Admin Borobudur - PT Taman Wisata Candi https://injourneydestination.id Together We Can Mon, 31 Aug 2026 03:19:07 +0000 id hourly 1 https://injourneydestination.id/wp-content/uploads/2025/12/cropped-favicon-injourney-32x32.png Admin Borobudur - PT Taman Wisata Candi https://injourneydestination.id 32 32 InJourney Group Dorong Pengalaman Wisata Terintegrasi di Garuda Indonesia Travel Fair 2026 https://injourneydestination.id/injourney-group-dorong-pengalaman-wisata-terintegrasi-di-garuda-indonesia-travel-fair-2026/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-group-dorong-pengalaman-wisata-terintegrasi-di-garuda-indonesia-travel-fair-2026 https://injourneydestination.id/injourney-group-dorong-pengalaman-wisata-terintegrasi-di-garuda-indonesia-travel-fair-2026/#respond Fri, 28 Aug 2026 03:17:24 +0000 https://injourneydestination.id/?p=18191

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali hadir memeriahkan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 yang diselenggarakan 28-30 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Pada keikutsertaannya kali ini, InJourney Group menghadirkan beragam penawaran khusus yang mengintegrasikan layanan kebandarudaraan, akomodasi, pengembangan destinasi, hingga retail dalam satu ekosistem […]

The post InJourney Group Dorong Pengalaman Wisata Terintegrasi di Garuda Indonesia Travel Fair 2026 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali hadir memeriahkan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 yang diselenggarakan 28-30 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Pada keikutsertaannya kali ini, InJourney Group menghadirkan beragam penawaran khusus yang mengintegrasikan layanan kebandarudaraan, akomodasi, pengembangan destinasi, hingga retail dalam satu ekosistem perjalanan. Melalui promo-promo tersebut, InJourney Group memberikan banyak pilihan kepada masyarakat yang hendak mengunjungi destinasi-destinasi pariwisata favorit.

“InJourney Group kembali berpartisipasi dalam Garuda Indonesia Travel Fair 2026, yang merupakan salah satu event travel fair besar untuk memasarkan produk seluruh member InJourney Group ke pasar wisata yang lebih luas. Melalui partisipasi ini, kami juga berharap dapat untuk mendorong pertumbuhan penjualan dan transaksi, sekaligus memperkuat brand dan sinergi antarmember dalam mendukung pariwisata nasional,” kata Veronica H. Sisilia, Direktur Komersial InJourney.

Pada GATF 2026, InJourney menggeber promo melalui tiga kanal penjualan yakni booth travel agent, booth PT Aero Globe Indonesia (AGI), dan booth InJourney. Untuk penjualan melalui booth travel agent dan AGI, InJourney memberikan promo berupa harga khusus untuk masing-masing hotel, paket untuk wisata masuk candi, dan paket untuk MotoGP. Sementara khusus untuk penjualan di booth InJourney, terdapat promo menarik berupa bundling paket wisata dari InJourney Group.

Promo-promo yang ditawarkan member InJourney Group sayang untuk dilewatkan. Melalui InJourney Hospitality, pelanggan dapat menikmati special rates mulai dari IDR 400.000 nett per kamar per malam di jaringan 49 hotel di berbagai destinasi Indonesia, termasuk Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Bandung, dan berbagai kota lainnya. Tidak hanya menawarkan harga khusus, InJourney Hospitality juga menghadirkan extra 5% OFF untuk pembelian paket menginap 3 Days 2 Nights (3D2N) dan 4 Days 3 Nights (4D3N), serta berbagai exclusive travel privileges yang dapat melengkapi pengalaman perjalanan pelanggan. Penawaran ini tersedia selama Booking Period 28–30 Agustus 2026 dengan Stay Period hingga 27 Agustus 2027, sebagai bagian dari penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Festival (GATF) di Jakarta International Convention Center (JICC).

Pada sisi destinasi, InJourney Destination Management menghadirkan Borobudur Experience Special Package, meliputi Borobudur Manohara Premium, Borobudur Sunrise, dan Borobudur Sunset untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Harga paket domestik mulai Rp250 ribu per orang, sedangkan paket wisatawan asing mulai Rp500 ribu per orang, bergantung jenis paket dan jumlah peserta. Selain harga khusus tersebut, tersedia pula berbagai benefit dengan kuota terbatas, antara lain 20 akses gratis naik Candi Borobudur untuk wisatawan domestik, 30 tiket gratis Candi Prambanan untuk wisatawan domestik, 20 tiket gratis Candi Ratu Boko, lima paket Borobudur Manohara, lima tiket gratis Candi Prambanan bagi wisatawan mancanegara, serta 20 voucher merchandise resmi TMII senilai Rp50 ribu.

Pengalaman perjalanan juga diperluas melalui InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dengan penawaran MotoGP Mandalika 2026. Bekerja sama dengan PT Aero Globe Indonesia, InJourney menawarkan Easy Package mulai Rp7,05 juta per orang, MotoGP Experience Package mulai Rp8,87 juta, serta Lombok Experience Package mulai Rp9,58 juta. Paket tersebut mencakup tiket pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Lombok pergi-pulang, tiket MotoGP tiga hari kategori Premium Grandstand, akomodasi di Merumatta Senggigi, transportasi, serta layanan perjalanan lainnya. Pengunjung juga dapat melakukan upgrade tiket mulai Rp1,75 juta untuk Premium Grandstand A, Rp7,75 juta untuk VIP Luxury Tent, Rp15 juta untuk VIP Hospitality Deluxe, hingga Rp25 juta untuk VIP Hospitality Premiere. Pada paket tertentu, 10 pembeli pertama juga berhak memperoleh merchandise Mandalika Circuit, sementara InJourney menyiapkan 20 tiket Festival MotoGP 2026 sebagai bagian dari program benefit selama GATF.

Melengkapi rangkaian tersebut, InJourney Aviation Services memberikan manfaat untuk berbagai layanan bandara, termasuk diskon 10% Joumpa Airport VIP Service dengan kuota 100 voucher, promo Buy 3 Get 1 untuk airport lounge dengan kuota 20 voucher, diskon transportation rental hingga 15%, serta diskon baggage wrapping hingga 10% pada paket bundling tertentu

Berbagai keuntungan tersebut semakin lengkap melalui program bundling berdasarkan lama menginap. Pengunjung berkesempatan memperoleh shopping voucher Sarinah senilai Rp100 ribu tanpa minimum transaksi, dengan total 50 voucher, tiket masuk dan kereta gantung TMII, tiket Borobudur atau Prambanan, merchandise Mandalika GP, hingga tiket Mandalika GP 2026. InJourney turut menyiapkan 30 voucher digital tiket masuk TMII dan 30 voucher digital kereta gantung TMII, serta benefit khusus lainnya yang tersedia dalam jumlah terbatas.

“Melalui rangkaian promo pada GATF 2026, InJourney tidak hanya menawarkan harga perjalanan yang lebih kompetitif, tetapi juga memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk memperoleh pengalaman perjalanan yang terintegrasi mulai dari menginap, menikmati destinasi, menghadiri sport tourism event, hingga mendapatkan layanan premium di bandara. Kami berharap masyarakat memanfaatkan GATF 2026 untuk mendapatkan penawaran menarik untuk menikmati liburan bersama keluarga,” tutup Veronica H. Sisilia.

The post InJourney Group Dorong Pengalaman Wisata Terintegrasi di Garuda Indonesia Travel Fair 2026 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/injourney-group-dorong-pengalaman-wisata-terintegrasi-di-garuda-indonesia-travel-fair-2026/feed/ 0
Candi Borobudur Sambut Dua Ribu Umat Buddha pada Indonesia Tipitaka Chanting 2026 https://injourneydestination.id/candi-borobudur-sambut-dua-ribu-umat-buddha-pada-indonesia-tipitaka-chanting-2026/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=candi-borobudur-sambut-dua-ribu-umat-buddha-pada-indonesia-tipitaka-chanting-2026 https://injourneydestination.id/candi-borobudur-sambut-dua-ribu-umat-buddha-pada-indonesia-tipitaka-chanting-2026/#respond Fri, 24 Jul 2026 02:31:48 +0000 https://injourneydestination.id/?p=17870

Candi Borobudur siap menyambut sekitar 2.000 umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia yang akan mengikuti rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2026 dan puncak perayaan Asadha Mahapuja di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”, kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 tersebut menjadi momentum bagi umat Buddha […]

The post Candi Borobudur Sambut Dua Ribu Umat Buddha pada Indonesia Tipitaka Chanting 2026 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Candi Borobudur siap menyambut sekitar 2.000 umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia yang akan mengikuti rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2026 dan puncak perayaan Asadha Mahapuja di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”, kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 tersebut menjadi momentum bagi umat Buddha untuk memperdalam penghayatan Dhamma sekaligus merefleksikan peran nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebagai destinasi warisan dunia UNESCO sekaligus salah satu pusat spiritual umat Buddha dunia, Candi Borobudur kembali menjadi ruang yang mempertemukan nilai-nilai pelestarian budaya dengan praktik kehidupan spiritual yang berlangsung secara khidmat, tertib, dan penuh makna.

InJourney Destination Management (IDM) menyiapkan berbagai aspek operasional guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Selama penyelenggaraan kegiatan, IDM melakukan berbagai penyesuaian operasional. Di tanggal 25 Juli 2026, akses naik Candi Borobudur di sesi 7 dan sesi 8 (pukul 15.00–18.00) dan sesi sunset ditiadakan. Sementara, wisatawan masih bisa berkunjung ke pelataran Candi Borobudur.

Indonesia Tipitaka Chanting merupakan tradisi pembacaan Kitab Suci Tipitaka secara berkesinambungan yang telah menjadi agenda penting umat Buddha di Indonesia. Pembacaan kitab suci tersebut menjadi sarana pendalaman ajaran Buddha sekaligus doa bersama bagi kedamaian, kerukunan, dan kesejahteraan bangsa.

Puncak kegiatan akan ditandai dengan pelaksanaan Asadha Mahapuja, salah satu hari suci umat Buddha yang memperingati peristiwa pembabaran Dhamma pertama oleh Buddha Gautama kepada lima pertapa di Taman Isipatana, Sarnath, India. Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebijaksanaan, welas asih, dan pengabdian kepada sesama.

Tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri” mencerminkan semangat umat Buddha untuk terus mengimplementasikan ajaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan persatuan bangsa.

Menurut Mardijono Nugroho, penyelenggaraan kegiatan spiritual di Borobudur juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Tipitaka Chanting 2026 dan Asadha Mahapuja, InJourney Destination Management terus mendukung penguatan ekosistem spiritual tourism di Borobudur yang menghormati nilai-nilai keagamaan, menjaga kelestarian warisan budaya, sekaligus menghadirkan pengalaman yang berkualitas bagi seluruh pemangku kepentingan.

The post Candi Borobudur Sambut Dua Ribu Umat Buddha pada Indonesia Tipitaka Chanting 2026 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/candi-borobudur-sambut-dua-ribu-umat-buddha-pada-indonesia-tipitaka-chanting-2026/feed/ 0
Dubes Republik Ceko Kagumi Peninggalan Sejarah Di Borobudur https://injourneydestination.id/dubes-republik-ceko-kagumi-peninggalan-sejarah-di-borobudur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dubes-republik-ceko-kagumi-peninggalan-sejarah-di-borobudur https://injourneydestination.id/dubes-republik-ceko-kagumi-peninggalan-sejarah-di-borobudur/#respond Wed, 31 Mar 2021 06:12:48 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=4691

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Ceko untuk Republik Indonesia, Jaroslav Doleček berkunjung ke kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu (27/3/2021). Doleček beserta keluarga kagum atas kemegahan serta nilai historis yang terpatri di reliefnya. “Candi Borobudur sangat spesial karena menyimpan banyak informasi menarik terkait sejarah dan keterkaitan antara era Hindu-Buddha di masa […]

The post Dubes Republik Ceko Kagumi Peninggalan Sejarah Di Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Ceko untuk Republik Indonesia, Jaroslav Doleček berkunjung ke kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu (27/3/2021). Doleček beserta keluarga kagum atas kemegahan serta nilai historis yang terpatri di reliefnya.

“Candi Borobudur sangat spesial karena menyimpan banyak informasi menarik terkait sejarah dan keterkaitan antara era Hindu-Buddha di masa silam,” tutur Doleček setelah menaiki Candi Borobudur.

Duta besar yang mengaku telah mengunjungi Borobudur dua kali ini juga kagum atas perhatian dari masyarakat Indonesia atas peninggalan cagar budaya seperti Borobudur. Dirinya memandang, masyarakat Indonesia memliki kebanggaan terhadap Borobudur sebagai monumen sejarah yang terawat hingga saat ini.

“Saya terkesan oleh masyarakat Indonesia yang peduli terhadap peninggalan sejarah ini. Hal ini karena mereka sangat bangga terhadap peninggalan ini,” lanjutnya.

Dalam kunjungannya kali ini, Duta Besar LBBP Republik Ceko didampingi oleh General Manager PT TWC Unit Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana dan petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) Mura Aristina.

“Duber Ceko sangat senang berkunjung ke Borobudur. Mereka menikmati tiap cerita yang ada di Borobudur. Saat kunjungan tadi rombongan juga sampai ke stupa utama dan menikmati pemandangan dari puncak Borobudur,” terang Mura menambahkan.

Setelah melakukan kunjungan ke Candi Borobudur, rombongan kemudian memasuki Museum Samudra Raksa yang masih berada di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur.

Museum yang merepresentasikan kejayaan maritim bangsa Indonesia ini memiliki koleksi wujud utuh kapal Samudera Raksa. Kapal yang didesain sesuai dengan relief Candi Borobudur ini telah mengarungi lautan luas dalam misi Napak tilas jalur perdagangan purba.

Dubes Ceko beserta istri dan anaknya dibuat tertegun dengan kehadiran utuh tubuh kapal Samudra Raksa di museum ini. Didampingi GM PT TWC Unit Borobudur, mereka sempat mengintip beberapa ruang yang ada di tubuh kapal yang telah mengarungi lautan dari Jakarta hingga Tanjung Harapan, Afrika Selatan ini.

“Mereka tertarik dengan pelayaran Samudra Raksa yang dhanya mengandalkan tenaga alam tanpa mesin. Mereka juga tertarik tentang pengalaman berlayar selama enam bulan di tengah lautan luas dalam misi penulusuran jalur perdagangan di masa lalu ini,” tutur I Gusti Putu Ngurah Sedana.

“Saya pastikan akan menyebarkan informasi dan cerita ini ke khalayak publik yang luas di negeri kami. Semoga, setelah pandemi ini usai, akan banyak kunjungan Borobudur ini,” tutup Doleček.

Selain mengunjungi Candi Borobudur, Dubes Ceko juga mengunjungi Candi Prambanan pada Hari Minggu, 28 Maret 2021.

The post Dubes Republik Ceko Kagumi Peninggalan Sejarah Di Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/dubes-republik-ceko-kagumi-peninggalan-sejarah-di-borobudur/feed/ 0
Pasukan Keraton Yogyakarta https://injourneydestination.id/pasukan-keraton-yogyakarta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pasukan-keraton-yogyakarta https://injourneydestination.id/pasukan-keraton-yogyakarta/#respond Mon, 06 Mar 2017 07:55:39 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1199

Kesultanan Yogyakarta terbentuk dari perpecahan Kesultanan Mataram ketika dua pangeran memperebutkan pengaruh Belanda. Salah satu pangeran yang berusaha menjadi Sultan pertama Yogyakarta membentuk pasukan yang hingga saat ini masih tetap ada. Pasukan Kraton dibentuk oleh sultan pertama Yogyakarta, Hamengkubuwono I pada zaman feodal sekitar pertengahan abad ke-18 dan terdiri dari 13 Brigade atau resimen. Setiap […]

The post Pasukan Keraton Yogyakarta first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Kesultanan Yogyakarta terbentuk dari perpecahan Kesultanan Mataram ketika dua pangeran memperebutkan pengaruh Belanda. Salah satu pangeran yang berusaha menjadi Sultan pertama Yogyakarta membentuk pasukan yang hingga saat ini masih tetap ada. Pasukan Kraton dibentuk oleh sultan pertama Yogyakarta, Hamengkubuwono I pada zaman feodal sekitar pertengahan abad ke-18 dan terdiri dari 13 Brigade atau resimen.

Setiap unit yang tercantum di bawah ini berasal dari lokasi geografis yang berbeda di seputar Kraton. Semuanya hampir feodal yang berarti bahwa mereka masih disediakan dengan tanah dan diharapkan untuk memberikan pelayanan militer serta hasil dari tanah yang dialokasikan. Setiap unit dipimpin oleh seorang kapten yang dibantu oleh sejumlah panji, yaitu seperti sersan mayor yang mengeluarkan perintah dan mengatur pasukan. Setiap bagian dipimpin oleh seorang sersan. Semua kapten berada di bawah komando Pandega sementara peringkat tertinggi adalah Manggalayudha. Beberapa unit juga memiliki pengaturan perintah yang unik meskipun mereka tidak tercantum di bawah ini. Dibutuhkan waktu yang lama untuk bergabung dengan unit karena ada daftar tunggu yang panjang. Unit-unit ini melakukan pawai secara lambat yang terlihat seperti gerakan bergoyang ketika mereka bergerak maju dari satu kaki ke yang lain. Juga, benda-benda pusaka yang disebutkan di bawah ini adalah artefak-artefak suci dari koleksi Kraton yang dipercayai memiliki sihir atau makna rohani dari objek tersebut.

Hirarki dari masing-masing benda tercantum di bawah ini

  1. Wirobraja

Bendera: Gula Kelapa

Kostum: Sebuah mantel merah dan celana panjang, kaus kaki putih dan sepatu vantoffel hitam. Mereka juga memiliki bungkus satin merah. Topi tersebut disebut Lombokan atau cabai merah.

Pusaka: Kanjeng Kyai Santri dan Kanjeng Kyai Slamet.

Instrumen: Drum dan seruling. Melodinya disebut dayungan (untuk marching cepat) dan Retadadeli (untuk marching lambat dan normal).

Senjata: Senjata Api dan tombak.

Catatan: Wirobraja selalu menjadi yang pertama karena peran mereka sebagai garis depan untuk berperang. Ada empat panji, delapan sersan, 72 prajurit dan dua pembawa standar. Biasanya nama-nama tentara dari unit ini dimulai dengan Brojo.

  1. Daheng

Bendera: Bahning Sari

Kostum: Putih kemeja dan celana dengan garis horisontal merah di perut. Topi Mancungan berwarna hitam dengan bulu ayam merah dan putih.

Pusaka: Kanjeng Kyai Jatimulya.

Instrumen: Drum, seruling, gong kecil, drum tom-tom, pui-pui dan kecer. Melodinya disebut Ondal-andil (untuk marching cepat) dan Kenobo (untuk marching lambat dan normal).

Senjata: Senjata Api dan tombak.

Catatan: tentara ini secara tradisional berasal dari Gowa di Sulawesi dan nama semua prajurit mengandung Niti. Ada empat panji, delapan sersan, 72 prajurit dan satu pembawa standar. Pada awal 1800-an unit ini berjumlah sekitar 100 orang.

  1. Patangpuluh

Bendera: Cakragara.

Kostum: Sebuah mantel merah dan celana tanggung merah di atas celana putih, sepatu hitam dan topi merah dan hitam.

Pusaka: Kanjeng Kyai Trisula.

Instrumen: Drum, flut dan terompet. Melodinya disebut Bulu-bulu (untuk marching cepat) dan Gendara (untuk marching lambat dan normal).

Senjata: Senjata Api dan tombak.

Catatan: Secara historis unit ini diketahui merupakan yang paling berani dan paling pantang menyerah. Semua tentara ini  memiliki nama yang disertai dengan Himo. Ada empat panji, delapan sersan, 72 prajurit dan satu pembawa standar. Mereka datang dari  sebelah barat kraton.

  1. Jagakarya

Bendera: Papasan.

Kostum: Sebuah mantel kuning keemasan. Stoking berwarna biru gelap dengan sepatu hitam. Topi  berupa jenis bersayap hitam.

Pusaka: Kanjeng Kyai Trisula.

Instrumen: Drum, flut, terompet. Melodinya disebut Tameng Madura (untuk marching cepat) dan Slagunder (untuk marching lambat dan normal).

Senjata: Senjata Api, tombak dan keris.

Catatan: Semua tentara di brigade ini Parto menyertai nama mereka. Ada empat panji, delapan sersan, 72 prajurit dan satu pembawa standar. Mereka datang dari sebelah selatan Kraton.

  1. Prawirotama

Bendera: Geniroga.

Kostum: Hitam jas dan celana panjang putih. Celana tanggung luar berwarna merah dan memakai sepatu bot hitam. Bentuk topi mereka menyerupai karang.

Pusaka: Kanjeng Kyai Trisula.

Instrumen: Drum, flut dan terompet. Melodinya disebut Pandeburg (untuk marching cepat) dan Mars Balang (untuk marching lambat dan normal).

Catatan: Secara historis unit ini memiliki 1000 anggota dari mantan Kesultanan Mataram yang membantuk Pangeran Mangkubumi melawan Belanda (V.O.C) namun sekarang ada empat panji, empat sersan, 72 prajurit. Semua tentara di unit ini memiliki Prawiro yang menyertai nama mereka. Mereka datang dari daerah selatan Kraton.

  1. Ketanggung

Bendera: Cakraswandana.

Kostum: Sebuah kain ketanggung lurik khas dan celana tanggung hitam di atas celana panjang putih dengan sepatu hitam. Topi mereka disebut Mancungan.

Pusaka: Kanjeng Kyai Nanggolo.

Instrumen: Drum, flut, terompet dan sedikit gong. Melodi yang Bergola milir (untuk marching lambat atau normal) atau Lintik Emas (marching cepat) dan Harjuno Mangsah atau Bima Kurda.

Senjata: Senjata Api dengan bayonet dan tombak.

Catatan: Ada empat panji, delapan sersan, 72 prajurit dan satu pemikul. Mereka juga menjabat sebagai jaksa di Kraton dan sering bertindak sebagai penjaga ketika sultan bepergian di luar Kraton. Nama tentara pada unit ini berakhiran dengan Joyo.

  1. Mantrijero

Bendera: Purnamasidi.

Kostum: mantel dan gaya celana panjang tradisional diatas stoking putih dengan sepatu vantoffel hitam dan topi berwarna hitam.

Pusaka: Kanjeng Kyai Cakra.

Instrumen: Drum, flut dan terompet. Melodinya disebut Plangkeman (untuk march cepat) dan Slagunder (untuk march lambat atau normal).

Senjata: Senjata Api dan tombak.

Catatan: Ada delapan panji, delapan sersan, 64 prajurit dan satu pemikul. Mereka diperintahkan oleh administrator distrik Bupatior. Joyo, Bahu, Prawiro dan Rono adalah nama-nama yang terkait dengan unit ini.

  1. Nyutra

Bendera: Padma Sri Kresna dan Podang Ngisep Sari.

Kostum: Hitam mantel dan celana panjang dengan kain biru dan putih gelap. Ada dua jenis topi, sebuah kuluk hitam dan udeng silinder.

Pusaka: Kanjeng Kyai Trisula.

Instrumen: Drum, flut dan terompet. Melodinya disebut Sureng Prang (untuk marching cepat) dan Tam-tama balik (untuk march lambat atau normal).

Senjata: Senjata Api, tombak dan keris.

Catatan: Ada delapan panji, delapan sersan, 46 prajurit dan dua pemikul. Mereka digunakan sebagai pendamping untuk upacara penobatan dan tidak memiliki peran perang yang sebenarnya. Mereka secara tradisional  merupakan penari juga. Mereka datang dari sebelah timur Kraton. Nama-nama mereka biasanya diambil dari drama wayang.

  1. Bugis

Bendera: Wulan ndadari.

Kostum: Hitam celana panjang, jaket dan topi juga hitam.

Pusaka: Nil.

Instrumen: Drum, pui-pui, gong dan kecil tom-tom. melodi mereka adalah Endroloko.

Senjata: Tombak

Catatan: Awalnya pasukan ini berasal dari daerah Bugis di Sulawesi Selatan. Mereka bertugas menjaga Ketua Menteri Sultan serta menjaga Garebeg dan upacara lainnya. Nama mereka biasanya mengandung Rangsang. Pada awal 1800-an dan hingga sekarang ada sekitar 40 anggota.

  1. Surakarsa

Bendera: Pare Anom.

Kostum: mantel putih dan celana, kain di sekitar limbah dan sandal.

Pusaka: Nil.

Instrumen: Drum dan seruling. Melodinya adalah Plangkenan.

Senjata: Tombak.

Catatan: Mereka memiliki petugas yang disebut Penewu, 64 tentara dan pemikul. Mereka bertugas untuk menjaga putra mahkota serta ‘gunung’ persembahan yang digunakan dalam upacara Garebeg.

  1. Sumoatmaojo

Ini adalah pengawal pribadi Sultan dan datang langsung di bawah komando beliau. Ada dua panji dan dua sersan serta 16 tentara. Mereka mengenakan baju besi dan membawa sabit berbentuk perisai besar. Mereka memakai dari kulit kerbau dan helm, namun tidak menggunakan sepatu. Mereka juga membawa pedang pendek. Wajah dan tubuh mereka ditutupi dengan debu kuning. Ketika mereka melakukan fungsi pengawal mereka akan tampak menari. Wikipedia memiliki foto dari salah satu pengawal Sultan dari tahun 1880-an.

  1. Jager

Dari istilah Belanda Jager berarti pemburu. Unit ini terdiri dari panji, dua sersan dan 58 prajurit. Mereka tidak memiliki bendera atau simbol khusus juga tidak memiliki seragam khusus tetapi mengenakan pakaian tradisional Jawa. Mereka dipersenjatai dengan senapan.

  1. Langenastro

Unit ini bertugas menjaga Sultan selama upacara Garebeg. Mereka adalah pasukan tambahan dalam Brigade Mantrijero. Mereka mengenakan seragam yang sama dengan Brigade Mantrijero tetapi tidak membawa senapan, mereka malah dipersenjatai dengan pedang pendek.

The post Pasukan Keraton Yogyakarta first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/pasukan-keraton-yogyakarta/feed/ 0
The Kraton Yogyakarta Army https://injourneydestination.id/kraton-yogyakarta-army/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kraton-yogyakarta-army https://injourneydestination.id/kraton-yogyakarta-army/#respond Fri, 24 Feb 2017 10:27:57 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1132

The Sultanate of Yogyakarta was founded from the disintegration of the Mataram Sultanate when two princes fought over the accommodation of the Dutch by the Sultanate of Mataram. One of the princes, who would became the first Sultan of Yogyakarta, created an army that exists until today despite being reduced by treaties. It is an Army founded in a […]

The post The Kraton Yogyakarta Army first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

The Sultanate of Yogyakarta was founded from the disintegration of the Mataram Sultanate when two princes fought over the accommodation of the Dutch by the Sultanate of Mataram. One of the princes, who would became the first Sultan of Yogyakarta, created an army that exists until today despite being reduced by treaties. It is an Army founded in a form of feudalism but embraced gunpowder weapons in the mid-18th century on its founding. The Kraton Army was formed by the first sultan of Yogyakarta, Hamengkubuwono I, and originally comprised 13 brigades or regiments.
Each of these units listed below comes from a distinct geographical location surrounding the Kraton. It is almost feudal in the sense that they are still provided with land and are expected to give military service as well as produce from the allotted land. Each unit is led by a captain who is assisted by a number of panji, like a sergeant major who issues orders and regulates the troops. There are also assistant panji. Each section is led by a sergeant. All the captains are under the command of a pandega while the highest rank is the Manggalayudha. Some of the units also have unique command arrangements although they are not listed below. It takes a long time to join the units as there is a long waiting list. By way of explanation, these units have a slow march that looks like a rocking motion as they move forward from one leg to another. Also, the heirlooms mentioned below are those sacred artifacts from the Kraton’s collection that are carried by the respective units often because of the magic or spiritual significance of the object.
The units’ hierarchy is listed below.

1. Wirobraja
Flag: Coconut sugar.
Costume:A red overcoat and trousers, white stockings and black vantoffel shoes. They also have a redsatin wrap. The hat is called a Lombokan or red chili.
Heirloom: Kanjeng Kyai Santri and Kanjeng Kyai Slamet.
Instrument: Drums and flute. The melodies are Dayungan (for quick marching) and Retadadeli (for slow and normal marching).
Weapon: Firearms and spears.
Notes: The Wirobraja are always first as their role was forming the front line for battle. There are four panji, eight sergeants, 72 soldiers and two standard bearers. Usually the names of the soldiers of this unit starts with Brojo.

2. Daheng
Flag: Bahning Sari
Costume: White shirt and trousers with a red horizontal stripe across the stomach. The Mancungan hat is black with a red and white cock feather.
Heirloom: Kanjeng Kyai Jatimulya.
Instrument: Drums, flutes, a little gong, tom-tom drums, pui-pui and kecer. The melodies are Ondal-andil (for quick marching) and Kenobo (for slow and normal marching).
Weapon: Firearms and spears.
Notes: These soldiers traditionally originated from Gowa in Sulawesi and all the soldiers’ names contain Niti. There are four panji, eight sergeants, 72 soldiers and one standard bearer. In the early 1800s this unit was approximately 100 strong.

3. Patangpuluh
Flag: Cakragara.
Costume: A red overcoat and red knickerbockers over white pants, black boots and a red and black hat.
Heirloom: Kanjeng Kyai Trisula.
Instrument: Drum, flute and trumpet. The march melodies are Bulu-bulu (for quick marching) and Gendara (for slow and normal marching).
Weapon: Firearms and spears.
Notes: Historically this unit was known to contain the bravest and most fiercest fighters. All the soldiers of this unithave their names accompanied by Himo. There are four panji, eight sergeants, 72 soldiers and one standard bearer. They come from west of the kraton.

4. Jagakarya
Flag: Papasan.
Costume: A golden yellow overcoat. The stockings are dark blue with black shoes. The hat is a black winged type.
Heirloom: Kanjeng Kyai Trisula.
Instrument: Drum, flute, trumpet. The melodies are Tameng Madura (for quick marching) and Slagunder (for slow and normal marching).
Weapon: Firearms, spears and keris.
Notes: All the soldiers in this brigade have Parto accompanying their names. There are four panji, eight sergeants, 72 soldiers and one standard bearer. They come from south of the Kraton.

5. Prawirotama
Flag: Geniroga.
Costume: Black coat and white trousers. The outer knickerbockers are red and they wear black boots. The hat resembles coral.
Heirloom: Kanjeng Kyai Trisula.
Instrument: Drum, flute and trumpet. The melodies are called Pandeburg (for quick marching) and Mars Balang (for slow and normal marching).
Notes: Historically this unit had 1000 members from the former Mataram Sultanate that helpedPrince Mangkubumi fight the Dutch V.O.C.but now there are four panji, four sergeants, 72 soldiers and one standard bearer. All the soldiers in this unit have Prawiro accompanying their names. They come from the area south of the Kraton.

6. Ketanggung
Flag: Cakraswandana.
Costume: A typical ketanggung lurik cloth and black knickerbockers over white trousers with black boots. The hat is called Mancungan.
Heirloom: Kanjeng Kyai Nanggolo.
Instrument: Drum, flute, trumpet and little gong. The melodies are Bergola Milir (slow or normal marching) or Lintik Emas (quick marching) and Harjuno Mangsah or Bima Kurda.
Weapon: Firearms with bayonets and spears.
Notes: There are four panji, eight sergeants, 72 soldiers and one standard bearer. They also served as prosecutors in the Kraton and would often act as guards for when the sultan travelled outside of the Kraton. Soldiers of this unithave names that end with Joyo.

7. Mantrijero
Flag: Purnamasidi.
Costume: Overcoat and traditional style trousers over white stockings with black vantoffel shoes. The hat is black in colour.
Heirloom: Kanjeng Kyai Cakra.
Instrument: Drum, flute and trumpet. The melodies are Plangkeman (for quick march) and Slagunder (for slow or normal marching).
Weapon: Firearms and spears.
Notes: There are eight panji, eight sergeants, 64 soldiers and one standard bearer. They are commanded by a Bupatior district administrator. Joyo, Bahu, Prawiro and Rono are the names associated with this unit.

8. Nyutra
Flag: Padma Sri Kresna and Podang Ngisep Sari.
Costume: Black overcoat and trousers with a dark blue and white cloth. There are two types of hats, a black kuluk and a cylindrical udeng.
Heirloom: Kanjeng Kyai Trisula.
Instrument: Drum, flute and trumpet. The melodies are Sureng Prang (for quick marching) and Tam-tama balik (for slow or normal marching).
Weapon: Firearms, spears and keris.
Notes: There are eight panji, eight sergeants, 46 soldiers and two standard bearers. They are used as escorts for the coronation ceremony and so do not have an actual war role. They were traditionally dancers as well and so that is still a requirement to join the unit. They come from east of the Kraton. Their names are normally taken from the wayang plays.

9. Bugis
Flag: Wulan ndadari.
Costume: Black trousers and coat. The hat is also black.
Heirloom: Nil.
Instrument: Drum, pui-pui, gong and small tom-tom. Their melody is the Endroloko.
Weapon: Spears.
Notes: Originally these troops came from the Bugis regions in south Sulawesi. They are tasked with guarding the Sultan’s Chief Minister as well as the guarding the Garebeg and other ceremonies. Their names normally include Rangsang. In the early 1800s and until now there are approximately 40 members.

10. Surakarsa
Flag: Pare Anom.
Costume: White coat and trousers, a cloth around the waste and sandals.
Heirloom: Nil.
Instrument: Drum and flute. The melody is the Plangkenan.
Weapon: Spears.
Notes: They have an officer called a Penewu, 64 soldiers and a standard bearer. They are tasked to guard the crown prince as well as the ‘mountain’ of offerings used in the Garebeg ceremony.

11. Sumoatmaojo
These are the personal bodyguards of the Sultan and come directly under his command. There are two panji and two sergeants as well as 16 soldiers. They wear chain mail and carry a large crescent shaped shield. They wear water buffalo hide clothing and a helmet but no shoes. They also carry unsheathed short swords. Their faces and bodies are covered with a yellow dust. When they are carrying out their bodyguard function they will often appear to be dancing. Wikipedia has a photo of one of the Sultan’s bodyguards from the 1880s.

12. Jager
From the Dutch term Jager meaning hunter. The unit comprises a panji, two sergeants and 58 soldiers. They have no flag nor special symbol nor do they have a special uniform but wear traditional Javanese clothes. They are armed with rifles.

13. Langenastro
This unit is tasked with guarding the Sultan during the Garebeg festival. They are additional troops within the Mantrijero Brigade. They wear the same uniform as the Mantrijero Brigade but do not carry a rifle, they are instead armed with a short sword.

The post The Kraton Yogyakarta Army first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/kraton-yogyakarta-army/feed/ 0
Keeping the Moss away from Borobudur https://injourneydestination.id/keeping-the-moss-away-from-borobudur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=keeping-the-moss-away-from-borobudur https://injourneydestination.id/keeping-the-moss-away-from-borobudur/#respond Tue, 14 Feb 2017 19:33:04 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=957

Borobudur is a temple with more than 2672 reliefs and 504 Buddhist statue. It was built with more than 60.000 meters cubic of andesite volcanic rock and more than a million stone blocks. One of the challenge in keeping this Unesco World Heritage site clean is brushing moss off the structure, especially during rainy season. One […]

The post Keeping the Moss away from Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Borobudur is a temple with more than 2672 reliefs and 504 Buddhist statue. It was built with more than 60.000 meters cubic of andesite volcanic rock and more than a million stone blocks.

One of the challenge in keeping this Unesco World Heritage site clean is brushing moss off the structure, especially during rainy season. One of many ways in keeping the temple pristine is by spraying it with water. Other methods employed by the staffs is by brushing. Thankfully the Borobudur Temple has a drainage system to wash down the rain water.

Source: http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/17/02/09/ol3mwz284-menjauhkan-lumut-dari-candi-borobudur

The post Keeping the Moss away from Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/keeping-the-moss-away-from-borobudur/feed/ 0
Borobudur has 25 events in 2007 https://injourneydestination.id/borobudur-has-25-events-in-2007/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=borobudur-has-25-events-in-2007 https://injourneydestination.id/borobudur-has-25-events-in-2007/#respond Tue, 14 Feb 2017 19:14:58 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=955

Here are the complete list of events in Borobudur, Prambanan, and Ratu Boko in 2017: March 27, Tawur Agung Prambanan April 9, Ratu Boko Yoga & Meditation Day 11-12, Lomba Cipta Kreasi Tari Borobudur 17, Mandiri Jogja International Marathon May 6-7, Borobudur International Conference 1-30, Borobudur Photo Contest 11, Vesak at Borobudur 20, Prambanan Music, Art, […]

The post Borobudur has 25 events in 2007 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Here are the complete list of events in Borobudur, Prambanan, and Ratu Boko in 2017:

March

  • 27, Tawur Agung Prambanan

April

  • 9, Ratu Boko Yoga & Meditation Day
  • 11-12, Lomba Cipta Kreasi Tari Borobudur
  • 17, Mandiri Jogja International Marathon

May

  • 6-7, Borobudur International Conference
  • 1-30, Borobudur Photo Contest
  • 11, Vesak at Borobudur
  • 20, Prambanan Music, Art, & Culture

June

  • 3, Prambanan International Yoga Day, 3 Juni
  • 15-30, Borobudur Legoland Festival

July

  • 14-16, Sounds of Borobudur Cultural & Music Camp
  • 22, Mahakarya Borobudur Hair Style & Fashion
  • 28-30, Borobudur International Festival

August

  • 12-13, Prambanan Culinary Festival
  • 19-20, Prambanan Jazz
  • 20-21, Festival Tari Keraton Nusantara

September

  • 22-24, Ratu Boko Festival
  • 25, Borobudur & Prambanan Water Color Heritage Exhibition

October

  • 6, Festival Gamelan Nusantara & Langen Cerita, 6 Oktober
  • 28, Prambanan – Borobudur International Heritage Goo Wess Bike Tour, 28 Oktober
  • 28, Prambanan Music Performance, 28 Oktober
  • 17-18, Borobudur Cultural Feast

November

  • 18-19, Jogja International Heritage Walk, 18-19 November
  • 26, Borobudur International 10K

December

  • 31, Borobudur Nite

In addition to those events, Sendratari Kidung Karmawibangga will be held biweekly every saturday at Borobudur. It will be held at Taman Lumbini open theater in Borobudur.

The post Borobudur has 25 events in 2007 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/borobudur-has-25-events-in-2007/feed/ 0
Borobudur Temple Presents Karmawibangga Dance Every Month https://injourneydestination.id/borobudur-temple-presents-karmawibangga-dance-every-month/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=borobudur-temple-presents-karmawibangga-dance-every-month https://injourneydestination.id/borobudur-temple-presents-karmawibangga-dance-every-month/#respond Mon, 13 Feb 2017 10:43:13 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=826

Magelang provides a new tourist attraction in its famous Borobudur Temple. A Kidung Karmawibangga sendratari (dance-drama) dance will be performed on the second Saturday of every month at Borobudur Temple Tourism Park in Magelang, Central Java province. “[It is] performed on an open stage at Borobudur Temple’s Lumbini Park,” the founder of Brata Penangkaran Borobudur […]

The post Borobudur Temple Presents Karmawibangga Dance Every Month first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Magelang provides a new tourist attraction in its famous Borobudur Temple. A Kidung Karmawibangga sendratari (dance-drama) dance will be performed on the second Saturday of every month at Borobudur Temple Tourism Park in Magelang, Central Java province. “[It is] performed on an open stage at Borobudur Temple’s Lumbini Park,” the founder of Brata Penangkaran Borobudur Foundation, Sucoro said on Saturday. The Brayat Penangkaran Foundation organizes the sendratari performance in cooperation with Borobudur Temple Tourism Park. The show was launched last Saturday. The launch attracted both local and foreign tourists who entered the temple compound. They were seen watching the sendratari performed by around 120 dancers and gamelan musicians. Eight art groups have prepared themselves to perform sendratari telling the story inspired by Karmawibangga stone carvings at the Borobudur Temple, Sucoro said. According to Sucoro, the members of the groups have the background in traditional art, such as kuda lumping, soreng, topeng ireng (black mask), jatilan, lengger, badut (clown) and tuyulan. They comprise of men, women, elderly, youngsters, and children.

Sucoro said that they have created three stories for Kidung Karmawibangga sendratari: “Prahara Bumi Shambarabudara”, “Kisah Asmara di Bukit Karmawibangga”, dan “Pangeran Bajang”. The stories carry universal messages relevant for humanity, as depicted by Karmawibangga stone carvings on the walls of Borobudur Temple base floor. ANTARA

The post Borobudur Temple Presents Karmawibangga Dance Every Month first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/borobudur-temple-presents-karmawibangga-dance-every-month/feed/ 0
Borobudur punya 25 agenda wisata sepanjang 2017 https://injourneydestination.id/borobudur-punya-25-agenda-wisata-sepanjang-2017/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=borobudur-punya-25-agenda-wisata-sepanjang-2017 https://injourneydestination.id/borobudur-punya-25-agenda-wisata-sepanjang-2017/#respond Mon, 13 Feb 2017 10:39:50 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=819

Bukan hanya Banyuwangi yang padat acara sepanjang tahun, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko pun berencana menggelar 25 perhelatan sepanjang 2017. “Manajemen Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sudah mengagendakan 25 event di 2017. Dari mulai kuliner, aktivitas budaya, hiburan hingga olahraga, semuanya ada. Lokasinya di Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu […]

The post Borobudur punya 25 agenda wisata sepanjang 2017 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Bukan hanya Banyuwangi yang padat acara sepanjang tahun, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko pun berencana menggelar 25 perhelatan sepanjang 2017.

“Manajemen Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sudah mengagendakan 25 event di 2017. Dari mulai kuliner, aktivitas budaya, hiburan hingga olahraga, semuanya ada. Lokasinya di Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko,” terang Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, seperti dikutip DetikTravel.

Berikut ini daftar lengkap kegiatan pariwisata di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sepanjang 2017:

Maret

  • 27 Maret, Tawur Agung Prambanan

April

  • 9 April, Ratu Boko Yoga & Meditation Day
  • 11-12 April, Lomba Cipta Kreasi Tari Borobudur
  • 17 April, Mandiri Jogja International Marathon

Mei

  • 6-7 Mei, Borobudur International Conference
  • 1-30 Mei, Borobudur Photo Contest
  • 11 Mei, Waisak di Borobudur
  • 20 Mei, Prambanan Music, Art, & Culture

Juni

  • 3 Juni, Prambanan International Yoga Day, 3 Juni
  • 15-30 Juni, Borobudur Legoland Festival

Juli

  • 14-16 Juli, Sounds of Borobudur Cultural & Music Camp
  • 22 Juli, Mahakarya Borobudur Hair Style & Fashion
  • 28-30 Juli, Borobudur International Festival

Agustus

  • 12-13 Agustus, Prambanan Culinary Festival
  • 19-20 Agustus, Prambanan Jazz
  • 20-21 Agustus, Festival Tari Keraton Nusantara

September

  • 22-24 September, Ratu Boko Festival
  • 25 September, Borobudur & Prambanan Water Color Heritage Exhibition

Oktober

  • 6 Oktober, Festival Gamelan Nusantara & Langen Cerita, 6 Oktober
  • 28 Oktober, Prambanan – Borobudur International Heritage Goo Wess Bike Tour, 28 Oktober
  • 28 Oktober, Prambanan Music Performance, 28 Oktober
  • 17-18 Oktober, Borobudur Cultural Feast

November

  • 18-19 November, Jogja International Heritage Walk, 18-19 November
  • 26 November, Borobudur International 10K

Desember

  • 31 Desember, Borobudur Nite

Selain 25 agenda tersebut, setiap bulan, tepatnya pada Sabtu kedua, ada pegalaran sendratari Kidung Karmawibangga yang akan dipentaskan di lingkungan candi. “Dipentaskan di panggung terbuka Taman Lumbini Candi Borobudur,” kata Pendiri Yayasan Brayat Penangkaran Borobudur Sucoro.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Bok, Edy Setijono optimistis, puluhan pergelaran tersebut dapat menarik minat wisatawan. Bahkan bukan tak mungkin melampaui pasar wisata Angkorwat, Kamboja yang setiap tahun disambangi lebih dari 2,3 juta wisatawan mancanegara.

Apalagi, kata Edy, Borobudur punya banyak nilai tambah bila dibandingkan dengan Angkorwat. Antara lain, lebih dihormati sebagai situs warisan budaya dan sudah tercatat di UNESCO.

Demi kenyamanan pengunjung, PT Taman Wisata Candi (TWC) sebagai pengelola kawasan wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, akan menerapkan sistem teknologi visitor management. Lewat aplikasi visitor management, kelak lalu-lintas pengunjung akan dapat diatur sedemikian rupa.

“Aplikasi teknologi ini bisa mengatur lama berkunjung, mungkin di kisaran 30 hingga 40 menit. Saat ini, kami terus melakukan kajian waktu yang paling sesuai bagi wisatawan untuk berada di atas candi,” pungkas Edy.

Sumber: https://beritagar.id/artikel/piknik/borobudur-punya-25-agenda-wisata-sepanjang-2017

The post Borobudur punya 25 agenda wisata sepanjang 2017 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/borobudur-punya-25-agenda-wisata-sepanjang-2017/feed/ 0
Menjauhkan Lumut dari Candi Borobudur https://injourneydestination.id/menjauhkan-lumut-dari-candi-borobudur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menjauhkan-lumut-dari-candi-borobudur https://injourneydestination.id/menjauhkan-lumut-dari-candi-borobudur/#respond Mon, 13 Feb 2017 10:34:55 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=815

Borobudur merupakan candi yang memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Candi yang dibangun dari 60.000 meter kubik batu andesit atau lebih dari satu juta blok batu ini setidaknya memiliki 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Salah satu tantangan dalam merawat bangunan yang tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco sejak 1991 […]

The post Menjauhkan Lumut dari Candi Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Borobudur merupakan candi yang memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Candi yang dibangun dari 60.000 meter kubik batu andesit atau lebih dari satu juta blok batu ini setidaknya memiliki 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha.

Salah satu tantangan dalam merawat bangunan yang tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco sejak 1991 ini adalah menjauhkan lumut atau ganggang dari batuan candi. Apalagi pada musim hujan seperti saat ini.

Petugas Balai Konservasi Borobudur mengatakan, salah satu cara mengantisipasi lumut adalah secara rutin melakukan penyemprotan dengan air.

“Kalau dibiarkan dan tidak disemprot dengan tekanan tertentu maka lumut dan ganggang akan tumbuh,” kata Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo di Borobudur, Kamis (9/2).

Menurut Marsis, karena lumut dan ganggang tumbuh terus, maka penyemprotan harus dilakukan secara rutin. Hari ini di sisi utara, besok sisi barat, kemudian sisi selatan, dan selanjutnya sisi timur sehingga berputar terus.

Ia menuturkan kegiatan ini tidak bisa menghilangkan lumut sampai nol. Namun sifatnya mengontrol jangan sampai lumut itu tumbuh di bagian relief, apalagi sampai menutup relief.

“Kalau reliefnya ditumbuhi lumut akan jelek sekali dan ke depan bisa mengganggu kelestariannya,” kata dia.

Menurut Marsis penyemprotan dengan air itu juga untuk mendukung pembersihan secara manual menggunakan sikat ijuk. Sebab kalau hanya disapu, tidak disusul dengan pembersihan dengan air, sama saja dengan menyebarkan lumut.

“Penyemprotan dengan air itu maka sisa-sisa lumut akan terbawa aliran air dan jatuh di ujung-ujung drainase di lereng-lereng sekitar candi,” katanya.

Ia mengatakan pada musim hujan batuan candi rawan ditumbuhi lumut, karena lumut itu masa tumbuhnya pada musim hujan.

Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang masih menjadi destinasi wisatawan lokal maupun mancanegara. Jumlah pengunjung objek wisata ini selama 2016 tercatat mencapai 3,7 juta wisatawan. Pada 2015 jumlah kunjungannya ditargetkan mencapai 3,9 juta pengunjung.

Sumber: http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/17/02/09/ol3mwz284-menjauhkan-lumut-dari-candi-borobudur

The post Menjauhkan Lumut dari Candi Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/menjauhkan-lumut-dari-candi-borobudur/feed/ 0
Kalender Event 2017 https://injourneydestination.id/kalender-event-2017/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kalender-event-2017 https://injourneydestination.id/kalender-event-2017/#respond Sat, 11 Feb 2017 20:40:06 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=677

 

The post Kalender Event 2017 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Calendarofevent2017_v2 join

 

The post Kalender Event 2017 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/kalender-event-2017/feed/ 0
Calendar of Events 2017 https://injourneydestination.id/2017-events-calendar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=2017-events-calendar https://injourneydestination.id/2017-events-calendar/#respond Sat, 11 Feb 2017 20:38:43 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=674
Calendarofevent2017
2017 Events Calendar in Borobudur, Prambanan, and Ratu Boko.

The post Calendar of Events 2017 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2017-events-calendar/feed/ 0
Borobudur will Receive Funding from The World Bank https://injourneydestination.id/borobudur-will-receive-funding-from-the-world-bank/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=borobudur-will-receive-funding-from-the-world-bank https://injourneydestination.id/borobudur-will-receive-funding-from-the-world-bank/#respond Thu, 09 Feb 2017 19:56:25 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=966

Borobudur will be one of the ten recipient of World Bank aid for Indonesian tourist destination. Three out of ten aid recipient will be prioritized because of manpower shortage, those tourist destinations are Borobudur, Lake Toba, and Mandalika. The aid fund will be used for building infrastructure like airport, roads, and river management. The fund […]

The post Borobudur will Receive Funding from The World Bank first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Borobudur will be one of the ten recipient of World Bank aid for Indonesian tourist destination. Three out of ten aid recipient will be prioritized because of manpower shortage, those tourist destinations are Borobudur, Lake Toba, and Mandalika. The aid fund will be used for building infrastructure like airport, roads, and river management. The fund will be available in July 2017.

For Borobudur, the fund will be used for the new Kulonprogo airport, Yogyakarta. The existing Adisutjipto airport is considered overloaded.

Source: http://jateng.merdeka.com/wisata/borobudur-bakal-dapat-kucuran-dana-dari-bank-dunia-170209f.html

The post Borobudur will Receive Funding from The World Bank first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/borobudur-will-receive-funding-from-the-world-bank/feed/ 0
Borobudur bakal dapat kucuran dana dari Bank Dunia https://injourneydestination.id/borobudur-bakal-dapat-kucuran-dana-dari-bank-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=borobudur-bakal-dapat-kucuran-dana-dari-bank-dunia https://injourneydestination.id/borobudur-bakal-dapat-kucuran-dana-dari-bank-dunia/#respond Thu, 09 Feb 2017 10:34:12 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=813

Apabila negosiasi berjalan lancar, proses pembangunan akan diefektifkan pada bulan Juli 2017 mendatang. Candi Borobudur masuk menjadi satu dari 10 destinasi wisata di Indonesia yang akan mendapat suntikan dana dari Bank Dunia senilai 200 juta Dollar AS. Menurut Asisten Deputi Industri, Perdagangan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sekretariat Wakil Presiden, M. Zulkarnain, dari sepuluh destinasi yang […]

The post Borobudur bakal dapat kucuran dana dari Bank Dunia first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Apabila negosiasi berjalan lancar, proses pembangunan akan diefektifkan pada bulan Juli 2017 mendatang.

Candi Borobudur masuk menjadi satu dari 10 destinasi wisata di Indonesia yang akan mendapat suntikan dana dari Bank Dunia senilai 200 juta Dollar AS.

Menurut Asisten Deputi Industri, Perdagangan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sekretariat Wakil Presiden, M. Zulkarnain, dari sepuluh destinasi yang menjadi kebijakan nasional tersebut, tiga di antaranya akan menjadi prioritas pertama. Yakni Danau Toba, Candi Borobudur, dan Mandalika. Hal tersebut ditempuh akibat adanya keterbatasan sumber daya.

Lanjutnya, sebagai tindak lanjut apabila negosiasi berjalan lancar, proses pembangunan akan diefektifkan pada bulan Juli 2017 mendatang.

“Pembahasan terus dijalankan antara Menko Maritim, Kementrian Pariwisata. Sedangkan Wapres bertindak sebagai ketua tim koordinasi strategis, serta ketua hariannya Menteri Pariwisata,” katanya usai memimpin tim Sekretariat Wakil Presiden mengunjungi Borobudur didampingi Direktur Borobudur Prambanan Pesona Indonesia, Pujo Suwarno, dan Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo, Kamis (9/2).

Ditambahkan, pihaknya kini telah mempersiapkan master plan dimana fokus utama pembangunan adalah mengenai insfrastruktur. Seperti pelebaran jalan, pembangunan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta bandar udara (bandara).

Terkait masalah bandara, dirinya menyebut bahwa salah satu akses via udara adalah dengan pembangunan Bandara Kulonprogo, Yogyakarta mengingat bandara yang sudah ada, yakni Adi Sucipto dianggap telah kelebihan muatan.

“Untuk akses penerbangan menuju destinasi wisata unggulan kita masih tertinggal cukup jauh. Contohnya dengan Angkor Waat di Kamboja yang bisa ditempuh pesawat secara langsung ke Siem Reap sebanyak 10 kali penerbangan dalam sehari. Sedangkan kita (Bandara Adi Sucipto), hanya dari Kuala Lumpur dan Singapura,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Borobudur Prambanan Pesona Indonesia, Pujo Suwarno mengaku bahwa rombongan Sekretariat Wapres telah melihat secara langsung kegiatan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) , Prambanan, dan Ratu Boko yang memiliki sinergitas dengan pemda, BUMN, dengan dukungan dari Balai Konservasi Borobudur untuk mempersiapkan Borobudur dan kawasannya sebagai unggulan.

Pihaknya menargetkan dalam semester pertama tahun 2017 ini bisa mengejar penyelesaian agar dalam menyambut even-even besar ke depan, Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di 20 lokasi sudah dapat dipakai.

“Selain mengunjungi Candi Borobudur, tim juga mengunjungi kawasan Borobudur, khususnya terkait dengan kesiapan Balkondes,” pungkasnya.

Sumber: http://jateng.merdeka.com/wisata/borobudur-bakal-dapat-kucuran-dana-dari-bank-dunia-170209f.html

The post Borobudur bakal dapat kucuran dana dari Bank Dunia first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/borobudur-bakal-dapat-kucuran-dana-dari-bank-dunia/feed/ 0
Alat Musik Kuno pada Sound of Borobudur 2016 https://injourneydestination.id/alat-musik-kuno-pada-sound-of-borobudur-2016/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alat-musik-kuno-pada-sound-of-borobudur-2016 https://injourneydestination.id/alat-musik-kuno-pada-sound-of-borobudur-2016/#respond Wed, 07 Dec 2016 21:08:40 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=867

Hal yang menarik pada Sound Of Borobudur adalah hadirnya mereplika alat musik dawai yg sama dengan gambaran dawai di relief Karmawibhangga Candi Borobudur. Replika alat musik dawai ini telah berhasil dibentuk dan dibunyikan oleh para pembakti budaya. Sejak tahun 824 Masehi saat peresmian Candi Borobudur , pada bagian panel reiief Karmawibhangga ternyata  tergambar dengan jelas […]

The post Alat Musik Kuno pada Sound of Borobudur 2016 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Hal yang menarik pada Sound Of Borobudur adalah hadirnya mereplika alat musik dawai yg sama dengan gambaran dawai di relief Karmawibhangga Candi Borobudur. Replika alat musik dawai ini telah berhasil dibentuk dan dibunyikan oleh para pembakti budaya.

dawai-borobudur-3

Sejak tahun 824 Masehi saat peresmian Candi Borobudur , pada bagian panel reiief Karmawibhangga ternyata  tergambar dengan jelas beberapa orang memainkan alat musik yang sangat khas. Alat musik itu berdawai dan dipetik dengan jari , ada 3 gambar alat musik berdawai . Dan ada 2 gambar alat musik tiup yang memiliki bentuk sangat khas. Selain ada juga alat musik semacam seruling. Kedua jenis alat musik tersebut tidaklah mirip dengan alat musik dari India ,Thailand dan sekitarnya. Kemiripan alat musik dawai dan tiup itu ada di kampung Dayak Kalimantan. Jenis berdawai disebut Sapèk dan jenis tiup disebut Keledi.

dawai-borobudur-5
Alat musik itu dibuat lagi persis seperti tampak di relief oleh Ali Gardy pemain dan pembuat dawai asal kampung Langai Situbondo.
dawai-borobudur-4

The post Alat Musik Kuno pada Sound of Borobudur 2016 first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/alat-musik-kuno-pada-sound-of-borobudur-2016/feed/ 0