makna relief Candi Prambanan membuat pengalaman berkunjung ke kompleks candi ini terasa lebih bermakna. Setiap ukiran yang terpahat pada dinding candi menyimpan kisah, nilai moral, dan filosofi kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Agar dapat melihat langsung keindahan relief Ramayana, Kresnayana, dan berbagai ukiran bersejarah lainnya, pastikan kamu merencanakan kunjungan dengan baik. Kamu bisa membeli tiket Candi Prambanan secara online melalui website resmi Injourney Destination Management sebelum keberangkatan agar proses masuk lebih praktis dan waktu wisata menjadi lebih nyaman.

Yuk, rasakan secara langsung kemegahan ukiran relief Candi Prambanan sekarang juga!

Baca juga: Sandyakala Jonggrang, Sajikan Keindahan Legenda dan Budaya

The post Makna Relief Candi Prambanan, Erat Akan Kisah Ramayana first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/relief-candi-prambanan/feed/ 0
Sendratari Ramayana, Epos Megah yang Dihidupkan Kembali https://injourneydestination.id/sendratari-ramayana/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sendratari-ramayana https://injourneydestination.id/sendratari-ramayana/#respond Tue, 18 Aug 2026 02:30:55 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18131

Sendratari Ramayana saat ini telah menjadi salah satu daya tarik yang mendatangkan para wisatawan ke Jogja. Kesenian ini merupakan visualisasi dari epos Hindu populer berjudul Ramayana yang diadaptasi dengan budaya Jawa. Kamu bisa menyaksikan penampilan Sendratari Ramayana di Kompleks Ramayana Ballet Prambanan. Rasanya, kurang kalau kamu ke Jogja tapi melewatkan penampilan mewah dengan latar Candi […]

The post Sendratari Ramayana, Epos Megah yang Dihidupkan Kembali first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Sendratari Ramayana saat ini telah menjadi salah satu daya tarik yang mendatangkan para wisatawan ke Jogja. Kesenian ini merupakan visualisasi dari epos Hindu populer berjudul Ramayana yang diadaptasi dengan budaya Jawa.

Kamu bisa menyaksikan penampilan Sendratari Ramayana di Kompleks Ramayana Ballet Prambanan. Rasanya, kurang kalau kamu ke Jogja tapi melewatkan penampilan mewah dengan latar Candi Prambanan yang megah ini. Yuk, pahami lebih lanjut tentang Sendratari Ramayana dalam ulasan di bawah ini.

Sejarah Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana adalah kesenian yang menggabungkan tari dan drama, dan dipadukan dengan iringan musik gamelan. Kesenian ini menjadi salah satu cara untuk melestarikan budaya Jawa, tepatnya tentang epos Hindu Ramayana yang tertulis dalam relief Candi Siwa di Prambanan.

Tahukah kamu bahwa pertunjukan Sendratari Ramayana telah dipertontonkan sejak tahun 1961? Yup, bukan hanya dewasa ini, pertunjukan megah tersebut sudah menjadi budaya yang dilestarikan secara turun-menurun.

Sendratari Ramayana pertama kali ditampilkan pada 26 Juli 1961 di panggung terbuka Candi Prambanan atas gagasan Letjen TNI (Purn) GPH Djati Kusumo. Kala itu, koreografi tarian ini digarap oleh Soerjohamidjojo dan Soeharso, serta melibatkan 865 orang termasuk perancang busana, penabuh gamelan, dan penari.

Sejak penampilan pertama yang memukau tersebut, pertunjukan ini dipentaskan secara rutin pada musim kemarau dari bulan Mei–Oktober. Namun, karena panggung terbuka yang digunakan pada pementasan pertama kali masih masuk dalam kompleks Candi Prambanan, dibangun lagi panggung yang berlokasi di sisi barat daya candi.

Menariknya, Sendratari Ramayana menjadi pertunjukan tertua di Asia Tenggara yang masih dipentaskan hingga hari ini. Pertunjukan yang memiliki sejarah panjang ini telah bertahan lintas generasi sejak pertama kali digelar lebih dari enam dekade lalu.

Kisah yang Diangkat dalam Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana mengangkat kisah Epos Ramayana yang tertulis dalam relief Candi Siwa. Pertunjukan ini diawali dengan cerita kompetisi memanah yang diikuti oleh Rama untuk mendapatkan Shinta, putri Raja Mantili. 

Di akhir kompetisi, Rama yang berasal dari Kerajaan Ayodya berhasil mendapatkan kemenangan dan menikahi Shinta. Setelah menikah, Rama dan Shinta, bersama dengan saudara laki-laki Rama, Laksmana, mengembara ke Hutan Dandaka.

Selama di hutan, terjadilah konflik di mana Shinta diculik oleh Rahwana dan dibawa ke Kerajaan Alengka. Dalam perjalanan mencari Shinta, Rama bertemu dengan Anoman lalu mendapatkan bantuan dari pasukan kera untuk menyerang para raksasa penjaga kerajaan Alengka. Cerita ini diakhiri dengan kematian Rahwana oleh panah milik Rama. Dengan begitu, Rama dan Shinta bisa bersatu kembali. 

Tarian ini masih berlanjut dengan menceritakan konflik ketika Rama meragukan kesucian Shinta. Hal tersebut membuat Shinta gigih membuktikan kesuciannya dengan membakar diri. Hasilnya Shinta selamat dari api dan berhasil membuat Rama percaya bahwa ia masih menjaga kesuciannya. Pertunjukan Sendratari Ramayana ini diakhiri dengan bersatunya kembali Rama dan Shinta.

Lokasi Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana yang dikelola oleh InJourney Destination ditampilkan di panggung terbuka di sisi barat Candi Prambanan. Meski tidak berada di dalam kompleks candi, panggung ini memperlihatkan latar kemegahan Candi Prambanan dengan tegas.

Pelaksanaan Sendratari Ramayana berada di dua panggung yang berbeda, yaitu panggung open air outdoor dan Trimurti indoor. Terdapat tiga cerita yang dibawakan, yaitu Ramayana, The Legend of Roro Jonggrang, dan Shinta Obong.

Kisah Ramayana ditampilkan di panggung outdoor saat musim kemarau dan di panggung indoor saat musim hujan. Sementara itu, The Legend of Roro Jonggrang khusus ditampilkan di Trimurti indoor setiap hari Jumat.

Kalau kamu ingin menyaksikan kisah magis pembakaran diri Shinta untuk membuktikan kesuciannya dalam pertunjukan Shinta Obong, tarian ini dipentaskan di area khusus bernama Prambanan Riverfront Amphitheatre.

Baca juga: Liburan di Candi Prambanan Ngapain Aja? Ini List Aktivitasnya

Tips Menonton Sendratari Ramayana

Mengingat pertunjukan Sendratari Ramayana  memiliki begitu banyak peminat, banyak wisatawan yang tidak kebagian tiket jika beli di waktu-waktu yang mepet. Tentunya, kamu tidak ingin mengalami hal ini, kan? Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar bisa dapat tiket, menonton dengan nyaman, dan tentunya lebih seru. Berikut tips selengkapnya:

1. Melihat dan Memastikan Jadwal yang Tersedia

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengecek jadwal untuk memastikan apakah ada pertunjukan di waktu yang kamu inginkan. Kamu bisa melihat Calendar of Event di Instagram Ramayana Prambanan atau melalui website resmi InJourney Destination.

2. Membeli Tiket dari Jauh-Jauh Hari

Setelah memastikan jadwal tersedia, segera amankan tiketmu jauh-jauh hari. Kamu bisa membeli tiket secara online melalui official website InJourney Destination di halaman Pesan Tiket Ramayana Ballet Prambanan. Cukup pilih tanggal yang kamu inginkan, dan checkout! Dengan begitu, tiket sudah aman di kantong dan nggak takut kehabisan di hari-H.

3. Datang Lebih Awal

Di hari pertunjukan nanti, sebaiknya kamu datang 15–30 menit lebih awal. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko keterlambatan dan tentunya kamu akan rugi karena tidak bisa menikmati penampilan secara full.

Belum lagi, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan sebelum memasuki area pertunjukan, seperti penukaran tiket fisik, pengecekan tiket, dan mencari kursi yang telah tertulis di tiket. 

Tenang, walaupun kamu datang jauh lebih awal, kamu bisa menonton suguhan video-video mengenai tentang tempat dan aktivitas wisata yang dikelola oleh pihak InJourney Destination Indonesia, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko.

4. Mematuhi Dos and Don’ts

Agar momen menonton tetap nyaman, baik untukmu maupun orang lain, pastikan kamu mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan. Beberapa peraturan yang perlu kamu patuhi antara lain:

  • Dilarang merokok.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Dilarang berbicara terlalu keras.
  • Duduk sesuai nomor kursi.
  • Mengambil foto dan video tanpa flash.
  • Memperhatikan pementasan dengan seksama.

5. Mengenakan Wastra Prambanan

Agar semakin seru dan bermakna, tentunya juga lebih mendalami budaya Jawa, kamu bisa menonton Sendratari Ramayana sambil mengenakan Wastra Prambanan. InJourney Destination mempersembahkan Wastra dengan corak-corak yang terinspirasi dari relief candi, warna bumi, dan kisah mitologi.

Lebih dari sekadar kain, Wastra Prambanan merupakan sebuah pengalaman yang menjunjung tinggi nilai tradisi namun tetap stylish. Selain itu, penampilan ini juga akan tentu menambah nilai dalam foto yang kamu posting di sosial media nanti. Sudah siap merasakan pengalaman baru menonton pertunjukan Sendratari Ramayana sambil berWastra?

Jadwal Pertunjukan Sendratari Ramayana

Terdapat tiga pertunjukan yang ditampilkan dalam Sendratari Ramayana dengan jadwal yang berbeda-beda. Biar nggak bingung, ini dia informasi selengkapnya:

1. Ramayana Ballet

Ramayana Ballet diselenggarakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Jumat pukul 19.30 WIB. Pada musim hujan di bulan Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember, pertunjukan ini diselenggarakan di Trimurti Indoor. Sementara pada musim kemarau di bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, September, dan Oktober, ditampilkan di Open Air Outdoor. 

Harga tiket weekdays:

KategoriHarga OutdoorHarga IndoorFasilitas
VIPRp450.000Snack dan minuman
SpecialRp350.000Rp350.000Minuman 
Class IRp150.000Rp150.000
Class IIRp150.000Rp150.000
PelajarRp75.000Rp75.000

Harga tiket weekend/special show/liburan:

KategoriHarga OutdoorHarga IndoorFasilitas
VIPRp500.000Snack dan minuman
SpecialRp400.000Rp400.000Minuman
Class IRp250.000Rp250.000
Class IIRp150.000Rp150.000
PelajarRp75.000Rp75.000

2. The Legend of Roro Jonggrang

The Legend of Roro Jonggrang adalah pertunjukan yang menampilkan kisah cinta Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Pertunjukan ini diselenggarakan setiap hari Jumat pukul 19.30 WIB. Jangan sampai melewatkan perpaduan tari dan drama tanpa dialog yang menceritakan kisah romantis–tragis yang populer sejak berlapis-lapis generasi yang lalu.

Harga tiket The Legend of Roro Jonggrang:

KategoriHargaFasilitas
SpesialRp250.000Minuman
Class IRp150.000
Class IIRp100.000
PelajarRp75.000

3. Shinta Obong

Shinta Obong adalah pertunjukan spesial yang menggunakan elemen api secara nyata untuk menghidupkan kisah kegigihan Dewi Shinta dalam membuktikan kesuciannya kepada Rama. Karena keraguan Rama akan kesuciannya, Shinta rela membakar diri di kobaran api. Namun, ia keluar dari kobaran tersebut dalam keadaan utuh tanpa cedera, yang membuktikan bahwa dirinya benar-benar suci.

Pertunjukan ini diselenggarakan setiap hari Jumat pukul 17.30 WIB di Prambanan Riverfront Amphitheater dengan harga tiket:

  • Dewasa: Rp330.000
  • Anak-anak (maksimal 10 tahun): Rp225.000

4. Pertunjukan Spesial Padhang Bulan

Setiap bulan purnama, kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan spesial Ramayana Prambanan “Padhang Bulan”. Di waktu terdekat, kamu bisa menghadiri pertunjukan Padhang Bulan yang diselenggarakan tanggal 29 Juli 2026 pukul 21.30 WIB. Tidak hanya menyaksikan kesenian, kamu juga bisa melihat prosesi sesaji dan menikmati jajanan ndalu.

Harga tiket Padhang Bulan:

KategoriHarga
Kelas KhususRp500.000
Kelas 1Rp350.000
Anak-anakRp250.000

Amankan Tiket Sendratari Ramayana Secara Online! 

Informasi mengenai reservasi Sendratari Ramayana bisa kamu dapatkan melalui Instagram @ramayanaprambanan atau menghubungi Whatsapp 085803525354. Ingin cara yang lebih praktis? Kamu bisa langsung membeli tiketnya sekarang juga melalui halaman Tiket Resmi Prambanan Ballet Ramayana di website InJourney Destination.

Yuk, rasakan pengalaman secara langsung menyaksikan legenda yang hidup dalam balutan budaya dan megahnya latar Candi Prambanan!

Baca juga: Ungkap Mitos Candi Prambanan, Benarkah Pasangan Bisa Putus?

The post Sendratari Ramayana, Epos Megah yang Dihidupkan Kembali first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/sendratari-ramayana/feed/ 0
Dari Malioboro ke Prambanan Naik Apa? Ini Hacks Biar Murah! https://injourneydestination.id/malioboro-ke-prambanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=malioboro-ke-prambanan https://injourneydestination.id/malioboro-ke-prambanan/#respond Tue, 18 Aug 2026 02:27:47 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18126

Malioboro adalah pusat destinasi wisata di Yogyakarta. Tak heran bila kawasan ini menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk menginap. Nah, mengingat lokasi Candi Prambanan berada di daerah Sleman, jarak Malioboro ke Prambanan bisa dibilang tidak dekat. Tapi jangan khawatir, dengan jarak kurang lebih 17 km, Malioboro ke Prambanan masih bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau […]

The post Dari Malioboro ke Prambanan Naik Apa? Ini Hacks Biar Murah! first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Malioboro adalah pusat destinasi wisata di Yogyakarta. Tak heran bila kawasan ini menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk menginap. Nah, mengingat lokasi Candi Prambanan berada di daerah Sleman, jarak Malioboro ke Prambanan bisa dibilang tidak dekat.

Tapi jangan khawatir, dengan jarak kurang lebih 17 km, Malioboro ke Prambanan masih bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau transportasi publik. Yuk, simak penjelasan selengkapnya mengenai rute dan transportasi Malioboro ke Prambanan di bawah ini.

Lokasi Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Situs bersejarah yang dikelola oleh PT Taman Wisata Candi ini berlokasi di Jl. Raya–Solo Yogyakarta, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DIY.

Meski dengan hadirnya berbagai destinasi wisata baru, Candi Prambanan masih menjadi salah satu destinasi bersejarah favorit di Yogyakarta. Kalau kamu datang dari luar kota, sayang rasanya jika melewatkan destinasi yang satu ini.

Baca juga: Liburan di Candi Prambanan Ngapain Aja? Ini List Aktivitasnya

Pilihan Transportasi Malioboro ke Prambanan

Lokasi Candi Prambanan yang berada di Sleman memang tidak dekat dengan pusat kota. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Sekalipun stay di Malioboro, ada berbagai pilihan transportasi umum yang bisa kamu gunakan untuk ke Prambanan meski tidak membawa kendaraan pribadi. Mulai dari bus hingga KRL, berikut penjelasan selengkapnya:

1. Bus Trans Jogja

Bus Trans Jogja adalah transportasi yang tidak hanya disediakan untuk warga lokal, tapi juga sangat membantu para wisatawan. Namun, bagi yang pertama kali mungkin akan sedikit bingung. Tenang saja, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Sebagai informasi, terdapat tiga halte yang berada di kawasan Malioboro, yaitu Halte Malioboro 1 (depan Malioboro Mall), Halte Malioboro 2 (Kepatihan), dan Halter Malioboro 3 (dekat Benteng Vredeburg).

Saat di halte, kamu perlu menunggu Bus Trans Jogja trayek 1A dengan tujuan Terminal Prambanan. Rute bus 1A akan melewati Taman Pintar, Jalan Solo, Bandara Adisucipto, hingga RS Bhayangkara, kemudian tiba di Halte Prambanan dengan estimasi waktu sekitar 55–60 menit.

Setelah turun di Halte Prambanan, kamu bisa naik transportasi online untuk langsung menuju pintu masuk Candi Prambanan. Untuk pembayarannya pun cukup fleksibel, kamu bisa menggunakan cash, e-money, atau QRIS.

Sebagai informasi, interval kedatangan bus biasanya sekitar 12 menit dan beroperasi mulai pukul 05.30–20.30 WIB. Namun, jadwal ini mungkin bisa berubah sewaktu-waktu ya, jadi kalau kamu sedang berada di Jogja, jangan lupa cek jadwal bus di Instagram atau aplikasi Trans Jogja.

2. Bus DAMRI

Selain Trans Jogja, bus DAMRI juga bisa menjadi pilihan transportasi umum yang efektif dari Malioboro ke Prambanan. Bus DAMRI Malioboro ke Prambanan berangkat dari depan Bank Indonesia, lalu ke arah Titik Nol KM, melewati Tebing Breksi, kemudian sampai di Candi Prambanan.

Bus DAMRI telah dilengkapi dengan fasilitas yang membuat perjalananmu tetap nyaman, mulai dari AC, kursi standar, hingga multimedia. Tapi, kalau kamu mau naik DAMRI, biasanya disarankan datang di lokasi titik kumpul 15 menit sebelumnya.

3. KRL Commuter Line 

Selain bus, kamu juga bisa memanfaatkan commuter line atau KRL untuk menuju Candi Prambanan. Jika tertarik naik KRL, kamu dapat menggunakan KRL Jogja–Solo yang beroperasi mulai dari jam 05.00–22.30 WIB. Stasiun keberangkatannya bisa dari Stasiun Tugu atau Lempuyangan, tergantung mana yang lebih dekat dengan lokasimu.

Nantinya, kamu akan turun di Stasiun Brambanan. Selanjutnya, kamu bisa naik ojek atau jalan kaki kalau mau untuk menuju pintu masuk Candi Prambanan. Tarif tiket KRL Jogja–Solo Rp8.000 dengan waktu tempuh sekitar 28–39 menit. Kamu bisa beli tiket di KAI Acces, GoTransit, atau langsung menggunakan sistem tapping e-money.

4. Transportasi Online

Kalau ingin waktu yang lebih fleksibel, kamu bisa menggunakan transportasi online. Namun, umumnya tarif untuk transportasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan transportasi umum. Keuntungannya, kamu tidak perlu terpaku dengan jadwal keberangkatan. 

Dengan jarak kurang lebih 17 km, dari Malioboro ke Prambanan menggunakan transportasi online, khususnya mobil, biasanya memerlukan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga 1,5 jam, tergantung dari kepadatan lalu lintas.

Jadi, sudah menentukan transportasi mana yang akan kamu pilih dari Malioboro ke Prambanan? Karena cukup banyak pilihan, kamu tidak perlu khawatir lagi. Jika ingin lebih hemat, kamu bisa memanfaatkan transportasi umum, namun kalau mau lebih fleksibel waktunya, kamu pun dapat menggunakan transportasi online.

Selain menentukan transportasi yang paling efektif, jangan lupa untuk memikirkan efisiensi saat sampai di lokasi. Kalau kamu nggak mau ribet ngantre di loket, langsung saja amankan tiketmu dari sekarang. Kamu bisa beli Tiket Candi Prambanan secara online lewat website resmi Injourney Destination Management

Jadi, begitu sampai lokasi, kamu tinggal masuk dan langsung menikmati keindahan candi tanpa buang-buang waktu!

Baca juga: 6 Wisata di Sleman untuk Anak, Menghibur sekaligus Edukatif

The post Dari Malioboro ke Prambanan Naik Apa? Ini Hacks Biar Murah! first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/malioboro-ke-prambanan/feed/ 0
Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat di Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, InJourney Destination Management Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Sleman https://injourneydestination.id/hadirkan-manfaat-bagi-masyarakat-di-momentum-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-injourney-destination-management-resmikan-pembangunan-rumah-layak-huni-bagi-warga-kalasan-sleman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hadirkan-manfaat-bagi-masyarakat-di-momentum-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-injourney-destination-management-resmikan-pembangunan-rumah-layak-huni-bagi-warga-kalasan-sleman https://injourneydestination.id/hadirkan-manfaat-bagi-masyarakat-di-momentum-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-injourney-destination-management-resmikan-pembangunan-rumah-layak-huni-bagi-warga-kalasan-sleman/#respond Mon, 17 Aug 2026 02:49:01 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18078

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu (Persero) atau InJourney Destination Management (IDM) untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Melalui komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), IDM meresmikan Rumah Layak Huni (RLH) milik Ibu Kroniah, warga Dusun Grembulgede, […]

The post Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat di Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, InJourney Destination Management Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Sleman first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu (Persero) atau InJourney Destination Management (IDM) untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Melalui komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), IDM meresmikan Rumah Layak Huni (RLH) milik Ibu Kroniah, warga Dusun Grembulgede, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (17/8/2026).

Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan beserta jajaran direksi lainnya. Rangkaian perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ini meneguhkan semangat dan nilai Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. 

“Keberadaan kami di sini tidak hanya sekedar mengelola sebuah destinasi, tapi yang terpenting adalah bagaimana keberadaan TWC itu dapat memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar, baik manfaat sosial maupun manfaat ekonomi,” jelasnya.

Sebelum direnovasi, rumah Ibu Kroniah merupakan bangunan nonpermanen berukuran 6 x 7 meter dengan dinding berbahan anyaman bambu atau gedhek, lantai plester sederhana, serta genteng yang telah lapuk. Rumah tersebut juga belum memiliki kamar tidur maupun fasilitas kamar mandi yang memadai.

Melalui program pembangunan RLH, rumah tersebut mengalami peningkatan kualitas bangunan dan fasilitas. Bangunan permanen ini kini berlantai keramik dengan dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, serta dapur bersih sehingga dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, nyaman, dan mendukung kebutuhan dasar keluarga.

Pengerjaan rumah dilakukan selama tiga bulan yang didukung juga oleh masyarakat sekitar, sehingga proses renovasi tidak hanya menghasilkan hunian yang lebih layak, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari nilai sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.

Perwakilan Panewu Kalasan Sidi Nugroho mengapresiasi pembangunan rumah layak huni serta dukungan warga masyarakat sekitar. Hal ini turut meningkatkan kesejahteraan warga serta mendorong solidaritas sosial di antara warga.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat yang sudah bekerja sama, bahu membahu demi terwujudnya rumah layak huni ini. Tentunya kami sangat mengharapkan program-program ini bisa menyasar masyarakat kami yang membutuhkan. Sehingga nanti kegiatan ini bermanfaat bagi warga masyarakat sekitar,” jelasnya.

Bagi Kroniah, rumah ini menjadi hunian yang lebih layak serta mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi dirinya.

“Dulu kondisi rumah saya masih sederhana, sekarang sudah jauh lebih baik, lebih nyaman, dan lebih aman untuk ditempati. Saya juga senang karena sekarang sudah punya kamar dan kamar mandi. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” jelas Ibu Kroniah.

Direktur Utama IDM Febrina Intan mengatakan bahwa keberadaan destinasi pariwisata tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang hidup dan tumbuh di sekitarnya. Karena itu, pengelolaan destinasi oleh IDM tidak hanya diarahkan pada pengembangan pengalaman wisata, tetapi juga pada upaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Di Hari Kemerdekaan ini, Ibu Kroniah juga diberikan kemerdekaan untuk hidup yang lebih baik lagi, yang lebih layak lagi. Kalau Ilihat rumah sebelumnya cukup memprihatinkan, ya. Tapi alhamdulillah hari ini kita sebagai saksi bersama meresmikan rumah layak ke-56 yang dilakukan oleh TWC,” lanjutnya.

Program RLH merupakan salah satu bentuk nyata komitmen TJSL InJourney Destination Management dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Sejak 2016, program pembangunan rumah layak huni ini telah menjangkau 56 unit rumah milik warga kurang mampu di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan maupun Candi Borobudur.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya IDM menerjemahkan semangat HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ke dalam aksi nyata. Semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung.

Bagi IDM, kemerdekaan merupakan kesempatan untuk terus memperluas kebermanfaatan melalui pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kehadiran RLH di Dusun Grembulgede diharapkan dapat menjadi salah satu wujud nyata bagaimana sektor pariwisata dapat tumbuh berdampingan dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak sosial yang positif.

IDM berkomitmen untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar destinasi. Keberadaan kawasan wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga turut menjadi bagian dari perjalanan masyarakat menuju kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.

The post Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat di Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, InJourney Destination Management Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Sleman first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/hadirkan-manfaat-bagi-masyarakat-di-momentum-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-injourney-destination-management-resmikan-pembangunan-rumah-layak-huni-bagi-warga-kalasan-sleman/feed/ 0